Kemendikbud sebut daftar periksa PTM terbatas terlalu panjang
Elshinta
Minggu, 18 April 2021 - 14:58 WIB |
Kemendikbud sebut daftar periksa PTM terbatas terlalu panjang
Plt Direktur SMA Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Purwadi, dalam dialog pendidikan di Jakarta, Ahad (18/4). (ANTARA/Indriani)

Elshinta.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut daftar periksa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas terlalu panjang yang berdampak pada lambannya sekolah mengisi daftar periksa.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi agar daftar periksa ke depan dibuat lebih ringkas, padat, efektif, dan efisien,” ujar Plt Direktur SMA Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Purwadi dalam dialog pendidikan di Jakarta, Ahad.

Dia menambahkan seharusnya daftar periksa tersebut dipersingkat dan diperpadat. Untuk itu, Kemendikbud beserta pemangku kepentingan perlu duduk bersama terkait banyaknya pertanyaan yang disampaikan didaftar periksa.

“Harusnya yang penting-penting saja, sehingga sekolah bisa mengisi dan cepat. Sebab, kalau sering meminta data dari sekolah, datanya panjang lebar, sekolah menjadi malas,” tambah dia.

Apalagi, sebenarnya sebagian data yang dipertanyakan dalam daftar periksa sudah ada di dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sudah diisikan sekolah secara berkala.

Purwadi menambahkan angka sekolah yang mengisi daftar periksa setiap hari bertambah terus. Pengisian daftar periksa merupakan salah satu syarat sekolah sebelum menyelenggarakan PTM terbatas.

Purwadi menjelaskan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) diterbitkan beberapa waktu lalu dikarenakan tidak efektifnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) daring.

Pelaksanaan PJJ daring selama ini diakui Purwadi menimbulkan hilangnya kesempatan belajar siswa. “Terutama di level bawah. PJJ daring harus pakai device. Sedangkan di daerah yang tidak terjangkau sinyal harus pakai guru kunjung,” kata dia.

Tidak hanya itu, proses PJJ semakin tidak efektif mengingat saat guru memberi tugas kepada siswa ternyata tidak selalu dikerjakan oleh siswa.

Syarat lainnya sebelum melakukan PTM terbatas adalah vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

“Pelayan publik sering berhadapan dengan masyarakat, jadi harus sehat duluan. Termasuk guru dan tenaga kependidikan. Seluruh GTK sudah vaksinasi pada akhir Juni, sehingga tahun ajaran baru kita sudah siap tatap muka semua sekolah,” katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Orang tua siswa di Surabaya diminta perhatikan pengumuman PPDB SMP
Selasa, 18 Mei 2021 - 11:19 WIB
Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur, meminta para orang tua agar memperhatikan pengumuman Pen...
 Sambangi daerah gempa, Markaz Dakwah FAI UMM salurkan bantuan
Senin, 10 Mei 2021 - 11:24 WIB
Markaz Dakwah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan kembali...
Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta luncurkan sentra vaksinasi COVID-19
Senin, 10 Mei 2021 - 11:10 WIB
Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur bekerjasama dengan Rumah Sakit Gandaria meluncurkan Sentra Vaksinasi...
Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta diikuti 80-90 persen siswa
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:00 WIB
Uji coba sekolah tatap muka yang digelar di Kota Yogyakarta untuk jenjang SD dan SMP selama hampir d...
Meraih mimpi masa depan melalui beasiswa KIP Kuliah
Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:31 WIB
Program \"Merdeka Belajar\" yang salah satunya berupa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ...
2.593 guru swasta di Kudus terima tunjangan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyerahkan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) kepad...
UB kembali kukuhkan dua profesor 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:23 WIB
Universitas Brawijaya ( UB) kembali mengukuhkan dua profesor. Kedua Profesor  tersebut masing-masin...
 Tingkatkan minat baca dan menulis, Pemkab Matim gelar lomba bertutur
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:11 WIB
Dalam rangka menumbuhkan minat baca pada generasi muda dan mempersiapkan anak-anak, Pemerintah Kabup...
Pantau santri tidak mudik, Wabup Karawang sidak pesantren
Jumat, 07 Mei 2021 - 13:57 WIB
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan sidak ke Pesantren Al-Ikhlas, Tanjungpura, Kecamatan ...
Gubernur: Pendidikan di NTT harus adaptif terhadap potensi daerah
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:36 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap pote...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV