Kebanjiran korban meninggal COVID-19, India mulai kremasi massal
Elshinta
Jumat, 23 April 2021 - 13:35 WIB |
Kebanjiran korban meninggal COVID-19, India mulai kremasi massal
Sejumlah kerabat menangisi kematian seorang pria akibat terpapar penyakit virus corona atau COVID-19 saat proses kremasi di sebuah krematorium di Kota New Delhi, India, Senin (28/9/2020). j. (ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/ws)

Elshinta.com - Warga Delhi Nitish Kumar terpaksa menyimpan jasad ibunya di rumah selama hampir dua hari sambil mencari ruang di krematorium kota tersebut - sebuah tanda banjir kematian di ibu kota India tempat kasus COVID-19 mengganas.

Pada Kamis Kumar mengkremasi ibunya, yang meninggal karena COVID-19, di tempat kremasi massal darurat di sebuah tempat parkir sebelah krematorium di Seemapuri, timur laut Delhi.

"Saya mencari ke sana-sini tetapi semua krematorium mempunyai berbagai alasan ... salah satunya kehabisan kayu," kata Kumar, dengan masker di wajahnya.

India mencatat jumlah kasus harian COVID-19 tertinggi di dunia yakni 314.835 kasus pada Kamis (22/4), dengan gelombang kedua pandemi menghancurkan infrastruktur kesehatan yang lemah. Di Delhi saja, di mana rumah sakit mengalami krisis pasokan oksigen, lonjakan kasus harian COVID-19 mencapai 26.000.

Mereka yang kehilangan orang terkasih di ibu kota India, tempat 306 orang meninggal karena COVID-19 dalam sehari, beralih ke fasilitas darurat yang melakukan penguburan massal dan kremasi lantaran krematorium kewalahan.

Jitender Singh Shunty, penyedia layanan medis Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal, mengatakan hingga Kamis malam 60 jasad telah dikremasi di fasilitas darurat di lapangan parkir dan 15 jasad lainnya masih menunggu.

"Tak seorang pun di Delhi pernah menyaksikan pemandangan demikian. Anak-anak yang berusia 5 tahun, 15 tahun, 25 tahun sedang dikremasi. Pengantin baru dikremasi. Berat untuk melihatnya," ungkap Shunty dengan mata berkaca-kaca.

Shunty, yang mengenakan alat pelindung dan sorban kuning cerah, mengatakan tahun lalu selama puncak gelombang pertama COVID-19 jumlah maksimal jasad yang ia bantu kremasinya adalah 18 jasad sehari, dengan rata-rata 8-10 per hari.

Menurutnya, pada Selasa 78 jasad dikremasi di satu tempat saja.

Kumar bercerita ketika ibunya, yang seorang petugas kesehatan pemerintah, terbukti positif COVID-19 10 hari yang lalu, otoritas tidak mendapatkan tempat tidur rumah sakit untuknya.

"Pemerintah tidak melakukan apa-apa. Hanya kamu yang bisa menyelamatkan keluargamu. Kamu sendiri," katanya.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB
Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidik...
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden t...
Vaksin COVID CureVac hanya efektif 47 persen dalam uji coba fase akhir
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 buatan...
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Live Streaming Radio Network