Anggota DPR: Kekerasan berbasis gender online ancaman serius
Elshinta
Rabu, 21 April 2021 - 06:56 WIB |
Anggota DPR: Kekerasan berbasis gender online ancaman serius
Sejumlah perempuan melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Senin (8/3/2021). Dalam aksinya mereka menyuarakan kesetaraan gender, perlawanan atas kekerasan seksual terhadap perempuan, dan ekspoitasi perempuan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Elshinta.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengatakan kekerasan berbasis gender online (daring) menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia.

"Kekerasan berbasis gender online jumlahnya semakin meningkat dan menjadi momok menakutkan bagi banyak perempuan di Indonesia," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta Selasa.

Ia mengatakan berkembangnya era digital di Tanah Air tidak saja membawa manfaat positif tetapi pada saat bersamaan juga menjadi ancaman serius terutama bagi kaum perempuan.

Oleh sebab itu, keadaan tersebut perlu mendapat perhatian serius bukan saja dari masyarakat tetapi juga pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.

"Dari banyak catatan yang kami kumpulkan, baik dari Komnas Perempuan, Safenet, LBH Apik dan lembaga-lembaga lainnya, kekerasan berbasis gender online ini sangat marak terjadi," katanya.

Menurut dia masalah tersebut perlu segera disikapi untuk mencegah bertambah banyaknya korban yang jumlahnya cenderung meningkat hari ke hari sebab sangat mengkhawatirkan.

Ia menyebutkan kasus kekerasan berbasis gender online meningkat sebanyak 940 kasus pada 2020 atau terdapat peningkatan tiga kali lipat dari 2019. Belum lagi kasus penyebaran konten intim non-konsensual yang jumlahnya juga meningkat sebesar 375 persen atau setara 169 kasus pada 2020.

"Ini sangat serius sekaligus memprihatinkan. Rata-rata korbannya adalah perempuan," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar tersebut membeberkan dari temuan yang ada bentuk kekerasan berbasis gender online yang banyak menimpa perempuan di Indonesia antara lain love scam, revenge porn, sexortation hingga pemalsuan akun dengan tujuan mencoreng nama baik korban.

Termasuk pula sexting, cyber stalking, viktimisasi dan cyber harassing yang membanjiri akun korban dengan komentar yang mengganggu, mengancam atau menakut-nakuti korban.

"Ini semua bentuk kekerasan riil dan ini sedang menimpa perempuan Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, upaya-upaya misalnya dari sisi literasi etika bermedia sosial yang selama ini digaungkan perlu terus tingkatkan. Selain itu diperlukan juga langkah perlindungan yang jelas dan tegas dari negara.

Dalam artian negara perlu secara serius memikirkan langkah-langkah konkret perlindungan terutama bagi perempuan yang selama ini banyak menjadi korban.

"Apakah dibutuhkan kerangka legislasi selain upaya literasi digital atau media sosial? Biasakan saja, bahwa perilaku kita di dunia nyata harus sama beradabnya dengan perilaku di ruang digital," ujar Christina.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kaum perempuan perlu lebih berkontribusi dalam industri manufaktur
Kamis, 24 Juni 2021 - 23:45 WIB
Tetra Pak mengindentifikasi sebuah peluang bagi lebih banyak Wanita untuk bergabung dengan industri ...
Dignity of Srikandi Kartini Edition pertemukan empat tim MLBB Ladies
Selasa, 27 April 2021 - 21:36 WIB
Turnamen esport khusus perempuan Dignity of Srikandi Kartini Edition 2021 resmi digelar, Selasa, yan...
Angeline Fremalco : Kaum Perempuan Jangan Takut Berkarya Untuk Negara
Rabu, 21 April 2021 - 10:44 WIB
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kapuas Hulu Angeline Fremal...
Anggota DPR: Kekerasan berbasis gender online ancaman serius
Rabu, 21 April 2021 - 06:56 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengatakan kekerasan berbasis gender onlin...
Wakil Wali Kota Makassar janji perjuangkan keseteraaan gender
Senin, 08 Maret 2021 - 19:54 WIB
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi Masse berjanji memperjuangkan nasib kaum perempuan melalui...
Peningkatan pemberdayaan perempuan disebut solusi pandemi COVID-19
Senin, 08 Maret 2021 - 14:05 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Bintang Puspayoga mengatakan peningk...
Kowani: Perempuan Indonesia harus merdeka melaksanakan darma
Senin, 08 Maret 2021 - 11:10 WIB
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan perempuan Indonesia ...
Wury Ma`ruf Amin: Setengah kekuatan bangsa ada pada perempuan
Selasa, 22 Desember 2020 - 14:37 WIB
Wury Estu Handayani, Istri Wakil Presiden KH Ma`ruf Amin mengatakan setengah populasi Indonesia adal...
Refleksi PERMAMPU dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan di masa pandemi
Jumat, 11 Desember 2020 - 09:11 WIB
Dalam acara perayaan Puncak 16 Hari Aktivisme yang diselenggarakan Konsorsium PERMAMPU secara virtua...
Dari Puteri Indonesia, Anoushka Bhuller jadi Dirut
Kamis, 16 Juli 2020 - 18:40 WIB
dr. Anoushka Bhuller MH peraih gelar Puteri Indonesia Favorit Media Sosial, juga menjabat sebagai D...
Live Streaming Radio Network