PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Elshinta
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:57 WIB |
PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Ilustrasi (Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloys Gunawan mengatakan, pukul 12.00 merupakan waktu terbaik untuk terpapar sinar matahari demi mengaktifkan vitamin D yang ada dalam tubuh sehingga tak mengalami defisiensi.

"Tidak bisa sembarangan berjemur untuk mendapatkan vitamin D. Panjang gelombang sinar UV harus spesifik (UVB), biasanya 280-300 nanometer didapatkan pada siang hari jam 10.00-13.00, paling bagus jam 12.00 siang untuk vitamin D," ujar dia dalam konferensi pers daring peluncuran produk vitamin D, Rabu.

Inilah menjadi salah satu alasan selebritas Melanie Putria termasuk yang rutin terpapar sinar matahari karena kegiatan berlari jarak jauhnya sejak pukul 06.00 hingga 09.00 tetap terdiagnosis kekurangan vitamin D.



Terkait waktu berjemur, Jeffri yang lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu merekomendasikan durasi selama 10-30 menit untuk menghasilkan vitamin D di dalam tubuh dan sebaiknya tak menggunakan tabir surya dengan kandungan SPF lebih dari 15.

Setelah jam 13.00, panjang gelombang sinar UV sudah berisiko tinggi dan bisa mencetuskan kanker.

Lebih lanjut, saat berjemur Anda disarankan mengenakan pakaian minim ketimbang menutupi seluruh kulit walau ini tak mudah antara lain karena berbagai alasan seperti ketakutan terutama kaum hawa pada sinar matahari, waktu hingga kekhawatiran harus menggunakan pakaian minim saat berjemur. Selain itu, pastikan Anda berada di luar untuk mendapatkan sinar matahari langsung.

"Kalau pakai kaca (jendela di kantor atau rumah misalnya) UVB terhalang, terganggu kerjanya, tidak seperti UVA. Inilah kenapa kita sebaiknya sinar matahari dari outdoor," tutur Jeffri.

Di dalam kesempatan itu, Chief Strategy Officer Konimex Group, Edward Joesoef mengungkapkan, walau Indonesia termasuk negara tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup, masih banyak masyarakat di negara ini baik itu dari kalangan anak-anak hingga berusia lanjut yang mengalami defisiensi vitamin D.

Tidak banyak orang yang berjemur di luar selama 30 menit, gaya hidup dinamis antara lain bekerja dari pagi hingga sore hari menyulitkan orang-orang secara konsisten berjemur di luar, menjadi sederet alasannya.

Untuk memastikan kecukupan vitamin D di dalam tubuh, Anda bisa menjalani pemeriksaan kadar vitamin yang berperan untuk sistem kekebalan, menjaga keseimbangan kalsium dan tulang serta mencegah risiko beberapa penyakit seperti jantung dan kanker itu, di laboratorium, demikian pesan Jeffri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Agar mata tetap sehat meski terus terpapar layar gawai
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:53 WIB
Pandemi masih belum usai dan sebagian besar masyarakat masih harus bekerja atau berkegiatan di rumah...
Vaksin AstraZeneca efektif hadapi varian Delta
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:56 WIB
Virus corona varian Delta atau B1617.2 bisa dihadapi secara efektif dengan merek vaksin COVID-19 yan...
Dokter: Penderita hipertensi boleh olahraga asalkan kondisinya stabil
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:02 WIB
Orang dengan riwayat hipertensi seperti halnya legenda bulu tangkis nasional Markis Kido bisa aman m...
Kemenkes: 47 kasus varian baru COVID-19 berasal dari luar negeri
Rabu, 16 Juni 2021 - 11:48 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan 47 dari total 1...
Perhatikan ini saat tolong orang serangan jantung
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:19 WIB
Melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung hingga tak sadarkan diri, seperti yang dialami l...
Dokter: Gangguan prostat tak berkorelasi dengan kemandulan
Minggu, 13 Juni 2021 - 23:57 WIB
Gangguan pembesaran prostat atau benign prostate hyperplasia (BPH) pada pria tidak berkorelasi langs...
UPT Puskesmas di Langkat harus jadi garda terdepan layani kesehatan primer
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:35 WIB
Sebanyak delapan orang PNS di jajaran Pemkab Langkat dilantik menjabat Kepala UPT Puskesmas di Kabup...
Dokter: Mengunyah makanan sebaiknya seimbang di kedua sisi mulut
Minggu, 13 Juni 2021 - 16:35 WIB
Mengunyah makanan sebaiknya dilakukan secara seimbang di kedua sisi mulut, sebab kebiasaan hanya men...
Jangan sepelekan buku KIA untuk pantau tumbuh kembang anak
Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:45 WIB
Dokter spesialis anak yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Citra Amelinda, ...
Pemerintah: Masyarakat harus ubah mindset untuk tekan lonjakan Covid-19 di daerah
Jumat, 11 Juni 2021 - 20:50 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menjelaskan Pemerintah sudah memp...
Live Streaming Radio Network