Korban ledakan di sekolah Afghanistan bertambah jadi 58
Elshinta
Minggu, 09 Mei 2021 - 14:07 WIB |
Korban ledakan di sekolah Afghanistan bertambah jadi 58
Ilustrasi. Polisi Afghanistan menggotong jenazah warga sipil yang tewas akibat ledakan bom di Provinsi Faryab, Afghanistan, Jumat (26/10/2012). (ANTARA/REUTERS/Stringer/TM)

Elshinta.com - Jumlah korban tewas akibat ledakan di luar sebuah sekolah di ibu kota Afghanistan, Kabul, telah meningkat menjadi 58, kata para pejabat Afghanistan pada Minggu.

Para dokter bergulat memberikan perawatan medis kepada sedikitnya 150 orang yang terluka.

Pengeboman pada Sabtu (8/5) malam itu mengguncang lingkungan Muslim Syiah di kota itu, Dasht-e-Barchi. Komunitas, minoritas agama di Afghanistan, telah menjadi sasaran di masa lalu oleh militan ISIS, sebuah kelompok militan Sunni.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa semua kecuali tujuh atau delapan korban adalah siswi yang pulang setelah menyelesaikan studi.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Sabtu menyalahkan serangan itu pada gerilyawan Taliban, tetapi juru bicara Taliban membantah terlibat, mengatakan kelompok itu mengutuk setiap serangan terhadap warga sipil Afghanistan.

Keluarga para korban menyalahkan pemerintah Afghanistan dan kekuatan Barat karena gagal mengakhiri kekerasan dan perang yang sedang berlangsung.

Jasad masih dikumpulkan dari kamar mayat saat penguburan pertama dilakukan di barat kota. Beberapa keluarga masih mencari kerabat yang hilang pada Minggu, berkumpul di luar rumah sakit untuk membaca nama yang ditempel di dinding, dan memeriksa kamar mayat.

"Sepanjang malam kami membawa mayat anak perempuan dan anak laki-laki ke kuburan dan berdoa untuk semua orang yang terluka dalam serangan itu," kata Mohammed Reza Ali, yang telah membantu keluarga para korban di rumah sakit swasta.

"Mengapa tidak membunuh kita semua untuk mengakhiri perang ini?" dia berkata.

Kekerasan itu terjadi seminggu setelah pasukan AS dan NATO yang tersisa mulai keluar dari Afghanistan, dengan misi untuk menyelesaikan penarikan pada 11 September, yang akan menandai berakhirnya perang terpanjang di Amerika.

Tetapi penarikan pasukan asing telah menyebabkan gelombang pertempuran antara pasukan keamanan Afghanistan dan gerilyawan Taliban dengan kedua belah pihak berusaha untuk mempertahankan kendali atas pusat-pusat strategis.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Arab Saudi batasi haji hanya untuk 60.000 penduduknya
Sabtu, 12 Juni 2021 - 23:29 WIB
Arab Saudi mengatakan akan membatasi pendaftaran haji tahun ini untuk warga dan penduduknya, sehubun...
Abu Dhabi batasi area-area publik bagi mereka yang bebas COVID
Jumat, 11 Juni 2021 - 08:13 WIB
Abu Dhabi, emirat terpadat kedua di Uni Emirat Arab (UAE), akan membatasi akses ke pusat perbelanjaa...
Para pekerja Yunani mogok kerja tolak perombakan UU ketenagakerjaan
Kamis, 10 Juni 2021 - 21:18 WIB
Para pekerja di Yunani memulai aksi mogok kerja selama satu hari pada Kamis untuk melakukan protes t...
Perdagangan narkoba di Asia meluas di tengah pandemi COVID-19
Kamis, 10 Juni 2021 - 18:47 WIB
Pengedar narkoba di Asia Timur dan Asia Tenggara menemukan cara untuk menghindari pembatasan COVID-1...
China buka ruang baru dalam hubungan bilateral dengan Indonesia
Selasa, 08 Juni 2021 - 06:00 WIB
Pemerintah China akan terus membuka ruang baru dalam meningkatkan kerja sama bilateralnya dengan Ind...
Infeksi COVID melandai, India longgarkan aturan penguncian
Minggu, 06 Juni 2021 - 21:18 WIB
India mencatat 114.460 infeksi baru COVID-19 pada Minggu, angka terendah dalam dua bulan, dengan 2.6...
DFSK berharap insentif dari pemerintah Indonesia
Jumat, 04 Juni 2021 - 08:15 WIB
Chongqing Sokon Motor Group Co Ltd sebagai induk PT Sokonindo Automobile yang memproduksi mobil mere...
India akan tingkatkan vaksinasi COVID-19 tiga kali lipat per hari
Rabu, 02 Juni 2021 - 08:45 WIB
India akan menyiapkan hingga 10 juta dosis vaksin COVID-19 per hari pada Juli dan Agustus, dibanding...
Guru SD di China dihukum mati setelah perkosa sembilan murid
Rabu, 02 Juni 2021 - 08:30 WIB
Dua guru sekolah dasar di Provinsi Hunan, China, masing-masing dijatuhi hukuman mati dan hukuman pen...
China bantu Palestina Rp14 M dan 200 ribu vaksin
Minggu, 30 Mei 2021 - 11:30 WIB
China akan memberikan bantuan kemanusiaan ke Palestina dalam bentuk uang tunai senilai satu juta dol...
Live Streaming Radio Network