Info palsu sebabkan kluster baru COVID, dua ekspatriat di Hongkong ditahan
Elshinta
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:58 WIB |
Info palsu sebabkan kluster baru COVID, dua ekspatriat di Hongkong ditahan
Warga Hong Kong menggunakan masker di tengah pandemi COVID-19, Hong Kong (20/11/2020). ANTARA/REUTERS/Lam Yik/aa. (REUTERS/LAM YIK)

Elshinta.com - Dua ekspatriat di Hong Kong ditahan karena memberikan informasi palsu hingga menyebabkan terjadinya kluster baru COVID-19.

Seorang teknisi asing berusia 29 tahun dan teman perempuannya berusia 31 tahun ditahan di kantor kepolisian Yau Ma Tei pada Sabtu (8/5), demikian laporan South China Morning Post yang dipantau ANTARA di Beijing, Selasa.

Pria itu ditahan karena diduga memberikan informasi yang menyesatkan, sedangkan teman wanitanya ditahan karena menolak memberikan keterangan. Keduanya telah terkonfirmasi positif COVID-19 pada bulan lalu.

"Kami tidak tahu kenapa mereka tidak berterus terang, tapi mungkin mereka lupa tentang pertemuan tersebut atau sengaja menyembunyikan informasi," demikian departemen informasi publik Kepolisian HK dikutip OneTube Daily.

Sementara itu, GMA News melaporkan seorang teknisi berkebangsaan India itu tiba di Hong Kong dari Dubai pada 19 Maret dan langsung menjalani karantina mandiri.

Pria India itu mengakhiri masa karantina dengan hasil tes PCR negatif pada 8 April. Lalu dia berkeliling kota bersama pacarnya yang berkewarganegaraan Filipina.

Keduanya menghadiri acara keluarga di salah satu flat di kawasan Wan Chai pada 13 April.

Sebelum kembali ke Dubai, pria India itu tes PCR pada 15 April dan dua hari kemudian hasilnya positif terkena varian N501Y COVID-19.

Pada 18 April, teman wanitanya yang merupakan kontak dekat dengan pria tersebut juga positif varian yang sama.

Pasangan pria dan wanita itu kemudian ditangkap pada Sabtu karena dianggap memicu terjadinya kluster baru yang menyebabkan delapan orang positif.

Saudara laki-laki dari wanita Filipina yang juga kontak dekat dengan pria India itu menghadiri acara ulang tahun bersama ketiga pembantu rumah tangga.

Pada 30 April, salah satu dari tiga pekerja migran asal Filipina (OFW) yang terkonfirmasi positif juga menularkan COVID-19 kepada bayi majikannya yang baru berusia 10 bulan.

Lalu dua pembantu rumah tangga lainnya terkonfirmasi positif varian yang sama pada 5 Mei. Dua hari kemudian, ibu dari perempuan Filipina yang ditahan itu juga positif.

Sesuai dengan regulasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Hong Kong, barang siapa kedapatan memberikan informasi palsu terkait riwayat kesehatan dikenai denda sebesar 5.000 dolar HK atau kurungan penjara selama enam bulan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Pakar China: penyelidikan asal-usul COVID-19 harus beralih ke AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:26 WIB
Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidik...
Putin puas dengan alasan Biden yang menyebutnya `pembunuh`
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:24 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (16/6) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden t...
Vaksin COVID CureVac hanya efektif 47 persen dalam uji coba fase akhir
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:46 WIB
Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa vaksin COVID-19 buatan...
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Live Streaming Radio Network