Jumlah PMI datang ke Pamekasan terus bertambah
Elshinta
Rabu, 12 Mei 2021 - 18:56 WIB |
Jumlah PMI datang ke Pamekasan terus bertambah
Petugas gabungan saat menjemput kedatangan Pekerja Migran Indonesia asal Pamekasan di halaman gedung Islamic Center Pamekasan, Selasa (11/5/2021) (ANTARA/Abd Aziz)

Elshinta.com - Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur  menjelang H-1 Lebaran 1442 Hijriah jumlahnya terus bertambah dari sebelumnya 513 orang menjadi 547 orang.

"Tambahan sebanyak 34 orang tiba, Selasa (11/5) kemarin dan saat ini mereka menjalani karantina di gedung Islamic Center dan di Home Stay Asri Pamekasan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTS-Naker) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur Supriyanto di Pamekasan, Rabu.

Sebelum menjalani masa karantina, petugas juga telah melakukan penyemprotan disinfektan pada barang-barang bawaan PMI.

Menurut Supri, total jumlah PMI sebanyak 547 orang asal Pamekasan itu terhitung sejak 30 April 11 Mei 2021 dalam 11 gelombang kedatangan.

Para PMI itu tiba di Pamekasan merupakan PMI yang bekerja di Malaysia dan Singapura dan mereka pulang ke Pamekasan secara mandiri, bukan karena dideportasi.

Sementara itu, Pemkab Pamekasan menyediakan dua tempat karantina bagi para PMI tersebut, yakni di Gedung Islamic Center Pamekasan dan di Home Stay Asri Pamekasan.

Lokasi karantina di Islamic Center Pamekasan khusus untuk PMI laki-laki, sedangkan yang di Home Stay Asri Pamekasan khusus untuk PMI perempuan.

Menurut Plt DPMPTS-Naker) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur Supriyanto, para PMI ini akan diperkenankan pulang ke rumahnya masing-masing setelah selesai menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan.

"Para PMI ini diperbolehkan pulang, jika telah dites swab dan dinyatakan bebas dari COVID-19," katanya, menjelaskan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga kebakaran lahan
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:35 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai...
Polisi perketat buka-tutup jalan di Bandung karena kasus COVID-19 naik
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:34 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya mulai memperketat lagi skem...
Ikan hias Kalteng tembus pasar luar negeri
Kamis, 17 Juni 2021 - 00:07 WIB
Kepala Stasiun Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palangkaraya Iromo ...
Satgas bubarkan acara kenaikan kelas di Palabuhanratu Sukabumi
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:29 WIB
Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat membub...
Pokja Genetik UGM: Vaksinasi COVID-19 masih mampu hadapi varian Delta
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:07 WIB
Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Unive...
BPBD Maluku Tengah : Tiga desa terdampak gempa magnitudo 6,1
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:21 WIB
Kepala Satlak BPBD Kabupaten Maluku Tengah Abdulatif Kelly mengatakan gempa magnitudo 6,1 pada pukul...
PLN siaga usai gempa 6,1 SR di Maluku Tengah
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:10 WIB
PLN bersiaga usai gempa berkekuatan 6,1 SR yang mengguncang wilayah Maluku Tengah dan sekitar pada R...
 Ratusan keluarga anggota Polres Salatiga jalani vaksinasi Covid- 19
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:55 WIB
Dalam rangka menciptakan herd immunity khususnya di lingkungan keluarga besar Polri, setelah sebelum...
1,18 juta pekerja di Provinsi Sulteng butuh perlindungan BPJAMSOSTEK
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:47 WIB
Sebanyak 1.184.265 pekerja di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini membutuhkan perlindungan j...
Ridwan Kamil: Tak berwisata ke Bandung untuk lindungi masyarakat
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:36 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengutarakan alasan meminta wisatawan luar daerah tidak berkunjun...
Live Streaming Radio Network