Geowisata Barujaksi Majalengka, sensasi menelusuri masa silam
Elshinta
Minggu, 11 April 2021 - 19:46 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Geowisata Barujaksi Majalengka, sensasi menelusuri masa silam
Sumber foto: Enok Carsinah/Elshinta.com

Elshinta.com - Ketua DPC HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Kab. Majalengka Eda Suwardaya mengatakan DPC HPI Majalengka barusaja melakukan kunjungan ke Geowisata Barujaksi Sabtu siang (10/4).

Ia menuturkan berkunjung ke Barujaksi di Desa Sunia Kec. Banjaran Kab. Majalengka Jawa Barat adalah sensasi menelusuri lorong waktu  yang panjang ke masa silam. 
 
Memandangi tumpukan batu batu lava yang terserak di area yang kini terbuka jadi ladang, kata Eda seperti merasakan dasyhatnya  erupsi Gunung Gegerhalang 10 ribu tahun yang lalu dengan jutaan material yamg tersembur dari kalderanya. 
 
"Saking kuatnya erupsi, sehingga kaldera selatan runtuh dan membuat celah antara punggungan timur dan Barat. Inilah awal tumbuhnya Gunung Ciremai di utara dinding Kaldera Gunung Gegerhalang. Batu batu sisa erupsi ini masih beserak dan membentul formasi yang artistik,' papar Eda kepada Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Minggu (11/4).
 
Memandangi ladang yang terhampar luas dari Barujaksi sampai Citaman-Kanaga dengan penamaan Blok berupa Abjad B1 sampai B5 adalah saksi bisu sisa kejayaan perkebunan teh Onderneming Argalingga yang meliputi petak Argalinga, Cibunut, Citaman termasuk sebagian Barujaksi.
 
Pembukaan perkebunan teh  tahun 1911 dan berakhir pada masa kemerdekaan. Walau sudah berakhir, sisa tanaman teh ini masih ada di kawasan Barujaksi, bisa dipastikan usianya sudah seabad lebih. Area Ladang Barujaksi dibatasi oleh hutan Pinus yang memanjang ke arah Gunung Gegerhalang yang merupakan bekas hutan Produksi Perhutani yang ditanam pada awal tahun 60-70 an dan berakhir pada tahun 2004 ketika kawasan perhutani beralih menjadi hutan konservasi Taman Nasional Gunung Ceremai.
 
"Pada saat angin naik  dan turun pegunungan, akan terasa hembusan dingin dan diiringi suara berderit pucuk pinus. Di sisi Barat Hamparan Barujaksi ini,  terhampar lembah sungai kering, nah ini adalah bekas aliran air bah yang membawa material lumpur, batu dan air pada peristiwa Tragedi air bah 26 Desember 1980. Air bah ini terjadi akibat longsornya lembah di bawah puncak Gegerhalang akibat hujan yang turun beberapa hari, kemudian dinding lembah yang longsor  seolah membuat dam bendungan. Lama kelamaan dam yang terbentuk akhirnya jebol, sehingga terjadilah air bah yang cukup mengegerkan waktu itu," urainya.
 
Eda menambahkan, Permukiman Barujaksi terkubur, korban harta dan jiwa cukup bamyak. Walau sebagian besar permukiman itu sudah terpendam, tapi ada sisa 1-2 bangunan yang tersembul dan masih ada sampai sekarang. 
 
"Barujaksi juga menyimpan sejarah tentang keberadaan keputren zaman Talagamanggung dan tempat ibadat waktu itu zaman Hindu-Budha, juga zaman sebelum Hindu- Budha." pungkasnya. 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Kapolda Jatim tekankan pengelola tempat wisata untuk perketat prokes
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:45 WIB
Rombongan PJU (Pejabat Utama) Polda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya  Mayjend TNI Suharyanto, mela...
Perpanjangan penutupan kawasan Ancol karena masukan berbagai pihak
Sabtu, 15 Mei 2021 - 19:56 WIB
Manajemen PT Taman Impian Jaya Ancol menyatakan penutupan kawasan wisata di Jakarta Utara itu hingga...
Pengelola buka kembali Ancol pada Selasa mendatang
Sabtu, 15 Mei 2021 - 19:11 WIB
Pengelola Taman Impian Jaya Ancol beserta unit rekreasi di dalamnya memperpanjang masa penutupan sem...
Ancol klarifikasi kawasan buka kembali setelah sempat ditutup
Sabtu, 15 Mei 2021 - 18:34 WIB
Manajemen Taman Impian Jaya Ancol mengklarifikasi objek wisata Ancol kembali dibuka setelah dilaku...
Museum Fatahillah mulai ramai pengunjung
Sabtu, 15 Mei 2021 - 15:10 WIB
Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan Museum Fatahillah di Kawasan Kota Tua, Jakarta Bar...
 Melebihi kapasitas, Satgas Covid-19 Juntinyuat bubarkan pengunjung obyek wisata Pantai Tirtamaya
Jumat, 14 Mei 2021 - 18:55 WIB
Satgas Covid-19 Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu terpaksa membubarkan pengunjung obyek wisat...
Aktivitas wisata Ciwidey Bandung turun karena penyekatan mudik Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:12 WIB
Pada suasana Idul Fitri tahun 2021 ini aktivitas pariwisata di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, J...
Libur Lebaran, 2.460 pengunjung datangi Taman Margasatwa Ragunan
Jumat, 14 Mei 2021 - 15:35 WIB
Taman Margasatwa Ragunan mencatat sebanyak 2.460 orang mengunjungi tempat wisata yang ada di Jakarta...
Kemenparekraf-Grab, tingkatkan kualitas layanan pemasaran dan potensi wisata Borobudur
Rabu, 12 Mei 2021 - 10:38 WIB
Salah satu mitra Co-Branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu  Grab Indonesia, kemb...
Kawasan Bromo-Semeru ditutup saat libur Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:37 WIB
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) memutuskan untuk melakukan penutupan seme...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV