Tak ada takbir keliling malam Idul Fitri 1442 Hijriah di Kendari
Elshinta
Kamis, 13 Mei 2021 - 06:45 WIB |
Tak ada takbir keliling malam Idul Fitri 1442 Hijriah di Kendari
Polisi saat melakukan patroli di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/5/2021) malam. (ANTARA/Harianto)

Elshinta.com - Tidak ada pawai keliling kota pada malam takbiran Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi di Kendari, Sulawesi Tenggara sebagaimana terpantau pada sejumlah lokasi, di antaranya di kawasan Kecamatan Anduonohu, Kadia hingga Mandong.

Pantauan Rabu malam, gema takbiran hanya terdengar di setiap masjid di kota itu. Pembakaran petasan dan kembang api yang biasanya dilakukan anak-anak, bahkan orang dewasa juga jarang terlihat di setiap jalan. Langit yang biasanya bercahaya oleh kembang api di malam Lebaran, kini hanya gelap.

Pusat keramaian seperti di pelataran Tugu Eks MTQ Kendari, Kendari Beach, dan pusat perbelanjaan Mall Lippo Plaza Kendari aktivitas masyarakat berjalan normal. Arus lalu lintas juga terpantau normal.

Pihak keamanan dan polisi juga berjaga di setiap titik pos pengamanan. Beberapa polisi dan polisi wanita berjaga di setiap persimpangan untuk memantau dan mengawasi jika ada warga yang melakukan takbir keliling.

Selain itu, pihak kepolisian juga terlihat melakukan patroli di setiap ruas jalan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya umat Muslim, agar tidak melakukan takbir keliling karena tidak ada dalam hukum Islam, apalagi masih dalam situasi pandemi COVID-19.

"Takbir keliling itu kan hanya acara seremonial, takbir keliling itu kan tidak masuk dalam hukum Islam, yang masuk itu kan takbir di masjid, bukan pawai-pawai," kata Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad saat diwawancara via selulernya, Rabu.

Ia menuturkan hal itu merujuk pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 di saat pandemi COVID.

Selain itu, menurut dia, pelaksanaan takbir keliling juga berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bisa terjadi kecelakaan karena ada aksi saling balap, termasuk mengganggu arus lalu lintas.

"Takbir keliling potensi anak-anak muda lakukan balapan liar, itu kan mudharatnya sangat besar dan bisa menimbulkan kerumunan, mobilisasi, itu yang dihindarkan," ujar dia.

Karena itu, dia menyampaikan bahwa takbir dapat dilakukan di setiap masjid masing-masing, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan maksimal 10 persen dari kapasitas sesuai Surat Edaran Menteri Agama.

Bahkan, ia menyatakan takbir juga dapat dilakukan secara virtual karena masih dalam situasi pandemi COVID-19. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya mencegah kerumunan dan bentuk dari penerapan protokol kesehatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
TFRIC-19 manfaatkan AI temukan senyawa kandidat obat COVID-19
Kamis, 24 Juni 2021 - 15:53 WIB
Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan COVID-19 (TFRIC-19) memanfaatkan kecerdasan ...
Puluhan tukik lekang dilepasliarkan di Pantai Bugel Kulon Progo
Kamis, 24 Juni 2021 - 15:31 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yo...
TransJakarta hentikan sementara tiga rute imbas sidang Rizieq Shihab
Kamis, 24 Juni 2021 - 15:20 WIB
Pengelola PT TransJakarta terpaksa menghentikan sementara operasional tiga rute armada sebagai akib...
Kemenag minta jajarannya pantau penerapan surat edaran Idul Adha
Kamis, 24 Juni 2021 - 14:53 WIB
Kementerian Agama meminta jajarannya di Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi untuk proaktif memant...
36 kasus aktif COVID-19 pada anak ditemukan di Surabaya
Kamis, 24 Juni 2021 - 13:00 WIB
Dinas Kesehatan Kota Surabaya mencatat hingga 22 Juni 2021 ada 36 kasus aktif COVID-19 pada anak ant...
KAI Commuter temukan 16 orang reaktif sesuai tes antigen acak
Kamis, 24 Juni 2021 - 11:13 WIB
Pengelola Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter menemukan sebanyak 16 calon penumpang KRL berstatus ...
13.891 warga Pasaman Barat belum rekam KTP elektronik 2021
Kamis, 24 Juni 2021 - 10:35 WIB
Sebanyak 13.891 warga Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) belum melakukan perekaman Kar...
Polwan asal Aceh kuasai dua bahasa asing ditugaskan ke Afrika Tengah
Kamis, 24 Juni 2021 - 09:11 WIB
Polwan asal Banda Aceh Briptu Selly Gabriella yang fasih berbahasa Inggris dan Prancis  mendapatka...
PLN bantu bibit mangrove dan ikan ke masyarakat
Kamis, 24 Juni 2021 - 07:45 WIB
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR) menyerahkan bantuan program tan...
Legislator Penajam apresiasi wisata sawah Desa Gunung Mulia
Kamis, 24 Juni 2021 - 07:30 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Sujiati, mengapresiasi Kepala De...
Live Streaming Radio Network