Daging ilegal asal Malaysia diamankan di wilayah Sebatik, Kaltara
Elshinta
Rabu, 12 Mei 2021 - 10:14 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Daging ilegal asal Malaysia diamankan di wilayah Sebatik, Kaltara
Sumber foto: Rizkia/elshinta.com.

Elshinta.com - Jelang Idul Fitri 1442 H, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan memperketat pengawasan lalulintas komoditas pertanian di perbatasan. Sebatik merupakan wilayah perbatasan darat Indonesia-Malaysia yang sangat rawan penyelundupan. Di tahun 2020 Karantina Pertanian Tarakan telah melakukan 21 kali penahanan komoditas hewan dan tumbuhan yang tidak dilengkapi dokumen karantina.

Pekan kemarin (8/5) Karantina Tarakan wilayah kerja Sebatik menggagalkan pemasukan daging ilegal asal Malaysia yang hendak diselundupkan melalui dermaga tradisional Lale Salo Sebatik.

“30 paket daging tanpa dokumen karantina ini harus kami tahan karena tidak memenuhi persyaratan karantina sehingga tidak ada jaminan kesehatannya. Ada ancaman penyakit mulut dan Kuku (PMK) serta Avian Influenza (AI) / flu burung yang mungkin terbawa oleh media pembawa daging alana dan ayam ilegal tersebut,” ujar Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Akhmad Alfaraby melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kontributor Elshinta, Rizkia, Selasa (11/5).

Budi Setiawan, penanggungjawab wilayah kerja Sebatik menjelaskan bahwa informasi masuknya daging ilegal bermula saat tim gabungan bea cukai Nunukan serta satgas pamtas RI-MLY Yonarh 16/SBC 3 Kostrad melakukan patroli bersama di dermaga tradisional Lale Salo Sebatik. Setelah dilakukan penyisiran ditemukan perahu jongkong dengan muatan 30 paket daging ilegal asal Tawau, Malaysia yang hendak diselundupkan melalui Sebatik. Daging tersebut milik salah satu pedagang sembako di Sebatik.

Berbekal informasi tersebut, pejabat karantina pertanian melakukan pemeriksaan terhadap 30 paket yang terdiri dari daging kerbau merk Allana, jeroan sapi GBP Australia, tulang sapi, sayap ayam, pentol ayam, dada ayam, kaki, kulit, leher dan fillet ayam dengan total 870,1 kg. 

Budi juga menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan diketahui daging tersebut tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal sehingga dilakukan penahanan. Penahanan ini kata Budi sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, bahwa setiap media pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia harus dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal, melalui pintu pemasukan yang telah ditetapkan dan dilaporkan pada pejabat karantina.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil telah memberikan arahan agar UPT karantina di seluruh tanah air dapat membangun sinergisitas yang baik dengan instansi terkait seperti bea cukai, satgas pamtas dan lainnya dalam menjalankan fungsi pengawasan lalu lintas komoditas pertanian.

Hal tersebut menjadi implementasi perjanjian kerjasama antara Badan Karantina Pertanian dengan TNI AD dan perwujudan nota kesepahaman Badan Karantina Pertanian dengan Bea Cukai di daerah.

“Tentunya kami tidak akan mampu mengawasi seluruh pintu pemasukan yang tersebar luas di wilayah Indonesia. Oleh karenanya bersinergi dengan instansi terkait di wilayah kerja menjadi solusi dalam menjaga sumber daya alam hayati dan pertanian agar tetap lestari dan dapat bermanfaat bagi petani dan juga masyarakat,” tutup Jamil.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Tujuh terduga pelaku pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe berkedok organisasi tertentu
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:58 WIB
Tujuh terduga pelaku pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe berkedok organisasi diamankan petugas kepoli...
Polda Sumut tetapkan 8 anggota Polres Tanjungbalai tersangka kasus sabu tak bertuan
Sabtu, 19 Juni 2021 - 14:36 WIB
Bidang  Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut akhirnya menetapkan 8 personil polisi dari...
 Dirkrimum Polda Sumut tinjau lokasi penembakan Marah Salem Harahap
Sabtu, 19 Juni 2021 - 13:15 WIB
Pasca kejadian meninggalnya Marah Salem Harahap (42) Warga Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan ...
Sebuah mesin ATM BRI di Bekasi dijebol kawanan pencuri
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:36 WIB
ATM Bank BRI yang di sebuah minimarket di Jalan Raya Narogong Pangkalan 3, Kelurahan Cikiwul, Kecama...
Polres Lhokseumawe ringkus tujuh pelaku pungli di Pasar Inpres
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:24 WIB
Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Lhokseumawe meringkus tujuh pelaku pungli di kaw...
Jambret kalung balita, penjual ikan keliling digelandang ke Polres Magelang
Rabu, 16 Juni 2021 - 14:55 WIB
Polres Magelang Jawa Tengah berhasil membekuk seorang penjual ikan keliling yang menjambret kalung s...
Polres Bogor bongkar tempat pembuatan tembakau sintetis
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:35 WIB
Kepolisian Resor Bogor membongkar tempat pembuatan tembakau sintetis di Mekarjaya, Kecamatan Bogor B...
Polda Jatim gagalkan penjualan 30.500 ekor benih lobster
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:27 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Timur mengagalkan penjualan sebanyak 30.500 ekor benih lobster atau benur dar...
Delapan tersangka pungli ditempatkan di Rutan Pelabuhan Tj Priok
Selasa, 15 Juni 2021 - 15:56 WIB
Wakil Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Komisaris Polisi Yunita Natallia Rungkat menga...
Polda Sumbar ungkap perusakan Taman Nasional Kerinci Seblat
Selasa, 15 Juni 2021 - 14:10 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) d...
Live Streaming Radio Network