Tak tersentuh bantuan, Kasmadi sekeluarga hidup di rumah reyot
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 21:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tak tersentuh bantuan, Kasmadi sekeluarga hidup di rumah reyot
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebuah rumah yang sebagian besar rusak bahkan ada yang ambrol menjadi tempat tinggal pasangan suami-istri Kasmadi (52) dan Umiyati (35) warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae kabupaten Kudus Jawa Tengah. Mereka tinggal bersama dua anaknya, yang masih duduk SMP dan sekolah dasar. Meski serba kekurangan, keluarga tersebut tidak tersentuh bantuan apapun dari pemerintah. Rumah tersebut ditempati sejak tahun 2009 yang merupakan warisan orang tuanya. 

"Sejak pertama menempati rumah sudah kondisi rusak semakin hari bertambah parah karena kami tidak punya biaya untuk memperbaiki. Kalau hujan air masuk semua", kata Umiyati, Kamis (15/4).

Dikatakan, suaminya bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilan perbulan sekitar Rp. 1 juta. 

"Kalau dihitung Per bulan ya sekitar Rp 1 jutaan, ya dicukup-cukupkan. Kadang kurang. Suami juga tidak pasti kerja. Nabung tapi kan kebutuhan banyak," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (15/4).

Umiyati mengaku selama ini belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Padahal kedua anaknya saat ini tengah duduk sekolah, anak pertama duduk di kelas 7 SMP dan anak kedua duduk kelas 2 SD. 

"Belum pernah dapat bantuan apapun dari bantuan KIS (kartu Indonesia Sehat), kalau kayak PKH (Program Keluarga Harapan) semua belum pernah. Bahkan kemarin pandemi bantuan sembako, keluarga kami juga tidak pernah dapat bantuan," ungkapnya. Ia sangat berharap ada bantuan karena benar-benar tidak mampu.

Sementara itu Kepala desa Gondangmanis, Susanto mengakui jika keluarga tersebut belum masuk pada data terpadu kesejahteraan sosial. Sehingga mereka belum menerima bantuan dari pemerintah. "Untuk jadi syarat masuk PKH, itu harus masuk data, keluarga ini belum masuk di data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Sebenarnya keluarga itu pernah masuk dalam data perbaikan DTKS. Namun, prosesnya mandeg karena keluarga itu tidak memberi persyaratan yang diminta oleh pihak desa. "Dulu dia tidak melengkapi KTP waktu dimintai, tetap akan kami usahakan", imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi putarbalik ratusan pemudik lintasi `jalan tikus` Karawang
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:55 WIB
Petugas memutarbalik ratusan pemudik yang melintasi salah satu jalan tikus jalur mudik di wilayah Ka...
Bupati Mura respon terbakarnya sekolah dan rumah warga di pedalaman
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:47 WIB
Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Perdie M Yoseph berencana dalam waktu dekat meninjau langsung...
Dua gudang plastik terbakar di Cakung
Jumat, 07 Mei 2021 - 12:46 WIB
Dua gudang plastik yang berada di Jl. Inspeksi Cakung, Jakarta Timur, ludes terbakar pada Jumat pagi...
Satu dari 179 orang yang keracunan makanan di Matim meninggal dunia
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:15 WIB
Adrianus Rasi (13), warga Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur...
Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas amankan kayu ilegal
Kamis, 29 April 2021 - 14:12 WIB
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Pos Jagoi Babang melaksanakan patroli keamanan untuk menc...
 Diduga pakai alkes bekas, Poldasu gerebek layanan rapid test KNIA
Rabu, 28 April 2021 - 00:01 WIB
Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, menggerebek tempat pelayanan rapid test di Ku...
Hiu paus terdampar di Pantai Tulungagung akhirnya mati
Jumat, 23 April 2021 - 23:18 WIB
Ikan hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar di Pantai Bayeman, Tulungagung, Jawa Timur sejak Kami...
Regulator : Pembekuan darah vaksin AstraZeneca bertambah jadi 168
Jumat, 23 April 2021 - 17:35 WIB
Regulator obat Inggris MHRA pada Kamis (22/4) mengatakan terdapat 168 kasus pembekuan darah setelah ...
Mayat wanita muda ditemukan tewas dengan kondisi terikat 
Jumat, 23 April 2021 - 17:16 WIB
Warga Jalan R Prajitno Rt 09 Rw 02, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Ja...
Gelar aksi, SPKS desak KPK dan BPK audit BPDPKS
Kamis, 22 April 2021 - 18:56 WIB
Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) hari ini, Kamis (22/4), mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV