Proyek gudang Muara Angke hambat akses nelayan dan bongkar muat kapal
Elshinta
Kamis, 08 April 2021 - 10:43 WIB |
Proyek gudang Muara Angke hambat akses nelayan dan bongkar muat kapal
Proyek pembangunan gudang peralatan kapal di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara menutupi akses nelayan dan juru bongkar muat kapal. (ANTARA/ Abdu Faisal)

Elshinta.com - Pembangunan gudang peralatan kapal di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara yang sudah mencapai 70 persen menghambat akses nelayan dan aktivitas bongkar muat kapal.

"Akses jalan tertutup pasti. Nelayan yang mau bongkar muat ikan ya jadi repot," kata Eko (54), nelayan Muara Angke  saat ditemui wartawan di Pelabuhan perikanan Muara Angke, Rabu.

Ia mengatakan akses bongkar muat hanya tersedia satu titik, karena titik bongkar muat barang yang sebelumnya telah tertutup oleh bangunan lain.

Sementara Uli, salah seorang buruh angkut di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, ikut mengeluhkan adanya proyek pembangunan pergudangan di akses umum tersebut.

Menurut dia, adanya proyek tersebut telah mempersulit pekerjaannya, karena harus memutar jalan lebih jauh untuk bongkar muat kapal menuju gudang penyimpanan.

"Tertutup sekarang jalannya. Jadi harus lewat ke samping, jalannya lebih jauh. Sebelum ada bangunan sih lebih dekat dari sekarang," kata Uli.

Ia mengatakan harus menempuh jarak dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya, hanya untuk menurunkan barang dari kapal ke gudang hingga membuat penghasilannya menurun.

"Penghasilan menurun pastinya yang tadinya sehari Rp50 ribu jadi Rp30 ribu. Yang harusnya dua kali angkut, jadi sekali karena waktu angkutnya lebih lama dan jauh, jadi cepat lelah juga," ujar Uli.

Pengerjaan proyek gudang peralatan perkapalan di atas lahan milik Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta itu masih terus berlangsung, meski belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Proyek pembangunan di atas lahan sepanjang 3.000 meter milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai dikerjakan sejak awal tahun 2021.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta Ida Mahmudah telah meminta agar proyek pembangunan pergudangan di Kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara itu dihentikan.

Pasalnya, pembangunan gudang itu dinilai tidak layak dan penyewa tidak mengikuti aturan yang ada.

"Kalau ikatan perjanjian sewanya belum selesai dan kontraknya antara pihak pemda dengan swasta saya minta untuk dihentikan sementara, sambil menunggu perkembangan yang ada. Semua harus ikuti aturan," kata Ida di Jakarta, Kamis (1/4).

Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Utara juga mengimbau masyarakat untuk mengusulkan pembongkaran proyek pembangunan gedung tersebut.

"Informasi dari Kecamatan Penjaringan sudah diusulkan penertiban (hentikan)," tutur Kepala Seksi Pengawasan Sudin CKTRP Jakarta Utara, Kihajar Bonang, Senin (22/3).

Selain itu, Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Utara Lamhot Tambunan juga mengatakan tidak mendapati adanya permohonan pengajuan IMB objek bangunan tersebut.

"Sebagaimana objek yang dimaksud, Jalan Dermaga Kawasan Perikanan Muara Angke tidak pernah ada mengeluarkan (IMB)," kata Lamhot.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan Perikanan Muara Angke Mahad mengatakan pihak ketiga sudah mengajukan izin penggunaan lahan ke Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta tahun 2018.

Hal itu dilakukan karena lahan yang akan dikelola untuk dijadikan sebagai kios tersebut cukup luas yakni sekitar 3.000 meter persegi.

"Jadi yang saya tahu, (pemohon) sudah ajukan permohonan sewa lahan. Namun sampai saat ini memang SK (Surat Kuasa) belum juga terbit," kata Mahad.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pedagang baju bekas Pasar Senen raup omzet hingga Rp12 juta per hari
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:54 WIB
Pedagang baju bekas di Blok III Pasar Senen, Jakarta Pusat, meraup omzet penjualan hingga Rp12 juta ...
PKL Jati Baru ramai dipadati warga
Rabu, 12 Mei 2021 - 16:43 WIB
Aktivitas perdagangan di Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan Jati Baru, Jakarta Pusat, Rabu, ramai dip...
Menahan diri tidak mudik
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:37 WIB
Dengan menggenggam ponsel pintarnya, Karsini, penjaga salah satu rumah indekos di kawasan Setiabudi,...
Polres Jakpus gagalkan peredaran sabu internasional seberat 310 kg
Rabu, 12 Mei 2021 - 09:02 WIB
Satgas Satuan Reserse (Satres) Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sab...
Polda Metro siapkan skenario antisipasi lonjakan arus balik
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:48 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi lonjakan aru...
Pemkot Jakpus pastikan takbir hanya dilakukan dalam masjid
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:15 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kegiatan pelaksanaan malam takbiran dalam menyambut rangka ...
Polda Metro siapkan skema bebas kendaraan di malam takbiran
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:00 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema bebas kemacetan kendaraan di malam ha...
`Tanah Abang Explorer` beroperasi sampai 12 Mei
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:57 WIB
Bus TransJakarta gratis `Tanah Abang Explorer` beroperasi sampai Rabu (12/5), meski Pasar Tanah Aba...
Masjid Istiqlal tak akan gelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:50 WIB
Pengurus Masjid Istiqlal menyatakan tak akan menggelar Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah setelah diputu...
Penjual kue di Pasar Senen kekurangan stok
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:35 WIB
Sejumlah penjual kue kering di Pasar Senen Jaya, Jakarta Pusat, kekurangan stok barang yang didapat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV