BMKG luncurkan inovasi sistem layanan informasi meteorologi maritim
Elshinta
Selasa, 27 April 2021 - 10:18 WIB |
BMKG luncurkan inovasi sistem layanan informasi meteorologi maritim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat salah satu alat prakiraan cuaca di BMKG Juanda Surabaya (Indra)

Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kedeputian Bidang Meteorologi meluncurkan sistem inovasi layanan informasi cuaca maritim dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan informasi cuaca dalam mendukung sektor kemaritiman.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Surabaya, Selasa, mengatakan sistem tersebut bernama Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), INA-DRIFT, dan INA-OPSMAR.
 
"Sistem INA-WIS merupakan pengembangan dari sebuah informasi analisis dan prakiraan cuaca konvensional menjadi sistem prediksi cuaca berbasis dampak (impact-based forecasting) dan peringatan dini berbasis resiko (risk based early warning) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor," ujarnya.
 
Ia mengatakan sistem ini dapat diakses untuk mengetahui informasi cuaca maritim selama 10 hari ke depan, informasi pelayaran port to port, dan juga menyediakan informasi daerah tangkapan ikan.
 
"Semua jenis kapal yang termonitor juga akan terpantau score risk-nya terhadap spesifikasi kapal yang dapat menyatakan persentase tingkat risikonya terhadap kondisi cuaca di lautan," ujarnya.
 
Selain dalam sektor transportasi laut, kata dia, wilayah pesisir dan laut Indonesia juga rentan terhadap ancaman pencemaran laut atau marine debris dan tumpahan minyak (oil spill) yang kerap terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.
 
Ia mengatakan fenomena tersebut tentunya berdampak buruk pada lingkungan ekosistem, habitat dan biota laut serta penurunan kualitas lingkungan laut.
 
"Oleh karenanya, BMKG juga telah mengembangkan sistem layanan informasi passive particle tracking atau yang lebih dikenal dengan sistem informasi trajektori laut atau INA-DRIFT," katanya.
 
Ia mengatakan produk INA-DRIFT dapat dimanfaatkan untuk menunjang operasi kegiatan penanggulangan bencana lingkungan, seperti marine debris, tumpahan minyak, dan aktivitas Search and Rescue (SAR) yang lebih akurat.
 
Ia menjelaskan akses informasi juga ditujukan bagi seluruh pengguna agar dapat memanfaatkan informasi trajektori dengan mudah dan cepat melalui pembangunan interface Ina-Drift disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
 
"BMKG juga berupaya mengimplementasikan otomatisasi dan modernisasi layanan dengan membangun sistem berbasis web yang memudahkan UPT Maritim untuk mengirimkan laporan kegiatan operasional dalam format yang baku, dapat diakses dengan mudah, serta efektif dan efisien, yang dikenal dengan sistem monitoring operasional meteorologi maritim atau INA-OPSMAR," ujarnya.
 
Ia mengatakan sistem pelaporan secara elektronik (e-reporting) ini memungkinkan monitoring pelaporan yang lebih cepat, efektif dan efisien. Selain sebagai sarana untuk monitoring kegiatan operasional di UPT Maritim, Ina-Opsmar juga terintegrasi dengan sistem jaringan Automatic Weather System (AWS) yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
Ia mengatakan sistem ini juga menyediakan fasilitas bagi UPT maritim untuk melakukan verifikasi bulanan terhadap produk prakiraan cuaca harian yang dikeluarkannya, serta memantau ketepatan waktu pengiriman produk informasi tersebut.
 
"Dengan inovasi layanan meteorologi maritim ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pengguna atau pemangku kepentingan kemaritiman di Indonesia sebagai upaya mendukung pembangunan ekonomi nasional dan mewujudkan zero accident," katanya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perkuat branding UMKM lokal, Menteri Johnny: Kominfo percepat bangun infrastruktur TIK
Jumat, 18 Juni 2021 - 20:03 WIB
Pemerintah melakukan pecepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk me...
Lima tips mengurangi risiko perundungan di Twitter
Jumat, 18 Juni 2021 - 12:56 WIB
Menciptakan pengalaman bermedia sosial yang nyaman merupakan hal penting agar pengguna tidak takut m...
 Menteri Johnny: Implementasi 5G perkuat pertumbuhan ekonomi nasional
Senin, 14 Juni 2021 - 19:55 WIB
Implementasi teknologi telekomunikasi 5G menjadi langkah untuk mewujudkan akses telekomunikasi yang ...
 Terima Dubes Arab Saudi, Menkominfo bahas tindak lanjut DCO dan kerja sama ekonomi digital
Kamis, 10 Juni 2021 - 11:13 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate membahas tindak lanjut Digital Collaboration Orga...
Tahap pertama dari Aceh, Menteri Johnny: Kominfo tempuh 4 langkah persiapkan ASO
Rabu, 09 Juni 2021 - 20:18 WIB
 Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun empat pilar utama sebagai langkah aksi untuk memp...
 Pacu transformasi ekonomi, Menkominfo siapkan 5 program strategis tahun 2022
Senin, 07 Juni 2021 - 19:11 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyiapkan 5 program strategis untuk mendukung te...
7 Juni 1994: Sejarah Internet di Indonesia
Senin, 07 Juni 2021 - 06:12 WIB
Sejarah Internet Indonesia dimulai tahun 1990-an jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebaga...
NASA siapkan dua misi untuk pahami kondisi iklim Venus
Jumat, 04 Juni 2021 - 07:45 WIB
NASA menyiapkan dua misi mereka, DAVINCI+ dan VERITAS untuk memahami bagaimana kondisi iklim Planet ...
Terapan teknologi netral, Menteri Johnny : 5G butuh dukungan infrastruktur yang besar
Kamis, 03 Juni 2021 - 19:38 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebutkan, pemerintah menetapkan pilihan teknol...
Teknologi belum mampu prediksi gempa secara akurat
Jumat, 28 Mei 2021 - 13:18 WIB
Hingga saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi dengan tepat dan akurat...
Live Streaming Radio Network