Saksi gambarkan kengerian kecelakaan kereta api Metro Meksiko
Elshinta
Kamis, 06 Mei 2021 - 23:59 WIB |
Saksi gambarkan kengerian kecelakaan kereta api Metro Meksiko
Kerusakan akibat jembatan rel roboh dan kereta api jatuh ke jalan di Mexico City, Meksiko, Selasa (4/5/2021). Gambar diambil dengan \'drone\'. REUTERS/Carlos Jasso/FOC/djo

Elshinta.com - Beatriz Ramon dan adik laki-lakinya, Oscar, mendengar ledakan dahsyat dan melihat lampu tiba-tiba padam saat mereka meninggalkan toko kelontong di Mexico City tenggara sebelum pukul 22:30 pada Senin malam, tepat di seberang jalan dari jalur kereta api Metro.

Mereka mengira trafo telah meledak.

Tapi ketika listrik kembali nyala beberapa menit kemudian, Ramon melihat asap putih mengepul dari kereta api metro, dan dua gerbong berwarna oranye terjun membentuk huruf V, di antara rel tinggi, yang roboh menjadi dua.

Kereta api metro itu jatuh ke jalanan yang berada di bawah jalur kereta metro, dan menewaskan 25 orang.

Kejadian itu adalah kecelakaan metro paling mematikan di ibu kota dalam beberapa dekade.

Ramon, yang adalah dokter gigi berusia 30 tahun, dan Oscar berlari ke tempat kejadian untuk menawarkan bantuan sambil berusaha menjaga jarak jika jembatan layang yang rusak semakin runtuh.

Jalan raya yang biasanya sibuk itu sunyi.

"Saya pikir saya akan mendengar teriakan orang-orang di dalam, tapi justru sebaliknya, hening," kata Ramon.

Para warga yang menyaksikan kecelakaan itu menyangga tangga di atas tumpukan puing, dan Ramon segera melihat seorang pria muncul dari salah satu gerbong.

"Pertama, itu adalah bayangan. Ketika kami akhirnya bisa melihat dengan baik, kami semua berteriak, 'ada seseorang yang turun!'"

Pria itu melompat dan mendarat di atas puing-puing, dengan kondisi bingung.

Dua orang lainnya mengikuti, termasuk seorang pria berusia 20-an tahun yang tampak syok, berlumuran darah dan mengeluh bahwa tubuhnya sakit.

Ramon tidak menemukan ada sesuatu yang cedera pada pria tersebut, dan menyadari darah itu ternyata berasal dari orang lain.

Korban keempat adalah seorang pria yang kehilangan satu tangan dan mengalami pendarahan hebat.

Besarnya bencana mulai meresap ke diri Ramon saat menyaksikan sekitar 20 korban dibawa dengan tandu.

Kerabat mulai berdatangan, mencari orang yang mereka cintai dan mereka khawatir bahwa anggota keluarganya berada di kereta metro itu.

Ramon bertanya-tanya siapa yang harus disalahkan. "Apakah itu korupsi? Apakah ini impunitas ?," dia bertanya-tanya.

Sejak peresmian kereta metro pada tahun 2012, Ramon mengatakan bahwa dia melihat jalur tersebut sebagai berkah untuk membantu masyarakat sekitar menjangkau sekolah, pekerjaan, dan keluarga yang berjauhan dengan menempatkan wilayahnya yang jauh di Tlahuac di jaringan transit ibu kota yang luas.

Dan ketika beberapa orang khawatir rel yang ditinggikan akan runtuh karena beban kereta besar, Ramon mencoba meyakinkan bahwa rel kereta yang dibangun oleh para insinyur berpengalaman tidak akan jatuh.

"Saya mendorong banyak orang untuk menggunakannya, terutama nenek dan ibu kami yang takut dengan ketinggian," kenangnya.

Ia mengatakan bahwa dia secara pribadi merasakan kegagalan.

"Ini menyakitkan, sangat menyakitkan," katanya.

Sumber : Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB
Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidik...
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden t...
Vaksin COVID CureVac hanya efektif 47 persen dalam uji coba fase akhir
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 buatan...
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Live Streaming Radio Network