Filipina ajukan protes diplomatik baru atas kapal Tiongkok di LCS
Elshinta
Rabu, 14 April 2021 - 21:43 WIB |
Filipina ajukan protes diplomatik baru atas kapal Tiongkok di LCS
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Filipina mengajukan protes diplomatik baru ke Tiongkok pada Rabu, setelah menuding negara tetangganya itu melakukan penangkapan ikan ilegal dan mengumpulkan lebih dari 240 kapal di perairan teritorialnya.

Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa dua protes telah diajukan, beberapa hari setelah Manila memanggil Duta Besar Tiongkok Huang Xilian untuk mendesak penarikan kapal-kapal Tiongkok di Whitsun Reef yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LCS) dan zona maritim Filipina lainnya.

Filipina bulan lalu menggambarkan kehadiran lebih dari 200 kapal yang diyakini diawaki oleh milisi di dalam zona ekonomi eksklusif 322 kilometer telah "mengerumuni dan mengancam". Sementara Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya telah menyuarakan keprihatinan tentang niat Tiongkok, hingga memicu teguran dari Beijing.

Dalam sebuah unggahan Twitter, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan bahwa kapal-kapal Tiongkok telah "memancing segala sesuatu di laut yang menjadi milik kami secara hukum."

Satgas pemerintah Filipina mengatakan kapal-kapal yang panjangnya sekitar 60 meter itu, dapat menangkap satu ton ikan dalam sehari. Dikatakan 240 kapal berada di berbagai daerah di perairan Filipina pada Minggu (11/4), termasuk sembilan kapal di Whitsun Reef.

"Berkerumunnya kapal Tiongkok secara terus menerus menimbulkan ancaman bagi keselamatan navigasi, keselamatan kehidupan di laut, dan menghalangi hak eksklusif warga Filipina untuk mendapatkan keuntungan dari kekayaan laut di ZEE," kata gugus tugas itu dalam sebuah pernyataan pada Senin malam (12/4).

Kedutaan Tiongkok di Manila dan kementerian luar negeri di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Diplomat Tiongkok sebelumnya mengatakan bahwa Whitsun Reef adalah bagian dari tempat penangkapan ikan tradisionalnya, dan bahwa kapal-kapal itu berlindung dari laut yang ganas dan tidak memiliki milisi di dalamnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
New York mulai vaksinasi COVID-19 untuk remaja
Jumat, 14 Mei 2021 - 19:36 WIB
Tepuk tangan yang meriah pada Kamis menyambut dimulainya vaksinasi COVID-19 untuk kalangan remaja di...
PAHO: Empat varian COVID-19 terdeteksi di kawasan Amerika
Jumat, 14 Mei 2021 - 18:45 WIB
Empat varian COVID-19 paling mengkhawatirkan terdeteksi hampir di semua negara dan kawasan Amerika, ...
Junta Myanmar umumkan darurat militer di kota Negara Bagian Chin
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:56 WIB
Junta Myanmar telah mengumumkan darurat militer di sebuah kota di Negara Bagian Chin setelah menuduh...
10 pekan jepang Olimpiade Jepang tambah 3 prefektur berstatus darurat
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:24 WIB
Jepang menambah tiga prefektur berstatus darurat COVID-19, langkah mengejutkan yang mencerminkan kek...
Kasus COVID India lampaui 24 juta, saat varian virus menyebar ke dunia
Jumat, 14 Mei 2021 - 13:55 WIB
Jumlah infeksi COVID-19 yang tercatat di India naik melampaui 24 juta kasus pada Jumat, di tengah la...
DK PBB akan bahas konflik Israel dan militan Palestina pada Minggu
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:25 WIB
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam pertemuan pada Minggu (16/5) akan secara te...
Minyak anjlok sekitar tiga persen, terseret krisis COVID-19 India
Jumat, 14 Mei 2021 - 10:45 WIB
Harga minyak anjlok sekitar persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika krisis viru...
PM Palestina: Tindakan Israel bentuk rasisme paling keji
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:13 WIB
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Senin (10/5) mengatakan bahwa tindakan Israel di wi...
Dokter India peringatkan warga kotoran sapi bukan obat COVID
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:35 WIB
Para dokter di India memperingatkan warga tentang praktik penggunaan kotoran sapi dengan keyakinan ...
Info palsu sebabkan kluster baru COVID, dua ekspatriat di Hongkong ditahan
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:58 WIB
Dua ekspatriat di Hong Kong ditahan karena memberikan informasi palsu hingga menyebabkan terjadinya ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV