KPK telusuri aliran uang Nurdin Abdullah lewat transaksi perbankan
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 11:42 WIB |
KPK telusuri aliran uang Nurdin Abdullah lewat transaksi perbankan
Arsip-Tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/3/2021) ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan aliran uang milik tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah (NA) melalui transaksi perbankan.

KPK, Rabu (14/4), telah memeriksa Kepala Kantor Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakkukang M Ardi sebagai saksi untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang milik tersangka NA melalui transaksi perbankan," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.

Selain itu, KPK juga memeriksa empat saksi lainnya untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan, yaitu pegawai BUMN Siti Abdiah Rahman, pegawai Bank Sulselbar Makassar Mawardi, Sri Wulandari dari pihak swasta, dan Sari Pudjiastuti selaku PNS.

Saksi Siti Abdiah didalami pengetahuannya terkait dengan proses penarikan sejumlah uang oleh tersangka Agung Sucipto (AS) yang diduga untuk diberikan kepada tersangka Nurdin melalui tersangka Edy Rahmat (ER).

"Mawardi (pegawai Bank Sulselbar Makassar) pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari tersangka NA," kata Ali.

Sedangkan saksi Sri Wulandari dan Sari Pudjiastuti didalami pengetahuan keduanya mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka Nurdin yang merupakan pemberian dari pihak-pihak tertentu, yaitu para kontraktor di antaranya dari tersangka Agung.

Adapun pemeriksaan lima saksi itu digelar di Gedung Polrestabes Makassar, Kota Makassar.

Selain pemeriksaan di Makassar, KPK pada Rabu (14/4), juga telah memeriksa tersangka Edy Rahmat dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Nurdin dan kawan-kawan di Gedung KPK, Jakarta.

"Sedangkan bertempat di Gedung KPK Merah Putih juga telah dilakukan pemeriksaan tersangka ER sebagai saksi untuk tersangka NA dan kawan-kawan. Adapun yang dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya beberapa komunikasi terkait pemberian sejumlah uang oleh tersangka AS kepada tersangka NA melalui tersangka ER," kata Ali.

KPK total menetapkan tiga tersangka kasus tersebut. Sebagai penerima, yakni Nurdin Abdullah (NA) dan Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin.

Sebagai pemberi, yaitu Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB).

Nurdin diduga menerima total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain di antaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Syamsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
12 narapidana korupsi Lapas Sukamiskin Bandung dapat remisi Idul Fitri
Kamis, 13 Mei 2021 - 12:15 WIB
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung menyatakan ada sebanyak 12 narapidana kasus korups...
Satgas COVID-19 Bogor bubarkan takbir keliling di Jalur Puncak
Kamis, 13 Mei 2021 - 00:06 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat membubarkan rombongan jamaah takbir keliling ...
Polres Cilegon amankan puluhan orang pelaku ajak mudik di Merak
Rabu, 12 Mei 2021 - 21:50 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Cilegon mengamankan puluhan orang pelaku ajakan mudik di Pelabuhan Merak, ...
Polda Jabar fokus penyekatan di batas kota cegah mudik lokal
Rabu, 12 Mei 2021 - 20:50 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menyatakan mulai memfokuskan penyekatan arus lalu linta...
Polres Lhokseumawe tangkap kurir satu kilogram sabu
Rabu, 12 Mei 2021 - 18:00 WIB
Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe menangkap dua pria asal Kabupaten Aceh Timur kare...
KKP terima limpahan kasus dua kapal Malaysia dari Polri
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:48 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima limpahan kasus penyidikan dua kapal ikan asing ber...
Polres Cilegon amankan pelaku provokasi mudik melalui WhatsApp
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:26 WIB
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang ata...
KPK: 75 pegawai bukan dinonaktifkan tapi diminta serahkan tugas
Selasa, 11 Mei 2021 - 23:41 WIB
KPK menyebut 75 pegawainya yang tidak memenuhi syarat menjadi ASN bukan dinonaktifkan tetapi diminta...
Kejagung periksa pengawas BEI sebagai saksi terkait Asabri
Selasa, 11 Mei 2021 - 23:08 WIB
Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jamp...
Novel Baswedan ungkap pertanyaan TWK banyak yang bermasalah
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:20 WIB
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan pertanyaan dalam Tes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV