Tersangka Paniel Kogoya beli senjata api Rp 1,1 miliar untuk KKB
Elshinta
Selasa, 20 April 2021 - 16:10 WIB |
Tersangka Paniel Kogoya beli senjata api Rp 1,1 miliar untuk KKB
Paniel Kogoya pemasok senjata api untuk KKB yang ditangkap di Nabire, Minggu (18/4/2021). (ANTARA/HO/Humas Satgas Nemangkawi)

Elshinta.com - Paniel Kogoya (41), tersangka penyuplai senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga yang ada di Intan Jaya, Papua menghabiskan dana Rp1,1 miliar untuk membeli empat pucuk senjata api.

Dana untuk membeli senjata api itu diperoleh dari Ges Gwijangge, anggota kelompok Egianus Kogoya, yang berasal dari perampasan, perampokan serta pemerasan kepada kepala suku maupun dana desa di tiap desa yang dipaksa menyetor Rp1 miliar per desa atau kampung, kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy, Selasa.

Dia menjelaskan, dana sebesar Rp1,1 miliar itu digunakan untuk membeli senjata api jenis SS1 dan M16 masing-masing dua pucuk.

Setelah menerima senjata api, Kogoya akan menyerahkannya ke Ges Gwijangge yang dikenalnya sejak 2018 lalu.

Senjata api itu berasal dari terpidana Didy Chandra Warobay saat ini mendekam di LP Nabire, kata Iqbal, seraya menambahkan Paniel Kogoya telah ditangkap Minggu (18/4) di Nabire.

Paniel Kogoya yang ditahan di Nabire akan dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, kata Kombes Iqbal.

Egianus Kogoya merupakan salah satu pimpinan KKB di Papua yang wilayah operasinya di sekitar Kabupaten Nduga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini respon pengacara Juliari soal pengajuan JC PPK bansos 
Selasa, 22 Juni 2021 - 20:24 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap Bansos, Matheus Joko Santoso (MJS) terus melempar tanggung jawabnya ke ma...
Pengedar narkoba divonis 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar
Selasa, 22 Juni 2021 - 19:08 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Maluku, menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp1 mili...
BNNP Jatim musnahkan 6,4 kg sabu-sabu dan 203.000 butir ekstasi
Selasa, 22 Juni 2021 - 18:10 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sa...
BPKP NTB rilis kerugian korupsi jagung senilai Rp27,35 miliar
Selasa, 22 Juni 2021 - 17:23 WIB
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis hasil ...
KKP deportasi 34 awak kapal Vietnam
Selasa, 22 Juni 2021 - 13:04 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Hukum dan HAM mendeportasi 34 orang awa...
KPK dalami pertemuan Wali Kota Tanjungbalai dengan eks penyidik Robin
Selasa, 22 Juni 2021 - 11:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami pertemuan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial (MS) den...
KPK konfirmasi saksi kepemilikan aset mantan Dirut Sarana Jaya
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi Made Elviani dari pihak swasta perihal dugaan...
Satgas Pamtas tangkap 80 orang PMI non prosedural
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:34 WIB
Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns menangkap sebanyak 80 orang pekerja migran Indonesia (PMI) non p...
KKP koordinasi dengan imigrasi deportasi 34 awak kapal asing
Senin, 21 Juni 2021 - 22:45 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi dengan pihak keimigrasian untuk mendeportasi ...
Polisi buru dua pelaku sindikat perdagangan harimau di Bengkulu
Senin, 21 Juni 2021 - 18:11 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu memburu dua pelaku lainnya yang me...
Live Streaming Radio Network