MemoRI 03 Mei
3 Mei 1985: Legenda juara tinju dunia dari Indonesia
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
3 Mei 1985: Legenda juara tinju dunia dari Indonesia
Petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical. https://bit.ly/2PGoy50

Elshinta.com - Jika bicara tinju modern Indonesia, penggemar masa kini akan lebih mengingat Chris John. Petinju berjuluk The Dragon memang hebat sebagai petinju yang menyandang gelar juara dunia di kelas bulu terlama kedua selama satu dekade. Ada satu nama yang melekat di benak masyakarat yang menyaksikan TVRI pada tahun 1980-an. Mereka menjadi saksi munculnya juara tinju dunia pertama dari Indonesia. Dialah Ellyas Pical.

Pria kelahiran Saparua, Maluku ini memulai perjalanan tinjunya dari tinju amatir. Namanya masuk dalam peta tinju amatir pada 1980 ketika dia menjadi tampil dalam Piala Presiden ketiga di Jakarta. Elly meraih medali emas pada kelas 51 kg. Nama Elly mendunia di tahun 1984. Dia berhasil menghentikan petinju yang pernah jadi nomor satu dunia, Prayurasak Muangsurin. Barulah kemudian dia berhasil mengklaim gelar juara OPBF Super Flyweight usai mengalahkan Hi Young Chung dari Korea Selatan.

Setelah berhasil mempertahankan gelar OPBF dengan mengalahkan Mutsuo Watanabe, Elly disuguhi pertarungan perebutan gelar juara dunia. Dia dijadwalkan berjumpa dengan Chun Ju Do juara IBF Super Flyweight. Dalam duel di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1985, Elly menang telak dan memastikan gelar juara dunia pada ronde delapan. Petinju berjulukan The Exocet itu menggunakan hook kirinya untuk memukul jatuh Chun Jun Do, sehingga dinyatakan menang dengan technical knock out alias TKO.

Gedung Istora Senayan, Jakarta, menjadi saksi bisu Ellyas meraih sabuk juara dunia IBF Super Flyweight tersebut.

Sumber: kompas.com, detik.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gresini Racing resmi gandeng Ducati mulai MotoGP 2022
Kamis, 17 Juni 2021 - 19:05 WIB
Gresini Racing mulai musim MotoGP tahun depan akan menggunakan mesin Desmosedici setelah pada Kamis ...
LaMelo Ball sabet penghargaan NBA Rookie of the Year
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:48 WIB
Guard Charlotte Hornets LaMelo Ball dinobatkan sebagai Rookie of the Year, dan menjadi pemain ketiga...
Penyelenggara: Naomi Osaka masih akan bermain di Wimbledon
Rabu, 16 Juni 2021 - 22:46 WIB
Penyelenggara Wimbledon mengatakan petenis Jepang Naomi Osaka masih akan bermain dalam kejuaraan Gra...
Pemprov Papua: persiapan Peparnas XVI 2021 sudah maksimal
Rabu, 16 Juni 2021 - 11:08 WIB
Pemerintah Provinsi Papua menyebutkan pihaknya telah secara maksimal mempersiapkan diri sebagai tuan...
Pirelli sebut insiden pecah ban di Baku bukan karena cacat produksi
Rabu, 16 Juni 2021 - 07:01 WIB
Pirelli pada Selasa membantah cacat produksi atau kualitas menjadi penyebab insiden pecah ban dalam ...
Kasal cek kesiapan PON XX di Papua
Selasa, 15 Juni 2021 - 20:46 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono bersama rombongan kunjungan kerja ke Pr...
Mantan pebulu tangkis nasional Markis Kido meninggal dunia
Selasa, 15 Juni 2021 - 00:04 WIB
Mantan pebulu tangkis nasional dan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido meninggal d...
Dukung suksesnya PON XX Papua, Pangdam XVII/Cen dan Danrem Merauke gowes bersama
Senin, 14 Juni 2021 - 21:36 WIB
Dalam rangka mendukung suksesnya PON XX Tahun 2021 di Provinsi Papua, Pangdam XVII/Cen Mayjen TNI Ig...
Pemprov Papua minta persiapan PON terus digenjot
Senin, 14 Juni 2021 - 20:57 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta agar persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di sisa ...
Sean Gelael dkk. harus puas di posisi dua balapan ketahanan Portugal
Senin, 14 Juni 2021 - 08:02 WIB
Trio pebalap tim JOTA, Sean Gelael, Stoffel Vandorne, dan Tom Blomqvist harus puas menduduki posisi ...
Live Streaming Radio Network