BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Elshinta
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 BBPOM Jayapura lakukan pengawasan pangan dan takjil di Papua
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Guna melindungi masyarakat dari peredaran produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan, khususnya saat bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021 Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Jayapura, Papua melakukan intensifikasi pengawasan pangan dan takjil selama 6 minggu mulai tanggal 5 April hingga 21 Mei 2021. 

Pelaksanaan kegiatan pengawasan dilakukan dengan bersinergi dengan OPD terkait di seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Papua. 

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Jayapura, Mojaza Sirait mengatakan, sasaran pengawasan adalah gudang distributor dan gudang pengecer, retail (toko/warung, supermarket, hypermarket, pasar tradisional), penjual parsel dan penjual takjil dengan target pengawasan untuk pangan olahan yaitu pangan tanpa ijin edar (TIE), pangan olahan kadaluwarsa, pangan rusak (kaleng penyok/berkarat), pengawasan untuk takjil adalah difokuskan pada 4 parameter bahan berbahaya yang sering disalahgunakan ditambahkan pada pangan, yaitu formalin, boraks, pewarna rhodamine B dan methanil yellow dan pengawasan pada parcel adalah produk pangan yang mempunyai masa simpan kurang dari 6 bulan, dilarang menyisipkan produk pangan mengandung babi dan minuman yang mengandung alkohol. 

"Dari hasil pengawasan hingga minggu ke-V per 7 Mei 2021, Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Nabire , Yahukimo, jumlah sarana yang periksa adalah sebanyak 123 sarana tidak memenuhi ketentuan 19 sarana dan telah dimusnahkan produk yang tidak memenuhi ketentuan senilai Rp.11.179.200, yang terdiri dari 93 jenis pangan (1.235 pcs)," kata Mojaza Sirait, Selasa (11/5). 

Sedangkan untuk takjil telah disampling dan diuji 439 sampel dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom dengan hasil tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya. 

Menurut dia, tindak lanjut yang dilakukan adalah berupa pembinaan langsung/setempat, produk diamankan, produk dimusnahkan, produk dikembalikan ke penyalur, surat teguran, intervensi pengawasan pasca lebaran untuk menyentuh akar masalah.

Untuk meningkatkan efektifitas pengawasan, kata Mojaza Sirait, Balai Besar POM di Jayapura akan melakukan beberapa hal yaitu mendorong peningkatan peran asosiasi pengusaha retail, aprindo melalui bimbingan teknis tentang keamanan pangan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan peran media massa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih dan meneliti pangan sebelum dibeli, dikomsumsi. 

"Untuk kenyamanan kita bersama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri kami menyampaikan kepada pelaku usaha agar menaati peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya, senantiasa menerapkan Good Distribution Practices dan konsisten melakukan self control. Masyarakat diharapkan lebih pro aktif dalam memilih produk yang dibeli dan melaporkan kepada BBPOM apabila ditemukan produk TIE, rusak, kadaluwarsa," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (11/5). 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Agar mata tetap sehat meski terus terpapar layar gawai
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:53 WIB
Pandemi masih belum usai dan sebagian besar masyarakat masih harus bekerja atau berkegiatan di rumah...
Vaksin AstraZeneca efektif hadapi varian Delta
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:56 WIB
Virus corona varian Delta atau B1617.2 bisa dihadapi secara efektif dengan merek vaksin COVID-19 yan...
Dokter: Penderita hipertensi boleh olahraga asalkan kondisinya stabil
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:02 WIB
Orang dengan riwayat hipertensi seperti halnya legenda bulu tangkis nasional Markis Kido bisa aman m...
Kemenkes: 47 kasus varian baru COVID-19 berasal dari luar negeri
Rabu, 16 Juni 2021 - 11:48 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan 47 dari total 1...
Perhatikan ini saat tolong orang serangan jantung
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:19 WIB
Melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung hingga tak sadarkan diri, seperti yang dialami l...
Dokter: Gangguan prostat tak berkorelasi dengan kemandulan
Minggu, 13 Juni 2021 - 23:57 WIB
Gangguan pembesaran prostat atau benign prostate hyperplasia (BPH) pada pria tidak berkorelasi langs...
UPT Puskesmas di Langkat harus jadi garda terdepan layani kesehatan primer
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:35 WIB
Sebanyak delapan orang PNS di jajaran Pemkab Langkat dilantik menjabat Kepala UPT Puskesmas di Kabup...
Dokter: Mengunyah makanan sebaiknya seimbang di kedua sisi mulut
Minggu, 13 Juni 2021 - 16:35 WIB
Mengunyah makanan sebaiknya dilakukan secara seimbang di kedua sisi mulut, sebab kebiasaan hanya men...
Jangan sepelekan buku KIA untuk pantau tumbuh kembang anak
Sabtu, 12 Juni 2021 - 10:45 WIB
Dokter spesialis anak yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Citra Amelinda, ...
Pemerintah: Masyarakat harus ubah mindset untuk tekan lonjakan Covid-19 di daerah
Jumat, 11 Juni 2021 - 20:50 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono menjelaskan Pemerintah sudah memp...
Live Streaming Radio Network