Polres Batang ungkap tiga kasus dugaan mafia tanah
Elshinta
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:05 WIB |
Polres Batang ungkap tiga kasus dugaan mafia tanah
Kepala Kepolisian Resot Batang AKBP Edwin Louis Sengka pada acara Konferensi Pers pengungkapan kasus mafia tanah senilai Rp3 miliar di Mapolres Batang, Selasa (11/5/2021). (ANTARA/Kutnadi)

Elshinta.com - Jajaran Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, berhasil mengungkap tiga kasus dugaan mafia tanah senilai Rp3 miliar sekaligus mengamankan pelaku M (55).

Kepala Polres Batang AKBP Edwin Louis Sengka di Batang, Selasa, mengatakan bahwa saat ini proses masih terus mendalami penyidikan terhadap keterlibatan dua pelaku lainnya dalam kasus mafia kasus tanah tersebut.

"Yang jelas, satu pelaku sudah kami amankan dan dua lainnya dalam tingkat penyidikan oleh petugas," katanya.

Ia yang didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Sapto mengatakan bahwa selain kasus mafia tanah, polres juga mengungkap dua perkara prinsip keadilan (restorative justice), dan delapan perkara jalanan (premanisme).

Adapun modus mafia tanah yang diungkap polres, kata dia, yaitu pertama dengan modus surat kuasa untuk menjualkan tanah tetapi uang penjualan tanah tidak diberikan pada pemilik sah tetapi digunakan sendiri.

"Untuk modus kedua yaitu menjual tanah yang bukan hak atau milik tersangka tetapi milik orang lain, serta kasus yang diakibatkan oleh mafia tanah tersebut. Pada kasus itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar," katanya.

Ia memaparkan pada kasus itu korban Alfiah menjual tanah SHM nomor 00963 seluas 1.250 meter persegi senilai Rp260 juta melalui surat kuasa kepada pelaku (55) warga Kandeman, Kota Batang.

Namun, pelaku menyalahgunakan surat kuasa dari Alfiayah dan Sandoyo untuk menjualkan tanah bernomor 13 dari salah satu notaris.

Kemudian tanah tersebut dibeli oleh seorang warga Kabupaten Kendal yang dibayarkan dua tahap yaitu pada 17 Mei 2017 melalui transfer atas nama pelaku dan sisanya dibayar lunas senilai Rp160 juta yang dibayarkan di kantor salah satu notaris.

"Akan tetapi dari hasil penjualan tanah tersebut tidak diserahkan pada pemilik sah. Akibat perbuatannya pelaku akan disangkakan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP," katanya.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polri tangkap lima pelaku pinjaman `online`jaringan Tiongkok
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:58 WIB
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap lima orang pelaku ...
Polri: Terduga teroris di Bogor pemasok bahan pembuatan bom
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:47 WIB
Satu terduga teroris yang ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat KWD (30) diketahui memiliki peran seba...
KPK menahan empat eks anggota DPRD Provinsi Jambi
Kamis, 17 Juni 2021 - 22:09 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat mantan anggota DPRD Provinsi Jambi yang sebelumnya...
Nurul Ghufron: Isu taliban sempat tergiang di telinga pimpinan KPK
Kamis, 17 Juni 2021 - 20:00 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan isu mengenai adanya pegawai ...
Hakim memvonis delapan tahun mantan Bupati Muara Enim penerima suap
Kamis, 17 Juni 2021 - 19:49 WIB
Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan jatuhkan...
KPK jamin transparan soal TWK selama jadi wewenang lembaga
Kamis, 17 Juni 2021 - 18:24 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjamin dan memastikan akan transparan terkait kisruh tes wawasa...
Pegawai KPK tetap minta akses untuk delapan kelengkapan TWK
Kamis, 17 Juni 2021 - 18:12 WIB
Perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam tes wawasan kebangsaan tetap m...
Anji jalani asesmen di BNNP DKI Jakarta
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:23 WIB
Musisi EAP alias Anji menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta di J...
KPK panggil tujuh saksi terkait kasus suap eks penyidik Stepanus Robin
Kamis, 17 Juni 2021 - 14:12 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap t...
KPK konfirmasi saksi pembelian tanah oleh tersangka Nurdin Abdullah
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:37 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi wiraswasta Muh Hasmin Badoa mengenai pembelia...
Live Streaming Radio Network