MemoRI 10 Mei
10 Mei 1922: Perjalanan hidup sang wartawan lintas zaman
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
10 Mei 1922: Perjalanan hidup sang wartawan lintas zaman
Rosihan Anwar https://bit.ly/3hdiZ9J

Elshinta.com - Rosihan Anwar adalah seorang wartawan, pekerjaan yang digelutinya sejak lulus dari sekolah menengah atas Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta pada 1942. Ia merantau ke Jawa sejak 1939. Rosihan adalah lelaki Minang asli, dilahirkan di Kubang Nan Dua, Sirukam, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tanggal 10 Mei 1922.

Karier jurnalistik Rosihan Anwar dimulai sebagai reporter majalah Asia Raya pada era pendudukan Jepang. Profesi tersebut dilakoninya hingga proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Usai itu, Rosihan bekerja di harian Merdeka sebagai redaktur. Pada 1947 ia menerbitkan media sendiri, majalah berkala yang diberi nama Siasat. Rosihan menjadi pemimpin redaksinya ketika usianya terbilang masih muda, 25 tahun. Pada 1947 ini pula Rosihan menikahi perempuan pujaan hatinya, seorang gadis bernama Siti Zuraida.

Setahun kemudian, Rosihan menerbitkan surat kabar lagi, yaitu Pedoman, yang terbit setiap hari. Ia memimpin keredaksian Siasat selama satu dekade sebelum ia menyerahkan kendali majalah itu kepada Sanjoto pada 1957. Sanjoto sebelumnya menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi. Rosihan sendiri selanjutnya lebih fokus mengurusi harian Pedoman. Sayangnya, Pedoman kena beredel Orde Lama pada 7 Januari 1961.

Sejak dua medianya gulung tikar, Rosihan tetap aktif menulis sebagai kolumnis untuk sejumlah majalah luar negeri, termasuk Business News, dan cukup produktif menulis buku.

Selain Business News, Rosihan juga menjadi kolumnis maupun koresponden untuk Asiaweek, The Age, Melbourne, Hindustan Times New Delhi, World Forum Features, Asian, dan lainnya. Untuk surat kabar dalam negeri, Rosihan menjadi kolumnis di Kompas, KAMI, serta Angkatan Bersendjata.

Puncak kebangkitan kiprah jurnalistik Rosihan terjadi pada 1968 ketika ia berhasil menerbitkan kembali harian Pedoman yang sempat mati lantaran terkena gebuk rezim lama.

 

Persatuan Wartawan Indonesia

Pada masa Orde Baru, ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia. Kendati PWI terkesan tidak independen lagi selama era Orde Baru, Rosihan tetap bertahan, bahkan hingga akhir hayatnya. Ia menjabat sebagai Ketua Pembina PWI Pusat periode 1973-1978. Selanjutnya, ia menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat sejak 1983 hingga meninggal pada 14 April 2011, tepat hari ini 10 tahun lalu.

Rosihan Anwar adalah wartawan yang nyaris selalu berhasil melintasi zaman, dari era penjajahan Jepang sampai pasca-reformasi. Lebih dari itu, namanya terekam pula sebagai penulis buku, bahkan sejarawan, seniman, juga budayawan. Di masa tuanya, sampai kematian menjemput, Rosihan sangat produktif menulis artikel-artikel retrospektif. Berbagai obituari tokoh-tokoh ia tulis berdasarkan ingatan dan kenangan personal yang ia alami sendiri saat berinteraksi dengan tokoh-tokoh tersebut. Pengalamannya melintasi berbagai zaman membuat artikel-artikel itu menarik dibaca karena selalu menempatkan seorang tokoh pada konteks zamannya.

 

Sumber: tirto.id

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bersiap hadapi lonjakan gelombang kedua COVID-19
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:34 WIB
Prediksi epidemiolog tentang melonjaknya kasus COVID-19 pascalibur Lebaran 2021 sudah benar-benar te...
Jasa Raharja jamin biaya perawatan korban kecelakaan Bus Sumber Madiun
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:23 WIB
PT Jasa Raharja menjamin biaya perawatan korban kecelakaan yang melibatkan dua Bus Sumber sekaligus,...
Menag berencana terbang ke Saudi bahas penyelenggaraan haji 2022
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:15 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana terbang ke Arab Saudi pada akhir Agustus mendatang untuk...
Penyekatan Suramadu dari dua arah Surabaya dan Madura diberlakukan
Kamis, 17 Juni 2021 - 12:52 WIB
Penyekatan Jembatan Suramadu, baik dari arah Kota Surabaya maupun dari arah Kabupaten Bangkalan, Ja...
Presiden: Target kekebalan komunal di Kabupaten Bogor tercapai Agustus
Kamis, 17 Juni 2021 - 12:08 WIB
Presiden Joko Widodo menargetkan kekebalan komunal atau herd immunity dari COVID-19 di Kabupate...
Sebagian warga Malteng bertahan di sejumlah titik pengungsian
Kamis, 17 Juni 2021 - 11:23 WIB
Pascagempa tektonik magnitudo 6,1 di Teluk Teluti, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada Rabu, (16/...
Epidemiolog sarankan masyarakat hentikan sementara aktivitas tak perlu
Kamis, 17 Juni 2021 - 10:56 WIB
Kepala bidang pengembangan profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane men...
Presiden Jokowi tinjau pelaksanaan vaksinasi di Stasiun Bogor
Kamis, 17 Juni 2021 - 10:23 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang menyasar pengguna jasa kereta rel ...
Kapolri dan Panglima tinjau vaksinasi di wilayah episentrum COVID-19
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:57 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pela...
Wali kota: Tak ada diskriminasi warga Madura saat masuk Surabaya
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:13 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada perlakuan diskriminasi terhadap warga Madu...
Live Streaming Radio Network