Gunung Merapi mengalami 39 kali gempa guguran
Elshinta
Senin, 10 Mei 2021 - 08:56 WIB |
Gunung Merapi mengalami 39 kali gempa guguran
Lava pijar berguguran dari puncak Gunung Merapi terlihat di Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (25/4/2021). Data BPPTKG menyebutkan pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi teramati 10 kali mengeluarkan lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.600 meter ke arah barat daya dengan status Siaga (level III). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.)

Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPa
PTKG) menyatakan, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami 39 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Senin mulai pukul 00.00-06.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Senin, menyebutkan gempa guguran itu memiliki amplitudo tiga sampai 17 mm selama 12-65 detik.

Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga tercatat mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 mm selama 62 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung itu juga empat kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak maksimal 700 meter ke arah barat daya.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah," kata dia.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga rumah warga di Cilacap rusak akibat hujan dan angin kencang
Rabu, 16 Juni 2021 - 17:13 WIB
Hujan deras yang disertai angin kencang pada hari Selasa (15/6) mengakibatkan tiga rumah di Desa Kar...
Gempa magnitudo 6,1 guncang Seram Maluku
Rabu, 16 Juni 2021 - 12:49 WIB
Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Seram, Provinsi Maluku pada Rabu (16/6) pukul 11.43.08 W...
BMKG peringatkan hujan lebat berdampak banjir di 17 provinsi
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:48 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperingatkan potensi hujan lebat berdampak banjir atau...
 Positif Covid-19, Wali Kota Salatiga dan keluarga jalani isolasi mandiri
Minggu, 13 Juni 2021 - 16:55 WIB
Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah Yuliyanto beserta keluarganya positif Covid-19 dan  saat ini menjal...
Hadapi krisis air bersih, Pemkab Boyolali siapkan embung di tiga kecamatan
Minggu, 13 Juni 2021 - 15:45 WIB
Upaya mengantisipasi kekurangan air bersih di saat terjadi musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Boyol...
Aktivitas subduksi Sangihe sebabkan gempa magnitudo 5,7 M di Sulut
Jumat, 11 Juni 2021 - 12:46 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyebut aktivitas subduksi di Sangihe menyebabkan gemp...
Gempa tektonik magnitudo 5,7 guncang tenggara Bolaang Uki Sulut
Jumat, 11 Juni 2021 - 12:08 WIB
Gempa tektonik dengan magnitudo 5,7 mengguncang kira-kira 66 kilometer tenggara Bolaang Uki, Kabupat...
Gempa bumi magnitudo 5,7 guncang Sulut
Jumat, 11 Juni 2021 - 10:16 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang Sulawesi Utara pada Selasa sekitar pukul 09.23 WIB,...
Tiga awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi hingga 1,6 km
Rabu, 09 Juni 2021 - 12:13 WIB
Gunung Merapi tiga kali meluncurkan awan panas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur paling...
Gempa bumi magnitudo 5,3 guncang Sulut
Selasa, 08 Juni 2021 - 13:44 WIB
Gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Sulawesi Utara pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB
Live Streaming Radio Network