MemoRI 08 Mei
8 Mei 1993: Pahlawan Buruh yang terbunuh
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
8 Mei 1993: Pahlawan Buruh yang terbunuh
Ilustrasi Marsinah (1969-1993). tirto/Sabit.

Elshinta.com - Marsinah. Ia aktivis buruh berlidah tajam dan organisator terpelajar. Marsinah melawan saat kekerasan aparat negara menjalar lebih cepat daripada wabah flu. Buruh perempuan yang rajin mengkliping berita koran itu nyala kritisnya dipetangkan rezim otoriter. Ia dibunuh di usia yang masih teramat muda, 24 tahun.

Dikutip dari Harian Kompas, 10 November 1993, Marsinah adalah seorang buruh wanita yang bekerja pada PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Perempuan yang sangat energik ini adalah sosok buruh yang progresif dan tidak ingin mengalah begitu saja kepada nasib walaupun lahir dari keluarga tak mampu. Di lingkungan perusahaan di mana dia bekerja, Marsinah merupakan aktivis dalam organisasi buruh SPSI unit kerja PT CPS. 

 

Vokal membela rekan-rekannya

Meskipun belum lama aktif, tetapi ia merupakan buruh wanita yang vokal di dalam membela rekan-rekannya sesama buruh, yang kerap diperlakukan tidak adil oleh pihak pimpinan perusahaan. Pada unjuk rasa yang menuntut kenaikan upah dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.250 tanggal 4 Mei 1993, dia lah yang memimpinnya. Dan ketika beberapa rekannya dikeluarkan dari perusahaan, dia pula lah yang membelanya. Perjuangan Marsinah mengalami puncaknya pada tanggal 5 Mei 1993, yaitu ketika suatu malam dia diculik dan disiksa oleh 5 orang "algojo" PT CPS.

 

Bendera Marsinah dikibarkan oleh puluhan buruh perempuan yang tergabung dalam Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) saat berunjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (9/3). Aksi memperingati hari perempuan sedunia itu menyuarakan sosok Marsinah sebagai pejuang dan pahlawan bagi rakyat. Kompas/Priyombodo
 

Menurut mereka, Marsinah pantas untuk mendapat siksaan karena ulahnya telah banyak merugikan perusahaan. Diperkirakan, pada malam itulah Marsinah tewas. Dan baru pada 9 Mei mayatnya ditemukan secara mengenaskan di sebuah gubuk di daerah Nganjuk, sekitar 200 km dari tempatnya bekerja.

Kematian Marsinah yang tidak wajar itu mendapat reaksi keras dari para aktivis dan masyarakat luas. Mereka menuntut pihak aparat keamanan untuk menyelidiki dan mengadili para pelakunya. Sebagai rasa simpati dan solidaritas terhadap Marsinah, para aktivis pun membentuk Komite Solidaritas Untuk Marsinah (KSUM).

 

Sumber: tirto.id, kompas.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini respon pengacara Juliari soal pengajuan JC PPK bansos 
Selasa, 22 Juni 2021 - 20:24 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap Bansos, Matheus Joko Santoso (MJS) terus melempar tanggung jawabnya ke ma...
Pengedar narkoba divonis 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar
Selasa, 22 Juni 2021 - 19:08 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Maluku, menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp1 mili...
BNNP Jatim musnahkan 6,4 kg sabu-sabu dan 203.000 butir ekstasi
Selasa, 22 Juni 2021 - 18:10 WIB
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sa...
BPKP NTB rilis kerugian korupsi jagung senilai Rp27,35 miliar
Selasa, 22 Juni 2021 - 17:23 WIB
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis hasil ...
KKP deportasi 34 awak kapal Vietnam
Selasa, 22 Juni 2021 - 13:04 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Hukum dan HAM mendeportasi 34 orang awa...
KPK dalami pertemuan Wali Kota Tanjungbalai dengan eks penyidik Robin
Selasa, 22 Juni 2021 - 11:35 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami pertemuan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial (MS) den...
KPK konfirmasi saksi kepemilikan aset mantan Dirut Sarana Jaya
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi Made Elviani dari pihak swasta perihal dugaan...
Satgas Pamtas tangkap 80 orang PMI non prosedural
Selasa, 22 Juni 2021 - 10:34 WIB
Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns menangkap sebanyak 80 orang pekerja migran Indonesia (PMI) non p...
KKP koordinasi dengan imigrasi deportasi 34 awak kapal asing
Senin, 21 Juni 2021 - 22:45 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi dengan pihak keimigrasian untuk mendeportasi ...
Polisi buru dua pelaku sindikat perdagangan harimau di Bengkulu
Senin, 21 Juni 2021 - 18:11 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu memburu dua pelaku lainnya yang me...
Live Streaming Radio Network