Rentetan gempa di selatan Lombok-Sumbawa perlu diwaspadai
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 21:32 WIB |
Rentetan gempa di selatan Lombok-Sumbawa perlu diwaspadai
Pantauan BMKG terkait gempa di selatan Lombok-Sumbawa. ANTARA/HO-BMKG

Elshinta.com - Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengingatkan rentetan gempa tektonik di selatan Lombok-Sumbawa yang dipicu subduksi lempeng Eurasia perlu diwaspadai.

"Rentetan gempa selatan Lombok-Sumbawa ini menarik untuk dicermati mengingat segmen Megathrust Sumba termasuk relatif sepi terjadi gempa besar jika dibandingkan dengan Segmen Megathrust Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," kata Daryono di Jakarta, Jumat.

Sejak Kamis (15/4) hingga Jumat (16/4) telah terjadi 6 kali gempa tektonik di zona Megathrust Sumba di selatan Lombok dan Sumbawa.

Gempa utama (mainshock) sekaligus sebagai gempa yang terjadi pertama kali memiliki magnitudo 5,5 terjadi pada Kamis pukul 17.36.22 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 10,69 Lintang Selatan dan 116,94 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 216 km arah Selatan Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB pada kedalaman 44 km.

Gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di bidak kontak antarlempeng atau biasa kita kenal sebagai zona megathrust.

Guncangan gempa dirasakan di daerah Mataram,Lombok, dan Sumbawa Barat dalam skala intensitas III MMI. Meskipun kedalamannya dangkal tetapi tidak berpotensi tsunami karena magnitudonya yang relatif kecil untuk menjadi gempa berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG hingga Jumat 16 April 2021 pukul 10.42.05 WIB telah terjadi sebanyak 5 kali gempa susulan (aftershocks).

Gempa susulan paling besar terjadi pada Jumat pukul 10.42.05 WIB dengan magnitudo 5,4 dengan kedalaman 21 km. Gempa susulan ini dirasakan di Sumbawa dalam skala intensitas III MMI. Sementara di Mataram dan Denpasar dalam skala intensitas II MMI

Daryono menjelaskan, catatan BMKG menunjukkan bahwa gempa kuat yang dipicu oleh aktivitas zona subduksi selatan Lombok-Sumbawa tidak banyak, salah satunya adalah Gempa Bali yang merusak pada 21 Januari 1917.

Gempa yang berpusat di sebelah tenggara Pulau Bali ini berdampak guncangan sangat dahsyat skala intensitas VIII-IX MMI. Gempa ini populer disebut sebagai “gejer Bali” atau “Bali berguncang” karena gempa ini menelan korban jiwa sangat besar, sebanyak 1.500 orang meninggal, 64.000 rumah rusak, termasuk beberapa istana, 10.000 lumbung beras rusak, dan 2.431 Pura rusak, termasuk Pura Besakih juga mengalami kerusakan.

Menurut laporan Soloviev and Go (1974), guncangan gempa Bali 1917 telah memicu terjadinya tsunami yang teramati di pantai sebelah tenggara Pulau Bali, seperti Klungkung, dan Benoa. Tinggi run up tsunami yang terjadi mencapai dua meter.

"Terkait rentetan gempa selatan Lombok-Sumbawa yang saat ini sudah tercatat enam kali, tentu kita patut waspada. Harapan kita gempa ini aktivitasnya tidak terus berlanjut, tetapi segera meluruh dan berhenti aktivitasnya," ujar Daryono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Bogor tutup sementara Gerbang Tol Baranangsiang
Minggu, 16 Mei 2021 - 00:08 WIB
Polresta Bogor menutup sementara Gerbang Tol Baranangsiang dan mengalihkan arus lalu lintas ke pintu...
Polres Cilegon putar balik ratusan kendaraan dari Jabodetabek
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:46 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, Banten, memutar balik ratusan kendaraan berplat B dan F dari wil...
BPTJ sediakan angkutan bus alternatif untuk dukung KRL Jabodetabek
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:35 WIB
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan bus gratis khusus pada pagi dan sore pad...
Kakorlantas: 849 orang masuki wilayah Jabodetabek jalani tes antigen
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:24 WIB
Kepala Kors Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyebutkan sebanyak 849 orang yang me...
Kemenhub gelar tes antigen gratis untuk arus balik
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:02 WIB
Kementerian Perhubungan bersama sejumlah instansi menyiapkan tes antigen secara gratis bagi pengguna...
Benteng Kuto Besak palembang dipadati ribuan pengunjung
Sabtu, 15 Mei 2021 - 22:07 WIB
Tempat tujuan wisata Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, yang merupakan...
Polda Lampung putar balik 671 kendaraan pada Operasi Ketupat Krakatau
Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:38 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memutar balik 671 unit kendaraan pada hari kesembilan Operasi Ketu...
Jawa Barat pantau penerapan protokol kesehatan di 108 tempat wisata
Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:24 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat memantau penerapan protokol kesehatan di 108 te...
Menperin: Jadikan Ramadan momentum tingkatkan kejujuran
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:56 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak seluruh pejabat di lingkungan Kemenperin m...
Hari ke dua Idul Fitri, petugas gabungan putarbalik 123 mobil
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:36 WIB
Hari ke 2 Idul Fitri, petugas gabungan penyekatan memutarbalik 123 mobil yang akan masuk Malang mela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV