Organda minta dicarikan solusi dampak larangan mudik
Elshinta
Rabu, 21 April 2021 - 18:24 WIB |
Organda minta dicarikan solusi dampak larangan mudik
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, meminta Pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi berkaitan dengan kebijakan larangan mudik di masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) yang akan berdampak besar pada pendapatan para supir dan Pengusaha Otobus (PO).

"Kalau memang kebijakan pemerintah membatasi mudik, harus ada solusinya. Minimal memberikan kompensasi bagi sopir dan pengusaha otobus angkutan provinsi," ujar Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin, Rabu (21/4).

Menurut dia, memang pemerintah pusat telah menetapkan larangan mudik mulai 6-12 Mei 2021, guna menekan terjadinya kerumunan dan mengantisipasi penyebaran virus Corona. Namun, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mudik lebih awal dipersilahkan.

Tetapi, di sisi lain biasanya arus mudik mulai berlangsung tujuh hari jelang Lebaran, tapi karena aturan pembatasan itu, maka akan sangat berpengaruh pada pendapatan, dampaknya penghasilan kembali merosot tajam. Mengingat tahun 2020 lalu, larangan mudik juga diberlakukan.

"Hampir dipastikan pendapatan kembali anjlok. Bila pelarangan itu tanpa disertai solusi, maka mata pencaharian para sopir akan mati, begitupun PO merugi. Mestinya pemerintah juga memikirkan dampak dari kebijakan itu," katanya.

Pihaknya berharap, pelarangan mudik tersebut dikaji ulang, atau minimal mencari solusi lain, agar tidak merugikan dari sisi ekonomi. Sebab, sudah dua tahun kondisi perekonomian para supir mengalami keterpurukan akibat pandemi COVID-19.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dishub Banten bantu bus pelayanan penumpang pekerja
Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:15 WIB
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten membantu satu unit bus pelayanan penumpang bagi pekerja s...
MUI minta stasiun televisi siapkan grand design tayangan Ramadan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:00 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta stasiun televisi untuk menyiapkan grand design (desain besar)...
Kemendikbudristek: Riset terapan harus hasilkan produk
Jumat, 07 Mei 2021 - 23:15 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemend...
PB Perpari: Kesalahpahaman tentang asma di masyarakat masih kuat
Jumat, 07 Mei 2021 - 23:04 WIB
Pengurus Besar Perhimpunan Respirologi Indonesia (PB Perpari) menilai mitos dan kesalahpahaman tenta...
1.500 kendaraan diputar balik di titik sekat arteri Bekasi
Jumat, 07 Mei 2021 - 22:53 WIB
Sebanyak 1.500 kendaraan terindikasi hendak melakukan perjalanan mudik berhasil diputar balik di tit...
Insentif Desember 2020 tenaga kesehatan di Wisma Atlet segera dicairkan
Jumat, 07 Mei 2021 - 21:58 WIB
Pejabat Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dana insentif bagi relawan tenaga kesehatan di Rumah...
Ridwan Kamil: Seluruh jenis mudik di Jabar dilarang
Jumat, 07 Mei 2021 - 21:15 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan seluruh jenis kegiatan mudik Lebaran ta...
Jumlah penumpang KA di Daop 8 Surabaya turun drastis
Jumat, 07 Mei 2021 - 20:42 WIB
Jumlah penumpang kereta api (KA) di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya turun drastis ka...
Pengendara mobil pribadi jadi sasaran tes usap di tol Jawa Barat
Jumat, 07 Mei 2021 - 20:20 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan pelayanan tes usap antigen gratis secara acak kepada setia...
Salat Idul Fitri di Pasaman Barat tidak boleh di lapangan
Jumat, 07 Mei 2021 - 20:09 WIB
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menegaskan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 144...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV