Dokter Gizi UI sarankan tidak hangatkan makanan buka puasa untuk sahur
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 13:21 WIB |
Dokter Gizi UI sarankan tidak hangatkan makanan buka puasa untuk sahur
Ilustrasi hidangan sup (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia dr. Putri Sakti tidak menyarankan Anda menghangatkan makanan berbuka agar bisa dikonsumsi kembali saat sahur.

Ketimbang menghangatkan makanan, Anda bisa misalnya menyiapkan bumbu untuk dua porsi sekaligus, sembari menyiapkan bahan masakan untuk sahur.

"Memang yang terbaik tidak boleh dipanaskan (dihangatkan). Saya sarankan bikin bumbunya untuk dua porsi, saat buka dan sahur. Misalnya membuat sop, bumbu dasarnya dibuat dobel, lalu kaldunya dibuat satu panci besar. Nanti saat sahur tinggal masukkan sayurannya saja dengan harapan kandungan dalam sayuran tidak rusak," kata dia dalam webinar "Dokter Menjawab" bertema dalam "Diet dan Olahraga di Bulan Puasa", Rabu sore.

Untuk menu sahur, Putri merekomendasikan Anda hidangan berkuah semisal sop dengan sayuran yang bervariasi atau ditambah bahan lain semisal ayam, daging atau kacang merah. Jadi, dalam satu hidangan ini juga mencakup sumber vitamin, protein hewani dan nabati.

"Saya pilih kuah-kuahan karena kita membutuhkan menambah cairan untuk seharian, di samping juga tidak ribet membuatnya. Lalu, dengan variasi sayur. Masukin juga ayam potong atau besoknya dengan daging, kacang merah. Jadi dalam satu kali masak sudah ada protein hewani, nabati dan sayur," tutur dia.

Bila ingin menghidangkan ikan balado, Anda juga bisa menambahkan tahu dan tempe. Anda nanti tinggal menambah sayuran sebagai lauk lainnya. Cara ini untuk meminimalisir waktu memasak agar tidak terlalu lama.

"Sayuran baiknya tidak dipanaskan lagi apalagi yang berwarna hijau, kalau nitratnya berubah bisa menjadi karsinonegenik juga. Vitamin juga banyak berkurang. Sayur tidak membutuhkan waktu lama dimasak, estimasi lima menit jangan terlalu lama. Sayur sebaiknya jangan dipanaskan, yang mau dipanaskan lauk lain saja misalnya ayam atau dagingnya," demikian pesan Putri.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
 BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:35 WIB
Guna melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khusus...
Kemenkes: Penghapusan hak paten vaksin berkontribusi pada akses dunia
Senin, 10 Mei 2021 - 21:20 WIB
Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan sikap Indonesia untuk men...
Lupus sulit didiagnosis tapi bisa dideteksi lewat SALURI
Senin, 10 Mei 2021 - 18:23 WIB
Lupus yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah sehingga diagnosisnya di fasilitas kesehatan tingka...
Peserta BPJS-Kesehatan tetap dapat pelayanan saat libur lebaran
Senin, 10 Mei 2021 - 11:58 WIB
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap bisa memperoleh jaminan pel...
Shalat Id saat pandemi secara aman, lokasi hingga rekomendasi masker
Senin, 10 Mei 2021 - 09:46 WIB
Para pakar kesehatan membolehkan Anda menunaikan shalat Idul Fitri atau Id di luar rumah secara berj...
Dokter: Larangan mudik bertujuan untuk menekan penularan COVID-19
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:55 WIB
Dokter spesialis paru dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dr. Wisuda Moniqa Silviyana, S...
13 juta jiwa telah menjalani vaksinasi dosis pertama
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:58 WIB
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan sebanyak 13.284.422 jiwa telah menjalani v...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV