KKP: Jumlah kapal pengawas perikanan idealnya ada 78
Elshinta
Rabu, 05 Mei 2021 - 17:23 WIB |
KKP: Jumlah kapal pengawas perikanan idealnya ada 78
Ilustrasi - Kapal pengawas perikanan. ANTARA/HO-KKP

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengemukakan bahwa jumlah kapal pengawas perikanan yang ideal untuk dapat mengawasi berbagai kawasan perairan nasional secara menyeluruh adalah 78 kapal, namun KKP kini baru memiliki 30 kapal.

"Armada PSDKP sampai saat ini, kami baru memiliki 30 kapal. Idealnya untuk memantau, melakukan pengawasan, setidaknya 78," kata Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP Pung Nugroho Saksono, yang akrab dipanggil Ipunk, dalam acara Podcast Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Jakarta, Rabu.

Namun, menurut Ipunk, dengan jumlah kapal yang masih belum mencapai separuh dari jumlah ideal, pihaknya tetap berusaha maksimal dalam melakukan pengawasan.

Ia mengemukakan, optimalisasi pengawasan kelautan dan perikanan terlihat dari tahun 2020 lalu melakukan penangkapan terhadap sekitar 100 kapal ikan ilegal, sedangkan pada tahun ini baru berjalan sekitar empat bulan sudah menangkap sebanyak 82 kapal.

KKP juga memiliki program dalam pemberdayaan sektor kelautan dan perikanan di berbagai daerah pulau kecil terluar yaitu dengan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), seperti di Laut Natuna Utara.

Memang, lanjutnya, SKPT di kawasan namun diakui masih belum optimal karena masih baru dalam pengembangannya dan industrinya belum terlalu berjalan sehingga perlu terus-menerus untuk didorong.

Masih di Natuna, Ipunk mengungkapkan bahwa kapal ikan asing yang ditangkap di sana dalam muatannya kerap ditemukan sejumlah komoditas tertentu seperti cumi dalam beragam ukuran.

Selain itu, ujar dia, kapal ikan asing seperti Vietnam di Laut Natuna Utara juga ditemukan menggunakan trawl yang akan merusak dasar lautan dan ekosistem perairan.

"Terumbu karang itu kalau kena itu rusak," kata Direktur Pemantauan dan Operasi Armada KKP.

Berdasarkan data KKP, kapal pelaku IUUF (penangkapan ikan ilegal) yang ditangkap di perairan Laut Natuna Utara secara berturut-turut adalah 83 kapal pada 2016, 75 kapal pada 2017, 50 kapal pada 2018, 27 kapal pada 2019, 24 kapal pada 2020, dan 2021 ini (sampai 30 April) ada 8 kapal ikan yang ditangkap.

Sebagaimana diwartakan, citra satelit mengungkap kapal-kapal Vietnam mencuri sumber daya alam perikanan Indonesia di perairan Natuna Utara dengan menggunakan alat tangkap pair trawl atau pukat yang bisa merusak biota laut.

Peneliti dari Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Andreas Aditya dalam konferensi pers daring yang dipantau di Jakarta, Kamis, menyebutkan intensitas aktivitas illegal fishing di perairan Natuna Utara mulai terjadi pada Februari dan bertambah banyak pada April 2021.

Andreas mengatakan pusat kegiatan pencurian ikan yang diduga kuat dilakukan oleh kapal Vietnam terjadi di koordinat 5 hingga 6 derajat Lintang Utara dan 105 hingga 109 derajat Bujur Timur dengan luas area kurang lebih 100 ribu kilometer persegi.

Kapal ikan Vietnam lebih banyak berada di wilayah ZEE Indonesia dan beberapa kali memasuki wilayah perairan Indonesia dengan melintasi garis landas kontinen.

"Laut Natuna Utara jadi primadona dan menjadi incaran kapal asing yang diduga kuat melakukan illegal fishing karena kekayaan sumber daya ikan. Selain itu, letak geografis yang berbatasan langsung dengan Vietnam dan Malaysia, sehingga menyebabkan tingkat kerawanan jadi tinggi," kata Andreas.

Berdasarkan laporan petugas yang berpatroli di perairan Natuna Utara menyebutkan sekelompok kapal ikan tersebut dikawal oleh kapal pengawas atau coast guard dari Vietnam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 TNI-Polri tingkatkan sinergitas jaga keamanan di Papua
Selasa, 22 Juni 2021 - 16:10 WIB
Personel Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS yang bertugas di wilayah Tolikara, Distrik Karubaga, Papu...
Kapolri: Sinergitas Polri-auditor kunci cegah korupsi
Selasa, 22 Juni 2021 - 15:24 WIB
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam orasi ilmiah ...
Prajurit dan PNS Kodim 0703 Cilacap jalani tes urine
Selasa, 22 Juni 2021 - 12:15 WIB
Saat melaksanakan kegiatan Apel pagi, prajurit dan PNS Kodim 0703 Cilacap, dadakan dilakukan tes uri...
Lagi, Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan swab belasan pelanggar PPKM
Senin, 21 Juni 2021 - 15:55 WIB
Polres Lhokseumawe bersama tim gabungan kembali melakukan swab antigen terhadap belasan pelanggar Pe...
Korlantas Polri sebut syarat bikin SIM-SKCK wajib vaksin itu hoaks
Senin, 21 Juni 2021 - 13:56 WIB
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan syarat bikin SIM dan surat keterangan catatan kepolis...
 Sambut HUT Bhayangkara ke 75, Sat Sabhara Polres Lhokseumawe bagikan masker di Kawasan Cunda
Minggu, 20 Juni 2021 - 21:24 WIB
Sat Sabhara Polres Lhokseumawe melakukan kegiatan pembagian masker kepada masyarakat di kawasan Cund...
Kapolda Metro perintahkan kapolsek perketat PPKM di zona oranye
Minggu, 20 Juni 2021 - 20:40 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran memerintahkan seluruh kapolsek memperketat Pemberlakuan Pe...
Peringati HUT ke-75 Bhayangkara, Polres Semarang gelar vaksinasi massal
Minggu, 20 Juni 2021 - 16:48 WIB
Memperingati HUT Bhayangkara ke 75, Polres Semarang, Jawa Tengah  Menggandeng Pemda, TNI dan Pusdik...
 Dandim 1208/Sambas apresiasi warga bantu TNI bersihkan lingkungan pasar
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:55 WIB
Berlokasi di Pasar Pagi, Dusun Jagur, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, telah dilaks...
Polisi berlakukan penyekatan kendaraan menuju Garut
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:23 WIB
Kepolisian Resor Garut bersama petugas gabungan lainnya melakukan kembali operasi penyekatan arus ke...
Live Streaming Radio Network