Dokter sarankan makanan ramah lambung untuk berbuka puasa
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 17:10 WIB |
Dokter sarankan makanan ramah lambung untuk berbuka puasa
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengingatkan kepada penderita penyakit asam lambung yang berpuasa agar memilih makanan yang ramah untuk lambung, misalnya rebusan sayur atau makanan manis rendah lemak. 

​​​​​Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang terasa asam, pedas, berlemak tinggi terutama pada saat sahur.

"Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung. Karena lemak tinggi yang terdapat pada makanan bersantan, susu, jeroan, makanan yang digoreng, serta daging, dapat memperberat cara kerja lambung sehingga puasa menjadi tidak nyaman," kata Ari kepada Antara, Jumat (16/4). 

Makanan berjenis "clean food" seperti sayur yang direbus atau protein rendah lemak yang dikukus atau dibakar, serta makanan tanpa rasa pedas dan asam bisa menjadi pilihan sebagai menu sahur. Pasalnya, makanan yang berlemak, pedas serta asam hanya akan memperburuk kondisi lambung.

"Konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur dapat membebani lambung. Nantinya jam 8 pagi perut mulai terasa tidak nyaman, begah istilahnya. Jadi malah mengganggu ibadah puasa," jelas Ari.

"Kemudian saat berbuka, baru bisa konsumsi makanan berlemak seperti kolak, gulai atau rendang, tapi yang mindful ya, jangan berlebihan. Kalau mau konsumsi susu sebaiknya susu rendah lemak saja supaya aman," tambah Ari.

Selain itu kurangi konsumsi daging berlebihan pada bulan Ramadhan. Pasalnya konsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan kadar lemak di lambung sehingga proses pengosongan lambung menjadi terhambat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pakar gizi : Sebaiknya tak suguhkan minuman bersoda saat Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 21:48 WIB
Pakar gizi di Gorontalo Arifasno Napu, Jumat, mengatakan masyarakat sebaiknya tidak menyuguhkan minu...
Pakar: Lepas masker di AS karena beda jenis vaksin dengan Indonesia
Jumat, 14 Mei 2021 - 21:24 WIB
Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemuk...
Satgas: Sembuh COVID-19 bertambah 3.807 dan positif 2.633 orang
Jumat, 14 Mei 2021 - 20:56 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mencatat kasus sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah seba...
Putus rantai penyebaran Covid-19, Abbott Panbio Antigen Nasal dukung program 3T
Jumat, 14 Mei 2021 - 13:11 WIB
Pandemi Covid 19 di Indonesia belum berakhir meskipun berbagai upaya telah dilakukan pemerintah sepe...
Dokter RSUI: Jangan lupa sayur dan buah usai santap hidangan Lebaran
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:45 WIB
Pakar kesehatan mengingatkan Anda tak melupakan sayuran dan buah usai menyantap hidangan Lebaran yan...
Dokter sarankan atur jadwal camilan demi menjaga kadar gula tubuh
Jumat, 14 Mei 2021 - 11:30 WIB
Spesialis gizi dr. Amalia Primahastuti , M.Gizi, Sp.GK dari Ikatan Dokter Indonesia menyarankan untu...
Dokter sarankan tetap jaga jarak bila terpaksa ada di dalam kerumunan
Jumat, 14 Mei 2021 - 10:23 WIB
Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama memberi...
Berapa batasan jumlah santan yang boleh dikonsumsi setiap hari?
Rabu, 12 Mei 2021 - 15:15 WIB
Makanan penuh santan yang lezat menjadi tradisi hidangan Lebaran di Indonesia, sebut saja rendang, g...
Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:32 WIB
Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan saat Idul Fitri dengan cara meniada...
Ahli: Anak muda paling banyak terpapar COVID-19
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:54 WIB
Tenaga Ahli Menteri Kesehatan bidang penanganan pandemi COVID-19 Dr Andani Eka Putra mengemukakan ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV