Cegah kekerasan anak lewat strategi perlindungan terpadu di desa
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 16:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Cegah kekerasan anak lewat strategi perlindungan terpadu di desa
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak terus dilakukan. Meskipun di tengah pandemi Covid-19, banyak anak yang masih menjadi korban di berbagai desa yang tersebar di Jawa Tengah. Dibutuhkan strategi perlindungan terpadu di desa yang bisa mencegah kekerasan pada anak.

Melalui program Safe4C (Safe and Friendly Environment for Children) merupakan kerjasama DP3AP2KB, Yayasan Setara, dan UNICEF. Program ini bertujuan untuk Mendukung terciptanya penguatan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak di 10 kabupaten/kota di Provinsi Jateng. 

Salah satu yang akan dibangun adalah pengembangan mekanisme layanan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak berbasis masyarakat. Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan 225 desa/kelurahan terpilih dari 10 daerah seperti Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Sragen, Blora, Wonosobo, Brebes, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Pemalang dan Rembang.

Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kemen PPPA RI, Nahar menuturkan, strategi perlindungan anak tentu tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor. Butuh keterlibatan berbagai pihak, kelompok, serta komunitas di desa-desa yang bergerak bersama.

“Jadi terbangun sistem pelaporan yang terintegrasi sampai tingkat nasional,” kata Nahar di sela-sela Lokakarya Pengembangan Pedoman dan Mekanisme Rujukan Masyarakat yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah beserta Yayasan Setara dan UNICEF, Rabu (14/4). 

Ia melanjutkan, reformasi manajemen kasus yang melibatkan anak harus dilakukan secara besar-besaran. Pengembangannya kini diarahkan ke tingkat desa. Sebab, tingkat desa merupakan wilayah yang menjadi komunitas terdekat dengan masalah dan berbagai kejadian. 
Makanya, konsep desa ramah perempuan dan anak harus bisa dilakukan sinergi dengan sudut pandang kementerian masing-masing.  Apalagi di masa pandemi korban anak malah naik.

 “Desa ramah perempuan dan perlindungan anak bisa disupport untuk membuat kebijakan di tingkat nasional,” katanya. 

Makanya, saat ini dibutuhkan berbagai kelompok maupun komunitas yang memiliki arah perlindungan anak berbasis masyarakat. Di desa sendiri bisa dikembangkan ruang atau tempat bermain yang ramah anak.

 “Biasanya sih sudah dan kelihatan bagus, tapi sebenarnya tidak ramah anak. Ini harus dipastikan desainnya ramah anak,” ujarnya.

Strategi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat harus bisa mencakup pencegahan terhadap kekerasan, mengatasi persoalan, serta masyarakat juga tidak gagap ketika merespon kasus. Di tingkat desa sistem ini bisa melibatkan tokoh agama, tokoh adat serta tokoh masyarakat. 

“Penyediaan layanan dengan model yang ada di desa masing-masing. Jadi bisa berbeda antara satu desa dengan desa yang lain tentang penanganannya,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (15/4). 

Koordinator Desa Inklusif dan Desa Adat Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Ditjen PDP, Kemendes, Sri Wahyuni mengatakan, desa ramah lingkungan dan peduli anak bisa dibentuk di berbagai daerah. Makanya pendataan desa mencakup layanan perlindungan perempuan dan anak yang bisa dimaksimalkan. 

“Strateginya bisa memaksimalkan pendamping percontohan. Mereka menyusun panduan desa atau sekolah lapangan. Desa memiliki data gender dan data anak, melaksanaan anggaran responsif gender dan peduli anak,” katanya. 

Selain itu, katanya, desa juga memiliki organisasi perempuan dan anak. Sehingga tiap desa bisa memiliki layanan hukum bagi perempuan dan anak. 

“Lembaga yang sudah ada saat ini bisa dimaksimalkan di desa. Baik lembaga di tingkat perempuan maupun anak di desa,  lembaga yang ada itu bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah Retno Sudewi mengatakan, hasil sensus penduduk 2020 di Jateng sampai September ada 36,2 juta jiwa. Prosentase penduduk yang produktif mencapai 76 persen. Komposisi anak-anak di Jateng terdiri dari Kelompok Milenial sebanyak 24,3 persen. Ada juga Generasi Z sebanyak 25,31 persen. 

