MemoRI 09 Mei
9 Mei 2012: Detik-detik yang terabaikan
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
9 Mei 2012: Detik-detik yang terabaikan
Pesawat SSJ-100 97004 yang jatuh

Elshinta.com - Kecelakaan Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Gunung Salak terjadi pada tanggal 9 Mei 2012 ketika sebuah pesawat Sukhoi Superjet 100 menghilang dalam penerbangan demonstrasi yang berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 10 Mei 2012, reruntuhan Superjet Sukhoi terlihat di tebing di Gunung Salak, sebuah gunung berapi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Karena bidang yang luas di mana puing-puing pesawat menabrak gunung, penyelamat menyimpulkan bahwa pesawat langsung menabrak sisi berbatu gunung dan bahwa "tidak ada peluang untuk hidup.''

 

Kecelakaan

Pada pukul 14:00 WIB (07:00 UTC), SSJ-100 lepas landas dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma untuk sebuah penerbangan demonstrasi lokal yang dijadwalkan mendarat kembali ke titik awal keberangkatan. Penerbangan tersebut adalah demonstrasi yang kedua pada hari itu. Dalam pesawat terdapat 6 orang awak kabin, 2 orang perwakilan dari Sukhoi, dan 37 orang penumpang.

Di antara penumpang adalah perwakilan dari Aviastar Mandiri, Batavia Air, Pelita Air Service, dan Sriwijaya Air. Pada pukul 15:30 (08:30 UTC), Pilot Alexander Yablonstev, yang belakangan diketahui baru pertama kali menerbangkan pesawat di Indonesia meminta izin untuk menurunkan ketinggian dari 10000 kaki (3000 m) ke 6000 kaki (1800 m).

Otoritas Pemandu Lalu Lintas Udara memberikan izin dan komunikasi tersebut merupakan kontak terakhir dengan pesawat yang saat itu sekitar 75 mil laut (139 km) selatan Jakarta, di sekitar Gunung Salak, dan pada pukul 14.33 WIB petugas bandara tidak lagi bisa berkomunikasi dengan para awak, begitu juga dengan para penumpang.

 

38 Detik Terabaikan

Dari rekaman kotak hitam yang berhasil dibuka Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terungkap, sebelum pesawat jatuh Alexandr Yablontsev terdengar mengobrol dengan pilot asal Indonesia. Tak teridentifikasi siapa pilot asal Indonesia itu, tapi yang pasti, Yablontsev sedang berbincang soal keunggulan Sukhoi sebelum pesawat nahas itu menghantam gigir gunung.

Ketika obrolan itu dilakukan, Yablontsev mengabaikan peringatan bahaya dari dalam kopkit termasuk permintaan kopilot Alexandr Kochetkov tentang cuaca. Padahal Yablontsev hanya punya waktu 38 detik untuk menghindari gunung di depannya.

“Tujuh detik menjelang tabrakan terdengar peringatan berupa suara 'landing gear not down' yang berasal dari sistem peringatan pesawat," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi ketika mengumumkan hasil investigasi kecelakaan Sukhoi, tujuh bulan setelah kejadian.

Tapi, detik-detik itu diabaikan Yablontsev. Ketika alarm peringatan terus berbunyi sebanyak enam kali, ia mengira ada kerusakan pada database kontur. Ia kemudian mematikan alarm. Dua detik kemudian "duarrr"—pesawat meledak menghantam dinding puncak satu Gunung Salak. Sejak saat itu, Sukhoi dinyatakan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur dan menewaskan 45 orang, terdiri dari 37 penumpang dan 8 awak pesawat.

 

Korban

Ada 45 orang di dalam pesawat tersebut termasuk 14 penumpang dari maskapai penerbangan Sky Aviation, tiga orang jurnalis asal Indonesia, Ismiati Soenarto dan Aditya Sukardi dari Trans TV dan Femi Adi dari saluran berita Amerika Serikat Bloomberg News.[ Peter Adler dari Sriwijaya Air memiliki paspor Amerika Serikat. Salah satu penumpang, Maria Marcela, adalah warga negara Italia dan Nam Tran dari Esnecma memegang paspor Prancis.

 

sumber: wikipedia, tirto.id

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kecelakaan dua truk di tol arah Tanjung Priok tewaskan satu pengemudi
Sabtu, 12 Juni 2021 - 20:24 WIB
Kecelakaan yang melibatkan dua truk dan truk tangki terjadi di tol Rawamangun, Jakarta Timur, arah T...
Basarnas: Kecelakaan kapal cepat Ryan disebabkan adanya pusaran air
Senin, 07 Juni 2021 - 19:45 WIB
Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin mengatakan bahwa kecelakaan terbalik-nya kapal cepat (speedboat) R...
Kapal cepat kecelakaan sebabkan lima penumpang meninggal
Senin, 07 Juni 2021 - 14:58 WIB
Satu kapal cepat rute Kota Tarakan-Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kaltara, mengalami kecelakaa...
Polisi selidiki penyebab truk pengangkut sampah masuk kolam air mancur
Senin, 07 Juni 2021 - 11:29 WIB
Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Kota Pontianak, Kalimantan Barat, saat ini melakukan penyelidik...
Basarnas selamatkan 16 penumpang KM Mulin di perairan Halsel
Senin, 07 Juni 2021 - 11:18 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut) selamatkan sebanyak 16 penum...
Polres selidiki penyebab kecelakaan tunggal hingga lima meninggal
Minggu, 06 Juni 2021 - 22:24 WIB
Kepolisian Resor Sanggau, Kalimantan Barat, menyelidiki penyebab kecelakaan tunggal di Desa Semunta...
Dermaga Pelabuhan ASDP Lembar Lombok rusak ditabrak kapal feri
Jumat, 04 Juni 2021 - 18:55 WIB
Struktur terpancang yang digunakan untuk menahan benturan saat kapal bersandar (breasting dolphin) d...
Basarnas temukan satu korban tenggelam di laut Aceh Barat Daya
Rabu, 02 Juni 2021 - 14:25 WIB
Basarnas Banda Aceh Pos Meulaboh pada Rabu siang berhasil menemukan Faiz (15), warga Desa Kepala Ba...
Basarnas Jambi bantu pencarian dua korban perahu terbalik di Pengabuan
Rabu, 02 Juni 2021 - 13:23 WIB
Basarnas Jambi menurunkan tim untuk pencarian dua korban perahu pompong milik warga yang terbalik d...
Kecelakaan di Kertek Wonosobo akibatkan empat korban tewas
Selasa, 01 Juni 2021 - 07:30 WIB
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah truk tronton bermuatan air mineral dengan sejumlah ken...
Live Streaming Radio Network