Pemerintah benarkan produsen rokok mulai turunkan produksi
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 23:45 WIB |
Pemerintah benarkan produsen rokok mulai turunkan produksi
KUDUS - Sejumlah pekerja tengah memproduksi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) di Pabrik Rokok Jambur Bold yang berada di kawasan Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/10) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Elshinta.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan membenarkan bahwa produsen rokok kini mulai menurunkan produksi, menyusul kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) 2021 sebesar 12,5 persen.

"Benar bahwa ada dua pabrikan pada tahun ini turun dari golongan satu ke golongan dua. Artinya produksi rokok kedua pabrikan tersebut sepanjang 2020 kurang dari tiga miliar batang," kata Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Data menunjukkan sejumlah perusahaan besar seperti PT Nojorono Tobacco International (NTI) dan Korea Tomorrow & Global Corporation (KT&G) kini turun golongannya menjadi lebih rendah yakni di golongan dua.

Dia mengatakan penyebab penurunan golongan ini terjadi karena turunnya permintaan atas merek rokok yang diproduksi kedua pabrikan itu.

"Permintaan turun bisa daya beli masyarakat yang melemah atau perubahan selera konsumen atau bisa juga sebab lainnya," ujarnya.

Penurunan golongan yang dilakukan oleh NTI dan KT&G ini sebelumnya dibenarkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani.

Secara terpisah, peneliti Center of Human and Economic Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (CHED ITB-AD) Adi Musharianto memandang tren penurunan golongan ini juga berdampak langsung pada meningkatnya peredaran rokok murah .

Selama ini, kata Adi mencontohkan, selisih tarif cukai antara golongan satu dan dua untuk segmen sigaret kretek mesin (SKM) memang cukup besar.

Hal itu berarti perusahaan golongan satu yang turun dapat menghemat biaya produksi dari pembelian cukai hingga 38 persen per batang rokok yang dijual.

Selisih tarif cukai ini dapat dimanfaatkan oleh pabrikan untuk mendapatkan margin yang lebih besar karena masih dapat memproduksi hingga tiga miliar batang rokok setahun.

"Betul bahwa bisa terjadi pergeseran konsumsi ke rokok murah dan salah satu motif perusahaan rokok turun golongan adalah meraih besaran harga jual eceran (HJE) dan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang dibayarkan kepada negara lebih murah. Dalam kondisi pandemi seperti ini harga murah tentu menjadi buruan bagi konsumen termasuk harga rokok," katanya.

Rawan anak
Fenomena harga rokok menjadi semakin murah ini, kata Adi, tentu sangat disayangkan karena berpotensi membuka akses bagi anak-anak untuk merokok.

"Tujuan penetapan batas HJE dan CHT adalah untuk mengendalikan konsumsi rokok agar tidak terjangkau rakyat miskin dan anak-anak. Namun apabila rokok dijual dengan harga murah tentu akan menghambat upaya pengendalian tembakau,” ujar Adi.

Oleh sebab itu, Adi merekomendasikan agar pemerintah lebih tegas untuk mengawasi penerapan kebijakan harga.

"Pengawasan harga rokok menjadi hal yang urgen yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini,” katanya.

Apalagi, tambahnya, saat ini juga banyak perusahaan yang menjual produknya dengan harga yang lebih murah dari harga banderol yang telah ditetapkan sesuai cukainya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Bogor tutup sementara Gerbang Tol Baranangsiang
Minggu, 16 Mei 2021 - 00:08 WIB
Polresta Bogor menutup sementara Gerbang Tol Baranangsiang dan mengalihkan arus lalu lintas ke pintu...
Polres Cilegon putar balik ratusan kendaraan dari Jabodetabek
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:46 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, Banten, memutar balik ratusan kendaraan berplat B dan F dari wil...
BPTJ sediakan angkutan bus alternatif untuk dukung KRL Jabodetabek
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:35 WIB
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan bus gratis khusus pada pagi dan sore pad...
Kakorlantas: 849 orang masuki wilayah Jabodetabek jalani tes antigen
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:24 WIB
Kepala Kors Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyebutkan sebanyak 849 orang yang me...
Kemenhub gelar tes antigen gratis untuk arus balik
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:02 WIB
Kementerian Perhubungan bersama sejumlah instansi menyiapkan tes antigen secara gratis bagi pengguna...
Benteng Kuto Besak palembang dipadati ribuan pengunjung
Sabtu, 15 Mei 2021 - 22:07 WIB
Tempat tujuan wisata Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, yang merupakan...
Polda Lampung putar balik 671 kendaraan pada Operasi Ketupat Krakatau
Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:38 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memutar balik 671 unit kendaraan pada hari kesembilan Operasi Ketu...
Jawa Barat pantau penerapan protokol kesehatan di 108 tempat wisata
Sabtu, 15 Mei 2021 - 21:24 WIB
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat memantau penerapan protokol kesehatan di 108 te...
Menperin: Jadikan Ramadan momentum tingkatkan kejujuran
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:56 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak seluruh pejabat di lingkungan Kemenperin m...
Hari ke dua Idul Fitri, petugas gabungan putarbalik 123 mobil
Sabtu, 15 Mei 2021 - 20:36 WIB
Hari ke 2 Idul Fitri, petugas gabungan penyekatan memutarbalik 123 mobil yang akan masuk Malang mela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV