BEM Nusantara: Kapolri ubah Polri yang transparan dan berkeadilan
Elshinta
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:47 WIB |
BEM Nusantara: Kapolri ubah Polri yang transparan dan berkeadilan
Koordinator pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga (BEM Nusantara)

Elshinta.com - Badan Eksekutif Nasional (BEM) Nusantara menilai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu mengubah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang lebih transparan dan berkeadilan, terutama di 100 hari kerja sejak dilantik Presiden Joko Widodo.

"Sejumlah program 100 hari kerja Kapolri telah berjalan untuk mengubah Korps Bhayangkara menuju Polri yang presisi, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan," kata Ketua BEM Nusantara Dimas Prayoga melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Integritas Kapolri, lanjut dia, sudah mulai terlihat pada saat uji kelayakan dan kepatutan. Kapolri dinilai berani membuat komitmen agar hukum tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Menurut Dimas, Jenderal Sigit juga membuat terobosan yang maksimal dalam hal pelayanan publik lebih baik. Program yang mengedepankan digital membuat pelayanan publik menjadi lebih mudah diterima masyarakat.

"Pertama, adanya aplikasi e-Dumas (elektonik pengaduan masyarakat) yang membuka pintu bagi masyarakat untuk melaporkan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggota Polri," katanya.

Kedua, adanya aplikasi untuk memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) yang cukup membantu dan adaptif terhadap situasi sekarang yang masih dalam suasana pandemi COVID-19.

Ketiga berlakunya electronic traffic law enforcement (E-TLE) atau kamera tilang elektronik di beberapa provinsi untuk meminimalisir pungutan liar di jalan dan menerapkan tilang dalam jaringan (daring) supaya transparan dan akuntabel.

"Penguasaan teknologi menjadi poin plus di mata saya untuk Jendral Sigit. Hal ini sangat patut kita apresiasi," ujarnya.

Lebih lanjut, BEM Nusantara menilai 100 hari program kinerja Kapolri diimplementasikan dengan baik kepada masyarakat. Program presisi yang dicanangkan membuat kepercayaan publik meningkat.

Meskipun demikian, Dimas menyoroti hal-hal yang dianggap masih perlu diperbaiki di bawah arahan Kapolri. Salah satunya ialah masih adanya tindakan represif aparat di lapangan dalam beberapa aksi demonstrasi.

"Seperti yang baru saja terjadi dalam kasus Wadas dan demonstrasi saat Hari Buruh dan Hari Pendidikan kemarin," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polri tangkap lima pelaku pinjaman `online`jaringan Tiongkok
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:58 WIB
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap lima orang pelaku ...
Polri: Terduga teroris di Bogor pemasok bahan pembuatan bom
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:47 WIB
Satu terduga teroris yang ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat KWD (30) diketahui memiliki peran seba...
KPK menahan empat eks anggota DPRD Provinsi Jambi
Kamis, 17 Juni 2021 - 22:09 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat mantan anggota DPRD Provinsi Jambi yang sebelumnya...
Nurul Ghufron: Isu taliban sempat tergiang di telinga pimpinan KPK
Kamis, 17 Juni 2021 - 20:00 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan isu mengenai adanya pegawai ...
Hakim memvonis delapan tahun mantan Bupati Muara Enim penerima suap
Kamis, 17 Juni 2021 - 19:49 WIB
Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan jatuhkan...
KPK jamin transparan soal TWK selama jadi wewenang lembaga
Kamis, 17 Juni 2021 - 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjamin dan memastikan akan transparan terkait kisruh tes wawasa...
Pegawai KPK tetap minta akses untuk delapan kelengkapan TWK
Kamis, 17 Juni 2021 - 18:12 WIB
Perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam tes wawasan kebangsaan tetap m...
Anji jalani asesmen di BNNP DKI Jakarta
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:23 WIB
Musisi EAP alias Anji menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di J...
KPK panggil tujuh saksi terkait kasus suap eks penyidik Stepanus Robin
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:12 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap t...
KPK konfirmasi saksi pembelian tanah oleh tersangka Nurdin Abdullah
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:37 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi wiraswasta Muh Hasmin Badoa mengenai pembelia...
Live Streaming Radio Network