Sri Mulyani sebut pemulihan harus berlandaskan ekonomi hijau
Elshinta
Rabu, 14 April 2021 - 12:18 WIB |
Sri Mulyani sebut pemulihan harus berlandaskan ekonomi hijau
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. ANTARA/HO-Humas Kemenkeu/pri.

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi COVID-19 harus bersifat berkelanjutan yang berlandaskan transisi menuju ekonomi hijau.

"Transisi ini membutuhkan biaya yang sangat besar sementara pembiayaan publik di banyak negara saat ini diarahkan untuk penanganan pandemi," katanya saat Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional-Kelompok Bank Dunia Tahun 2021 (2021 IMF-WBG Spring Meetings) pada 5-11 April 2021 secara virtual.

Oleh sebab itu, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Sri Mulyani menyerukan mengenai realisasi kewajiban dukungan internasional kepada negara-negara berkembang sebesar 100 miliar dolar AS per tahun sesuai mandat UNFCCC dan Perjanjian Paris.

Tak hanya itu, negara-negara berkembang juga didorong untuk mengembangkan sumber pembiayaan inovatif sehingga perlu dibangun mekanisme pasar dan harga global yang dapat merefleksikan nilai emisi karbon secara nyata.

Hal itu harus dilakukan demi mewujudkan produk inovasi keuangan negara berkembang seperti Obligasi Hijau Konvensional atau Syariah atau Green Bond atau Green Sukuk yang mendapatkan apresiasi dengan nilai harga yang tepat.

Sementara bagi Indonesia, pemerintah telah memobilisasi instrumen pembiayaan inovatif seperti penerbitan Green Sukuk sejak 2018 untuk mendanai aksi perubahan iklim dan mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Selain itu, pemerintah juga membentuk Badan Layanan Umum Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk mengelola sumber daya keuangan lingkungan serta memfasilitasi pengembangan perdagangan dan pasar karbon atau carbon pricing.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini sedang menyiapkan regulasi tentang carbon pricing yang akan menjadi panduan dalam menyusun kebijakan domestik dan kerangka kelembagaan untuk penetapan harga karbon.

Sri Mulyani melanjutkan transisi ekonomi hijau akan berimplikasi pada stabilitas dan inklusi keuangan sehingga perlu mengutamakan instrumen pembiayaan hijau dalam sistem keuangan.

Selain itu, lembaga keuangan perlu menerapkan manajemen risiko yang kuat dengan didukung informasi yang komprehensif untuk menilai risiko terkait iklim.

Sri Mulyani menekankan kolaborasi yang erat antar para regulator termasuk Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan untuk mendukung langkah-langkah tersebut.

Terlebih lagi, Sri Mulyani yang sekaligus Co-chair Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim turut mendorong negara-negara mempertimbangkan berbagai pilihan kebijakan termasuk penetapan harga karbon dalam rangka menekan emisi serta memacu pertumbuhan.

Menurutnya, setiap negara memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan isu perubahan iklim sehingga patut mendapat dukungan jika terdapat negara yang melakukan reformasi, transformasi model bisnis, maupun mempromosikan proyek ramah lingkungan.

Terakhir, ia meminta kepada pihak swasta agar mengambil peran dalam aksi perubahan iklim seperti berpartisipasi untuk membeli Green Sukuk dan mengembangkan investasi yang lebih ramah lingkungan.

"Dengan kerja sama serta sinergi berbagai negara dan seluruh pemangku kepentingan di dunia maka upaya bersama dalam mengatasi tujuan ini diharapkan dapat tercapai demi menyelamatkan generasi selanjutnya," tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung Sinabung luncurkan awan panas teramati jarak 1.000 meter
Senin, 10 Mei 2021 - 00:07 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara menyatakan Gunung Sinabung...
Freeport berbagi bersama dengan 1.000 anak yatim-dhuafa di Jabodebek
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:56 WIB
PT Freeport Indonesia dalam bulan Ramadhan 1442 Hijriah ini memberikan perhatian dengan mengadakan k...
Pemkot Bogor libatkan perajin batik buat desain untuk bus bantuan
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:23 WIB
Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, melibatkan perajin batik di Kota Bogor untuk berkontribusi membua...
Hari libur Lebaran, pendatang boleh ke tempat wisata di Kota Bogor
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:12 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut pendatang dari luar Kota Bogor di wilayah aglomerasi J...
Kemenhub sesuaikan jumlah angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni
Minggu, 09 Mei 2021 - 22:28 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa setelah diberlakukannya penyekatan wilayah dan p...
Bupati Purwakarta: Tempat wisata harus perhatikan protokol kesehatan
Minggu, 09 Mei 2021 - 22:06 WIB
Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengimbau pengelola tempat wisata yang buka pada libur ...
AWG kecam kekerasan di Kompleks Masjid Al Aqsa
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:36 WIB
Wadah perjuangan Palestina Aqsa Working Group (AWG) mengecam tindakan kekerasan terhadap kaum muslim...
8.634.546 warga Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis lengkap
Minggu, 09 Mei 2021 - 20:55 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan sebanyak 8.634.546 warga Indonesia telah mendapatkan sunti...
Nekad mudik, satu juta perantau masuk Jateng
Minggu, 09 Mei 2021 - 20:36 WIB
Meski pemerintah telah melarang perantau untuk mudik mulai 6 - 17 Mei, diperkirakan mereka tetap nek...
 Ratusan kapal nelayan Tegal pulang kampung
Minggu, 09 Mei 2021 - 20:24 WIB
Ratusan kapal nelayan yang berisi para anak buah kapalnya pulang kampung. Mereka telah berlabuh di P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV