Kenal medsos lebih dini, 87 persen anak sudah bermedia sosial
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 22:27 WIB |
Kenal medsos lebih dini, 87 persen anak sudah bermedia sosial
Ilustrasi anak bermain dengan gawai (Foto: Flickr)

Elshinta.com - Hasil riset Neurosensum Indonesia Consumers Trend 2021: Social Media Impact on Kids menunjukkan bahwa 87 persen anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun.

Bahkan sebanyak 92 persen anak-anak dari rumah tangga berpenghasilan rendah mengenal media sosial lebih dini.

Secara rata-rata, anak Indonesia mengenal media sosial di usia 7 tahun. Dari 92 persen anak yang datang dari keluarga berpenghasilan rendah, 54 persen diantaranya diperkenalkan ke media sosial sebelum mereka berusia 6 tahun.

“Penggunaan media sosial di rumah tangga berpenghasilan rendah dimulai saat anak berusia sekitar 7 tahun, lebih awal dibandingkan dengan rumah tangga berpenghasilan menengah ke atas, yaitu 9 tahun," kata CEO NeuroSensum & SurveySensum Rajiv Lamba melalui keterangannya yang diterima di Jakarta pada Jumat.

Angka ini merupakan angka yang signifikan jika dibandingkan dengan rumah tangga berpenghasilan tinggi di mana hanya 34 persen yang menggunakan media sosial sebelum mereka mencapai usia tersebut. Sebagai informasi, raksasa media sosial seperti YouTube, Instagram, dan Facebook, menerapkan batas minimum usia pengguna 13 tahun.

"Meski belum memenuhi batas bawah usia akun media sosial, para orangtua pada akhirnya memberikan akses media sosial agar anak sibuk dan orangtua dapat fokus mengerjakan pekerjaan mereka," kata Rajiv.

Untuk melihat kesadaran dan kepedulian orang tua terhadap penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka di Indonesia, NeuroSensum meluncurkan survei pada bulan Februari untuk memahami kesadaran penggunaan media sosial anak-anak di antara orang tua dan kekhawatiran mereka terhadap penggunaan media daring oleh anak-anak.

NeuroSensum melakukan survei kepada 269 responden (52 persen pria dan 48 persen wanita) di 4 kota besar di Indonesia (Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya) dan menemukan beberapa informasi yang menarik. Tidak hanya usia, hasil riset NeuroSensum juga mengungkapkan adanya perbedaan durasi saat mengonsumsi konten media sosial diantara anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah dan tinggi.

"Meskipun dimulai pada usia yang sangat muda, anak-anak di rumah tangga berpenghasilan rendah menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial (2,4 jam sehari) dibandingkan teman seusia mereka di rumah tangga berpenghasilan tinggi yaitu 3,3 jam sehari," papar Rajiv.

Dari survey tersebut terlihat bahwa sejumlah platform media sosial seperti YouTube (78 persen), WhatsApp (61 persen), Instagram (54 persen), Facebook (54 persen), dan Twitter (12 persen) adalah platform daring yang paling banyak digunakan oleh anak-anak baik dari kalangan berpenghasilan rendah maupun tinggi.

Dari platform tersebut, anak-anak dari rumah tangga berpenghasilan tinggi dan rendah cenderung lebih memilih hiburan di internet sebagai alternatif mengisi waktu luang, dibandingkan dengan anak-anak dari rumah tangga berpenghasilan menengah, yang lebih fokus pada kegiatan komunikasi dan pembelajaran daring.

Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan kegiatan daring seperti bermain gim dan komunikasi daring (masing-masing 65 persen), belajar secara daring dan mempelajari keterampilan baru (masing-masing 48 persen), pembaharuan status di media sosial dan menonton film atau serial di platform daring (masing-masing 42 persen), membuat video di platform video pendek (37 persen), serta membaca buku atau komik di internet (30 persen).

“Salah satu sisi positif dari anak-anak yang bermedia sosial adalah kemampuan mereka memproduksi suatu karya di usia dini. Terlebih lagi semasa pandemi, anak-anak tidak hanya mengonsumsi konten digital tetapi juga semakin mahir memanfaatkan media sosial untuk membuat konten," jelas Rajiv.

Kendati demikian, aktivitas memproduksi konten ini lebih banyak dilakukan oleh anak dari kalangan atas yang kemudian memunculkan kekhawatiran lain di kalangan orang tua.

Survei NeuroSensum Indonesia Consumers Trend 2021: Social Media Impact on Kids juga melakukan riset pada perasaan orangtua mengenai keeratan anak dengan media sosial. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa konten yang bersifat kekerasan dan seksual menjadi kekhawatiran terbesar para orangtua yang telah mengenalkan media sosial ke anak-anaknya. Hal ini menjadi perhatian besar bagi 81 persen orang tua.

Perundungan (bullying) di dunia maya turut menjadi kekhawatiran 56 persen orang tua di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dampak negatif media sosial secara psikologis lebih mengkhawatirkan dibandingkan dengan efek terhadap kesehatan fisik.

Hal tersebut didukung dengan 98 persen orang tua yang lebih khawatir terhadap tontonan negatif yang berdampak terhadap anak-anak mereka.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Grab kerja sama dengan BAZNAS hingga LinkAja
Jumat, 07 Mei 2021 - 12:12 WIB
Perusahaan teknologi Grab bekerja sama dengan Layanan Syariah LinkAja, Badan Amal Zakat Nasional (BA...
Berbagi rezeki praktis lewat dompet digital
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:35 WIB
Hari Raya Idul Fitri tahun ini masih berlangsung di tengah pandemi, pemerintah bahkan sudah menetapk...
Kirim uang via WhatsApp bakal tersedia di banyak negara
Kamis, 06 Mei 2021 - 08:36 WIB
WhatsApp baru saja merilis fitur pembayaran di Brasil yang memungkinkan penggunanya di negara itu be...
Chanel padukan nuansa 90\'an dengan keanggunan Provence
Rabu, 05 Mei 2021 - 22:52 WIB
Rumah mode mewah asal Prancis, Chanel, menggelar peragaan busana untuk koleksi grafis Chanel Cruise ...
Konsep modern dan minimalis dalam busana Ramadhan
Senin, 03 Mei 2021 - 16:11 WIB
Menyambut Lebaran yang semakin dekat, Yuna & Co., platform personal styling berkolaborasi dengan l...
Zalora sambut lebaran lewat kolaborasi dengan perancang busana muslim
Senin, 03 Mei 2021 - 09:28 WIB
Zalora berkolaborasi dengan perancang muslim, tawarkan diskon hingga bagi-bagi hadiah ratusan juta r...
Volkswagen akan kembangkan chip kendaraan otonom
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:00 WIB
Volkswagen berencana untuk merancang dan mengembangkan chip bertenaga tinggi untuk kendaraan otono...
Kerja hibrida, definisi ulang sebuah kantor
Sabtu, 01 Mei 2021 - 15:20 WIB
Kerja secara hibrida, campuran bekerja di kantor dan di luar kantor, yang belakangan ini semakin pop...
Kiat aman berkenalan dan bertemu teman baru dari aplikasi MiChat
Sabtu, 01 Mei 2021 - 13:25 WIB
Berkenalan secara daring adalah hal yang lumrah di era digital, terutama saat pandemi COVID-19 karen...
Ridwan Kamil intip produksi motor listrik
Rabu, 28 April 2021 - 07:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Selasa (27/4), mengunjungi PT WIKA Industri Manufaktur di Cileungs...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV