India laporkan rekor baru kasus COVID, Mumbai tutup pusat vaksinasi
Elshinta
Jumat, 30 April 2021 - 16:51 WIB |
India laporkan rekor baru kasus COVID, Mumbai tutup pusat vaksinasi
Seorang pasien memakai masker oksigen saat dibawa ke rumah sakit COVID-19 untuk dirawat, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Ahmedabad, India, Senin (26/4/2021). (REUTERS/Amit Dave/hp/cfo.)

Elshinta.com - India pada Jumat melaporkan 386.452 lagi kasus COVID-19 --yang merupakan rekor baru, sementara jumlah kematian akibat penyakit itu melonjak sebanyak 3.498 orang selama 24 jam terakhir, menurut data kementerian kesehatan.

Sementara itu, semua pusat vaksinasi di kota pusat keuangan India, Mumbai, ditutup selama tiga hari mulai Jumat karena kekurangan vaksin, kata pihak berwenang.

Para ahli medis percaya bahwa angka COVID-19 di negara terpadat kedua di dunia itu sebenarnya mungkin mencapai lima hingga 10 kali lebih besar dari hitungan resmi.

India sejak akhir Februari 2021 telah mencatat sekitar 7,7 juta kasus lagi saat ketika gelombang kedua meningkat, menurut penghitungan Reuters.

Sebelumnya, India mencatat 7,7 juta kasus COVID dalam masa lebih lama, yakni hampir enam bulan.

Negara itu saat ini mengalami krisis yang parah. Rumah-rumah sakit dan kamar jenazah kewalahan. Persediaan obat-obatan dan oksigen terbatas. Pembatasan ketat pada pergerakan diterapkan di kota-kota terbesar.

India adalah negara produsen vaksin terbesar di dunia namun tak punya cukup persediaan untuk mengimbangi gelombang kedua COVID-19 yang banyak menelan korban jiwa.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi berencana untuk menjalankan vaksinasi pada semua orang dewasa mulai 1 Mei.

Sejak Januari, baru sekitar sembilan persen dari 1,4 miliar penduduk India yang sudah divaksin.

Beberapa negara bagian mengatakan bahwa mereka belum dapat mengimunisasi orang-orang yang berusia 18-45 tahun.

Modi dijadwalkan melakukan sidang kabinet pada Jumat, sementara gelombang infeksi melumpuhkan sistem kesehatan negara.

Keadaan itu juga mengancam akan berdampak pada perusahaan-perusahaan besar semakin banyak karyawan yang jatuh sakit atau mengambil cuti untuk merawat kerabat yang sakit.

Bantuan dunia mulai berdatangan di India saat negara itu bergulat memerangi keadaan yang digambarkan sebagai bencana kemanusiaan.

Penerbangan pertama dari Amerika Serikat yang membawa sejumlah tabung oksigen, regulator, paket alat diagnostik cepat, masker N95, dan oksimeter denyut tiba di ibu kota India, Delhi, pada Jumat.

"Sama seperti India datang membantu kami di awal pandemi, AS berkomitmen untuk bekerja segera memberikan bantuan kepada India pada saat dibutuhkan," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Twitter.

"Hari ini kami dengan bangga mengirimkan pengiriman pertama peralatan oksigen yang sangat diperlukan, bahan-bahan terapi, dan bahan mentah untuk memproduksi vaksin." (Sumber: Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB
Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidik...
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden t...
Vaksin COVID CureVac hanya efektif 47 persen dalam uji coba fase akhir
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 buatan...
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Live Streaming Radio Network