“Banyaknya anak-anak di Generasi Melenial dan Generasi Z juga berbanding lurus dengan angka kekerasan di Jateng. Tercatat sepajang 2018 kekerasan anak mencapai  452, pada 2019 kekerasan anak mencapai 503 dan pada 2020 ada 516 kasus,” katanya.

Dari data itu, katanya, jumlah yang terbesar merupakan kekerasan seksual. Di medsos banyak sekali kejadian yang terjadi, terutama selama masa pandemi ini.

Selain itu, ada juga banyak ajakan perkawinan anak. Data perkawaninan anak pada 2019 sebanyak 672 untuk yang laki-laki, sementara perempuannya mencapai 1.027.

Pada masa pandemi, angka itu juga naik. Tercatat pada 2020 ada perkawinan anak 1.671 untuk laki-laki. Sementara perempuannya mencapai 11.301.

“Tentang perundangan, sudah ada perda perlindungan anak dan kita akan amandemenkan. Termasuk nanti memasukan perkawinan anak di dalamnya,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan, melalui program Jo Kawin Bocah juga menjadi harapan menekan angka perkawinan anak. Termasuk juga melatih anak-anak untuk menjadi agen bagi teman sebayanya, melatih mereka untuk lebih waspada dan mengetahui pentingnya hak anak. 

“Tokoh masyarakat juga kita libatkan, perkawinan anak bisa kita cegah. Termasuk nantinya kontribusi para ibu di desa. Kolaborasi ini bisa kita lakukan, ketika terintegrasi dengan anak dalam masyarakat. Kita nanti bisa memberikan gambaran sistem di masyarakat untuk bisa memenuhi hak anak,” ungkapnya.

“Termasuk adanya komunitas, akademisi, dunia usaha, bahkan media. Sinergi di desa membentuk mereka lebih kuat, serta peran komunitas atau lembaga yang dilakukan secara terpadu,” tambahnya.

Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Pulau Jawa Ermi Ndoen menjelaskan, populasi anak di Jateng cukup tinggi. Selama pandemi ini mereka banyak mengalami berbagai perubahan. Salah satunya akses pelayanan bagi anak-anak.

“Termasuk anak-anak di daerah tertinggal. Kita butuh lingkungan yang ramah dan aman di 10 kabupaten di Jateng yang ikut kegiatan ini,” jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta diikuti 80-90 persen siswa
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:00 WIB
Uji coba sekolah tatap muka yang digelar di Kota Yogyakarta untuk jenjang SD dan SMP selama hampir d...
Meraih mimpi masa depan melalui beasiswa KIP Kuliah
Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:31 WIB
Program \"Merdeka Belajar\" yang salah satunya berupa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ...
2.593 guru swasta di Kudus terima tunjangan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyerahkan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) kepad...
UB kembali kukuhkan dua profesor 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:23 WIB
Universitas Brawijaya ( UB) kembali mengukuhkan dua profesor. Kedua Profesor  tersebut masing-masin...
 Tingkatkan minat baca dan menulis, Pemkab Matim gelar lomba bertutur
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:11 WIB
Dalam rangka menumbuhkan minat baca pada generasi muda dan mempersiapkan anak-anak, Pemerintah Kabup...
Pantau santri tidak mudik, Wabup Karawang sidak pesantren
Jumat, 07 Mei 2021 - 13:57 WIB
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan sidak ke Pesantren Al-Ikhlas, Tanjungpura, Kecamatan ...
Gubernur: Pendidikan di NTT harus adaptif terhadap potensi daerah
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:36 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap pote...
ITN Malang ditunjuk jadi pelaksana pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan 2021
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:57 WIB
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur ditetapkan sebagai perguruan tinggi Pelaksana P...
Pemprov Papua kirim 30 mahasiswa OAP ke Amerika Serikat
Selasa, 04 Mei 2021 - 12:23 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengirim sebanyak 30 mahasiswa unggul Orang Asli Papua (OAP) unt...
Kemendikbudristek lakukan transformasi melalui Merdeka Belajar
Selasa, 04 Mei 2021 - 11:57 WIB
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan transformasi p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV