KPK periksa anak Nurdin Abdullah dalami transaksi keuangan
Elshinta
Kamis, 08 April 2021 - 10:32 WIB |
KPK periksa anak Nurdin Abdullah dalami transaksi keuangan
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pengetahuan mahasiswa M. Fathul Fauzy Nurdin yang juga anak dari Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) soal adanya dugaan transaksi keuangan.

KPK pada hari Rabu (7/4) memeriksa M. Fathul Fauzy Nurdin sebagai saksi untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel pada tahun anggaran 2020—2021.

"M. Fathul Fauzy Nurdin (mahasiswa) didalami pengetahuan saksi antara lain mengenai adanya dugaan transaksi keuangan dari tersangka NA yang terkait dengan perkara ini," ucap Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain itu, KPK juga memeriksa tiga saksi lainnya untuk tersangka Nurdin, yakni Rudy Ramlan selaku pegawai negeri sipil (PNS) dan dua wiraswasta masing-masing Raymond Ardan Arfandy dan John Theodore.

Saksi Rudy Ramlan didalami pengetahuannya terkait dengan berbagai proyek yang ditenderkan oleh Pemprov Sulsel yang salah satunya dikerjakan oleh tersangka Agung Sucipto (AS).

"Raymond Ardan Arfandy (wiraswasta) dikonfirmasi, antara lain terkait dengan dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka AS kepada tersangka NA karena adanya pengerjaan sejumlah proyek di Pemprov Sulsel. Sekaligus didalami mengenai kerja sama saksi dengan tersangka AS dalam pengerjaan proyek," kata Ali.

Sementara itu, saksi John Theodore didalami pengetahuannya terkait dengan proyek-proyek milik Pemprov Sulsel. Dalam hal ini saksi juga pernah ikut mengerjakan.

Selain Nurdin, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB).

Nurdin diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan perincian pada tanggal 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain, di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Syamsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

Dalam konstruksi perkara disebut bahwa tersangka Agung mengerjakan proyek peningkatan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Kabupaten Sinjai/Bulukumba (DAK Penugasan) TA 2019 dengan nilai Rp28,9 miliar, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (DAK) TA 2020 dengan nilai Rp15,7 miliar.

Selanjutnya, pembangunan Jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan (APBD Provinsi) dengan nilai Rp19 miliar, pembangunan jalan, pedisterian, dan penerangan Jalan Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp20,8 miliar serta rehabilitasi Jalan Parkiran 1 dan pembangunan Jalan Parkiran 2 Kawasan Wisata Bira (Bantuan Keuangan Provinsi Sulsel 2020 ke Kabupaten Bulukumba) TA 2020 dengan nilai proyek Rp7,1 miliar.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polres Lhokseumawe tangkap kurir satu kilogram sabu
Rabu, 12 Mei 2021 - 18:00 WIB
Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe menangkap dua pria asal Kabupaten Aceh Timur kare...
KKP terima limpahan kasus dua kapal Malaysia dari Polri
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:48 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima limpahan kasus penyidikan dua kapal ikan asing ber...
Polres Cilegon amankan pelaku provokasi mudik melalui WhatsApp
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:26 WIB
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang ata...
KPK: 75 pegawai bukan dinonaktifkan tapi diminta serahkan tugas
Selasa, 11 Mei 2021 - 23:41 WIB
KPK menyebut 75 pegawainya yang tidak memenuhi syarat menjadi ASN bukan dinonaktifkan tetapi diminta...
Kejagung periksa pengawas BEI sebagai saksi terkait Asabri
Selasa, 11 Mei 2021 - 23:08 WIB
Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jamp...
Novel Baswedan ungkap pertanyaan TWK banyak yang bermasalah
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:20 WIB
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan pertanyaan dalam Tes...
Polres Batang ungkap tiga kasus dugaan mafia tanah
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:05 WIB
Jajaran Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, berhasil mengungkap tiga kasus dugaan mafia tanah seni...
KPK buka kunjungan keluarga tahanan saat Lebaran dengan prokes ketat
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:12 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kunjungan bagi para keluarga tahanan saat perayaan Idul F...
Pengacara Juliari sebut kesaksian Pepen tak miliki bukti kuat
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:23 WIB
Tim penasihat hukum mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail menyebut kesaksian D...
BEM Nusantara: Kapolri ubah Polri yang transparan dan berkeadilan
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:47 WIB
Badan Eksekutif Nasional (BEM) Nusantara menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu menguba...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV