Dai milenial: Ramadhan momen perkuat silaturahmi dan kebangsaan
Elshinta
Selasa, 13 April 2021 - 17:59 WIB |
Dai milenial: Ramadhan momen perkuat silaturahmi dan kebangsaan
Milenial intelektual muslim Habib Husein Ja`far Hadar (Dok BNPT)

Elshinta.com - Dai milenial Habib Husein Ja'far Hadar mengatakan bulan Ramadhan yang identik dengan menyucikan jiwa, silaturahmi dan saling memaafkan, juga jadi momen untuk memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.

Habib Husein, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa, mengatakan seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia sedang berbahagia menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1442 Hijriah yang merupakan bulan ampunan dari Allah SWT.

Dengan mempersiapkan diri (menyambut ramadhan) melalui perbaikan-perbaikan diri, akan dapat fokus beribadah dan menjadi orang yang pantas mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

“Setelah Ramadhan nanti kita akan terlahir kembali sebagai pribadi yang sudah dipenuhi oleh nilai cinta pada siapa pun,” tutur Habib Husein.

Mengaitkan pada era sosial media, dai muda yang berdakwah melalui media sosial ini menuturkan bahwa dalam Islam diajarkan untuk berbicara dengan cara yang baik, dengan kata yang baik, penyampaian yang baik dan bijaksana agar jangan sampai ilmu atau informasi yang benar tidak diterima karena disampaikan dengan cara yang tidak baik.

"Apapun isu yang ada di tengah kita hendaknya dikelola secara sehat, masyarakat dibiarkan berdiskusi tanpa harus diarahkan dan merasakan ketakutan di social media,” ujarnya.

Lebih lanjut Habib Husen Ja’far juga menyampaikan bahwa media sosial harusnya menjadi tempat diskusi secara sehat, sehingga dari sana bisa lahir gagasan dan ide konstruktif untuk kemajuan bangsa.

Ia juga menjelaskan, Ramadhan juga merupakan bulan cinta saat umat Islam diajarkan untuk menahan lapar dan haus untuk sesuatu yang lebih besar.

Pada bulan Ramadhan juga bisa belajar untuk merelakan hak kita untuk kemaslahatan yang lebih luas.

"Ada dua semangat Ramadan yang dapat kita ambil yaitu Ramadhan sebagai bulan cinta dan menjadi pribadi yang dermawan yang mampu merelakan sesuatu hilang dari diri (hak) kita untuk kemaslahatan yang lebih luas,” tukasnya.

Di momen Ramadhan ini, Habib Husein mengajak kaum milenial untuk belajar memahami Islam yang rahmatan lil alamin.

Hal ini terkait dengan serentetan aksi teror di Indonesia yang dilandasi pemahaman agama yang salah. Ia mengaku tidak habis pikir, seorang yang mengaku beragama Islam dan memiliki iman, melakukan aksi terorisme seperti bom bunuh diri.

“Siapa saja yang meledakkan rumah ibadah orang lain, maka yang hangus sejatinya iman mereka sendiri. Artinya dalam semua agama, apalagi dalam konteks Islam, teror bukan hanya tidak sesuai dengan nilai-nilai islam, tapi meneror nilai-nilai islam itu sendiri,” jelas Habib Husein.

Menurut dia, aksi terorisme itu sama saja meneror agamanya sendiri, apalagi kata Islam sendiri artinya keselamatan dan kedamaian, sehingga siapa yang tidak memberikan keselamatan dan kedamaian, dia tidak layak disebut seorang muslim.

Bahkan yang menyebabkan ketidaknyamanan atau teror, itu musuh Islam.

“Yang terpenting, generasi milenial harus menciptakan ceruk-ceruk, tokoh inspiratif atau guru, agar mereka tidak salah paham. Mereka juga harus tetap semangat belajar sesuatu yang positif. Jangan sampai dimanfaatkan teroris yang mengatasnamakan agama. Dan momen Ramadhan sangat tepat untuk melakukan itu,” kata Habib milenial itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR apresiasi Polri ungkap peredaran 310 kilogram sabu
Kamis, 13 Mei 2021 - 12:30 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi mengapresiasi jajaran aparat Polda Metro Jaya ya...
Presiden dan Ibu Negara shalat Idul Fitri di halaman Istana Bogor
Kamis, 13 Mei 2021 - 06:00 WIB
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menunaikan shalat Idul Fitri 1442 ...
Ketua DPR minta pemerintah tunda kedatangan WNA ke Indonesia
Rabu, 12 Mei 2021 - 22:37 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk menunda kedatangan war...
NasDem: Penggugat jabatan ex-officio BP Batam tidak hargai Jokowi
Rabu, 12 Mei 2021 - 18:23 WIB
Politisi Partai NasDem Willy Aditya menyebutkan, penggugat jabatan ex-officio Wali Kota Batam selaku...
Puan: Jangan sampai `kecolongan` penularan COVID-19 dari bandara
Rabu, 12 Mei 2021 - 13:57 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan lembaganya menaruh perhatian besar kepada kondisi bandara-band...
12 Mei 1998: Kelamnya tragedi Trisakti
Rabu, 12 Mei 2021 - 06:00 WIB
12 Mei 1998, peristiwa mencekam dan berdarah terjadi di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta...
KSP apresiasi misi penyelamatan 76 WNI korban penyekapan di Kamboja
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:05 WIB
Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi respons cepat Kementerian Luar Negeri terkait keberhasilan ...
NU minta polemik salat Id dihentikan dan patuhi pemerintah
Selasa, 11 Mei 2021 - 08:00 WIB
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin meminta seluruh pihak menyuda...
Anggota DPR RI sesalkan pertanyaan TWK terkait `lepas jilbab`
Senin, 10 Mei 2021 - 19:34 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyesalkan adanya pertanyaan yang melecehkan t...
Satgas Nemangkawi tangkap Viktor Yeimo DPO kerusuhan Papua 2019
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:34 WIB
Komandan Satgas Humas Nemangkawi Polri Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy membenarkan bahwa Tim S...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV