Presiden Korsel tunggu tanggapan Korut untuk pembicaraan damai
Elshinta
Senin, 10 Mei 2021 - 14:12 WIB |
Presiden Korsel tunggu tanggapan Korut untuk pembicaraan damai
Warga menonton tv menyiarkan berita mengenai Korea Utara yang menembakkan dua misil tak teridentifikasi, di Seoul, Korea Selatan, Senin (2/3/2020). ANTARA FOTO//REUTERS/Heo Ran/foc/djo

Elshinta.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin mengatakan bahwa ia menantikan tanggapan Korea Utara terhadap upaya keterlibatan saat ia berusaha memulihkan proses pembangunan perdamaian di tengah pembicaraan yang macet mengenai program nuklir dan rudal Pyongyang.

Komentar Presiden Moon, dalam pidatonya yang menandai tahun keempat masa kepresidenannya, disampaikan menjelang pertemuan tingkat tinggi pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington pada 21 Mei.

Presiden Korea Selatan diperkirakan akan mendorong Amerika Serikat untuk menjalin keterikatan dengan Korea Utara, meskipun Biden menunjukkan sedikit minat untuk menjadikan Korea Utara sebagai prioritas utama AS.

Pemerintahan Biden mengatakan tawarannya ke Pyongyang belum dijawab.

Selain itu, pemerintah AS baru-baru ini menyelesaikan tinjauan kebijakan yang menyerukan pendekatan "praktis" dalam menggunakan diplomasi untuk menemukan tujuan yang dapat dicapai untuk akhirnya membujuk Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya.

Namun, Biden tidak menunjukkan tanda-tanda akan mencabut sanksi terhadap Korea Utara, dan hal itu telah menghambat upaya Presiden Moon untuk meluncurkan proyek ekonomi dan pariwisata dengan Korea Utara.

Gedung Putih juga belum menunjuk utusan khusus untuk menangani masalah tersebut.

Moon telah menjadikan keterlibatan dengan Korea Utara sebagai sebuah proyek prioritas dan tampak membuat kemajuan pada 2018 di tengah pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Akan tetapi, ketika Moon memasuki tahun terakhirnya sebagai presiden Korsel, Pyongyang hanya menunjukkan sedikit tanda-tanda minat untuk pembicaraan damai.

Dalam pidatonya, Moon mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi tidak sabar selama tahun terakhirnya, tetapi dia akan melakukan semua yang dia bisa untuk kembali ke hari-hari saat kedua Korea saling terlibat.

"Jika ada kesempatan untuk memutar kembali waktu untuk perdamaian dan memajukan proses perdamaian di semenanjung Korea, saya akan melakukan segala upaya," katanya.

"Kami menantikan tanggapan Korea Utara," ujar Moon. (Sumber: Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB
Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidik...
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden t...
Vaksin COVID CureVac hanya efektif 47 persen dalam uji coba fase akhir
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 buatan...
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Live Streaming Radio Network