Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 07:45 WIB |
Orang tua wajib dampingi anak autisme akses gawai di era digital
Ilustrasi pendampingan orang tua menemani anak mengakses gawai. (Pexels)

Elshinta.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan dokter spesialis anak Rini Sekartini mengatakan di era digital di mana akses dan informasi tersebar melalui perangkat elektronik dengan mudah, orang tua wajib mendampingi anak yang mengalami Autism Spectrum Disorders (ASD) untuk mengakses gawai hingga tontonan di televisi.

Menurut dia, penggunaan gawai hingga tontonan di televisi untuk anak yang mengalami autisme di bawah usia 24 bulan sangat tidak disarankan.

“Penggunaan gawai sejak dini ini menjadi pemicu risiko keterlambatan bicara. Sayangnya orang tua kini banyak sekali yang memberikan gawai sejak usia bayi. Rekomendasinya sampai usia anak mencapai 2 tahun tidak boleh menggunakan gawai dalam bentuk apa pun,” kata dokter Rini saat dihubungi ANTARA, Jumat.

Penggunaan gawai hingga menonton tayangan di televisi diperbolehkan setelah anak sudah memahami sosialisasi di usia 2 tahun, namun dengan catatan orang tua harus mendampingi.

Orang tua harus memastikan selalu ada interaksi dua arah saat anak mengakses gawai atau pun tontonan televisi sehingga anak yang mengalami autisme dapat terstimulus dengan baik untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya dan tidak terpaku pada gawai atau pun televisi.

“Gawai ini diperbolehkan dengan adanya pendampingan untuk interaksi, karena anak- anak dengan ASD itu membutuhkan interaksi dua arah,” kata Rini.

Berdasarkan data Center for Disease Control and Prevention (CDC) kasus autisme mengalami peningkatan peluang mengikuti pertambahan waktu.

Baik faktor internal seperti genetik dan eksternal seperti lingkungan dapat berpengaruh menyebabkan terjadinya autisme pada anak khususnya dalam pengembangan sel- sel otak ditahap awal.

Kasus autisme dapat diketahui secara jelas saat anak berusia 2 tahun dengan ciri kurangnya bahasa yang digunakan saat berkomunikasi hingga kegiatan yang dilakukan berulang oleh anak terbatas.

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), individu yang memiliki ASD mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan baik dan hanya memiliki sedikit minat dan ketertarikan pada kegiatan atau pun aktivitas yang bersifat rutin.

Untuk itu anak dengan ASD harus menjalani serangkaian terapi agar bisa memahami bentuk sosialisasi yang terjadi di masyarakat.

Dokter Rini menyarankan orang tua harus berperan aktif selama anak menjalani rangkaian terapi di antaranya seperti terapi sensori integrasi, terapi perilaku, hingga terapi bicara dan okupasi.

“Terapi ini tetap harus didukung keluarga untuk dilatih di rumah setiap hari. Tugas keluarga membantu anak untuk dapat mandiri dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” kata dokter yang melangsungkan prakteknya di RSIA Bunda Menteng Jakarta itu.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
 BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:35 WIB
Guna melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khusus...
Kemenkes: Penghapusan hak paten vaksin berkontribusi pada akses dunia
Senin, 10 Mei 2021 - 21:20 WIB
Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan sikap Indonesia untuk men...
Lupus sulit didiagnosis tapi bisa dideteksi lewat SALURI
Senin, 10 Mei 2021 - 18:23 WIB
Lupus yang dikenal sebagai penyakit seribu wajah sehingga diagnosisnya di fasilitas kesehatan tingka...
Peserta BPJS-Kesehatan tetap dapat pelayanan saat libur lebaran
Senin, 10 Mei 2021 - 11:58 WIB
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tetap bisa memperoleh jaminan pel...
Shalat Id saat pandemi secara aman, lokasi hingga rekomendasi masker
Senin, 10 Mei 2021 - 09:46 WIB
Para pakar kesehatan membolehkan Anda menunaikan shalat Idul Fitri atau Id di luar rumah secara berj...
Dokter: Larangan mudik bertujuan untuk menekan penularan COVID-19
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:55 WIB
Dokter spesialis paru dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dr. Wisuda Moniqa Silviyana, S...
13 juta jiwa telah menjalani vaksinasi dosis pertama
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:58 WIB
Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan sebanyak 13.284.422 jiwa telah menjalani v...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV