Dokter RSCM: Asam amino esensial penting untuk tumbuh kembang anak
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 08:45 WIB |
Dokter RSCM: Asam amino esensial penting untuk tumbuh kembang anak
Ilustrasi saat seorang ibu sedang menjalin kedekatan dengan anak (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com -  Ketua Pokja Antropometri Kementerian Kesehatan dan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi & Penyakit Metabolik RSCM ​Prof. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengatakan kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) berperan besar dalam membantu pertumbuhan dan kecerdasan otak anak, termasuk dalam kondisi malnutrisi.

"Jika anak kurang mendapat asupan 9AAE di masa emas pertumbuhannya, maka pembentukan otaknya pun bisa tidak maksimal," ujar Prof. Damayanti dalam acara "Media Scientific Session", Kamis (15/4).

Berbagai studi menunjukkan bahwa protein hewani menjadi sumber 9AAE yang lebih baik dari protein nabati. Pasalnya, protein hewani memiliki 9AAE dalam jenis yang lengkap, berbeda dengan protein nabati yang memiliki limiting amino acids (hilangnya salah satu kandungan dari 9AAE).

Hal tersebut menjadi penting karena kekurangan satu jenis asam amino dapat menurunkan kinerja hormon pertumbuhan hingga 34 persen dan angkanya akan meningkat sampai 50 persen jika tubuh sama sekali tidak mendapatkan asam amino esensial secara lengkap baik dalam hal jenis dan jumlahnya.

Adapun sumber protein hewani dan 9AAE yang terbaik berdasarkan nilai bioavailabilitasnya adalah susu, telur, ikan, ayam dan daging.

"Di Indonesia, protein hewani justru kalah populer dengan protein nabati sebagai makanan pelengkap atau pendamping ASI. Ini adalah paradigma yang salah dan harus dibenahi bersama-sama," kata Prof. Damayanti.

"Kita harus memberi asupan dengan kandungan protein yang berkualitas, khususnya asam amino esensial yang yang ada dalam jenis yang lengkap serta jumlah yang cukup pada protein hewani," imbuhnya.

Kekurangan 9AAE juga dapat menyebabkan stunting. Stunting sendiri merupakan salah satu penyakit paling ditakuti di seluruh dunia karena dapat merusak generasi suatu bangsa.

Anak dengan kondisi stunting dapat mengalami gangguan fungsi kognitif dan penurunan sistem imun serta obesitas dan hipertensi saat dewasa.

Di Indonesia, per 2018, terdapat 18 provinsi dengan prevalensi stunting 30-40 persen. Angka tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan kasus stunting terbesar di Asia Tenggara.

Prof. Damayanti juga mengatakan bahwa anak dengan kondisi stunting akan memiliki ketertinggalan dari anak-anak lain dan sulit untuk ditanggulangi sehingga harus dicegah sedini mungkin.

Ia menyarankan bahwa sebaiknya anak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan, yang kemudian diikuti dengan MPASI bergizi tepat.

9AAE menjadi kandungan yang perlu mendapat perhatian besar dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak, karena protein hewani dengan 9AAE bila dikonsumsi dalam jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat dapat membantu mencegah stunting.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
 BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:35 WIB
Guna melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khusus...
Kemenkes: Penghapusan hak paten vaksin berkontribusi pada akses dunia
Senin, 10 Mei 2021 - 21:20 WIB
Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan sikap Indonesia untuk men...
Lupus sulit didiagnosis tapi bisa dideteksi lewat SALURI
Senin, 10 Mei 2021 - 18:23 WIB
Lupus yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah sehingga diagnosisnya di fasilitas kesehatan tingka...
Peserta BPJS-Kesehatan tetap dapat pelayanan saat libur lebaran
Senin, 10 Mei 2021 - 11:58 WIB
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap bisa memperoleh jaminan pel...
Shalat Id saat pandemi secara aman, lokasi hingga rekomendasi masker
Senin, 10 Mei 2021 - 09:46 WIB
Para pakar kesehatan membolehkan Anda menunaikan shalat Idul Fitri atau Id di luar rumah secara berj...
Dokter: Larangan mudik bertujuan untuk menekan penularan COVID-19
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:55 WIB
Dokter spesialis paru dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dr. Wisuda Moniqa Silviyana, S...
13 juta jiwa telah menjalani vaksinasi dosis pertama
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:58 WIB
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan sebanyak 13.284.422 jiwa telah menjalani v...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV