Minyak anjlok sekitar tiga persen, terseret krisis COVID-19 India
Elshinta
Jumat, 14 Mei 2021 - 10:45 WIB |
Minyak anjlok sekitar tiga persen, terseret krisis COVID-19 India
Dokumentasi - Kapal tanker bersandar pengilangan minyak, Bayonne, New Jersey, Amerika Serikat. (ANTARA/REUTERS/Lucas Jackson/aa.)

Elshinta.com - Harga minyak anjlok sekitar persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika krisis virus corona India semakin dalam dan jaringan pipa bahan bakar utama AS kembali beroperasi, menghentikan reli yang telah mengangkat minyak mentah ke level tertinggi delapan minggu setelah perkiraan rebound untuk permintaan global tahun ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, terpangkas 2,27 dolar AS atau 3,3 persen menjadi ditutup pada 67,05 dolar AS per barel, setelah naik 1,0 persen pada Rabu (12/5/2021).

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, jatuh 2,26 dolar AS atau 3,4 persen menjadi menetap di 63,82 dolar AS per barel, setelah naik 1,2 persen di sesi sebelumnya.

Kedua harga acuan tersebut menandai penurunan harian terbesar mereka dalam hal persentase sejak awal April.

Harga juga berada di bawah tekanan karena lonjakan harga-harga komoditas yang lebih luas, kekurangan tenaga kerja dan data harga konsumen yang jauh lebih kuat dari perkiraan minggu ini telah memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memaksa Federal Reserve AS menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga biasanya meningkatkan dolar AS, yang pada gilirannya menekan harga minyak karena membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Harga minyak mentah terus menurun ketika para investor menekan tombol jeda bersama siklus perdagangan komoditas-komoditas super," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"Ketakutan inflasi telah membuat bingung beberapa investor untuk mengambil untung dari perdagangan energi mereka."

Presiden AS Joe Biden mengatakan pengendara dapat mengharapkan stasiun pengisian bahan bakar mulai kembali normal akhir pekan ini, bahkan ketika kekurangan mencengkeram beberapa daerah di tengah pengoperasian kembali jaringan pipa bahan bakar utama negara itu setelah ditutup oleh serangan ransomware.

Penutupan Colonial Pipeline selama hampir seminggu, yang membawa 100 juta galon bahan bakar per hari, menyebabkan kekurangan bensin dan pernyataan darurat dari Virginia hingga Florida, menyebabkan dua kilang menghentikan produksi, dan mendorong maskapai penerbangan untuk merombak operasi pengisian bahan bakar.

Dalam sinyal penurunan lainnya untuk permintaan minyak, varian virus corona telah melanda India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia.

Para profesional medis belum dapat mengatakan kapan infeksi baru akan memuncak dan negara-negara lain khawatir atas penularan varian yang sekarang menyebar ke seluruh dunia.

"Kekhawatiran berkembang bahwa penyebaran virus corona yang tidak terkendali di India dan di Asia Tenggara akan mengurangi permintaan minyak," kata analis PVM dalam sebuah catatan.

"Dampaknya, bagaimanapun, diperkirakan relatif singkat dan paruh kedua tahun ini akan melihat kebangkitan yang sehat dari pertumbuhan permintaan minyak."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus lokal harian COVID Taiwan di bawah angka 100
Senin, 21 Juni 2021 - 18:47 WIB
Kasus lokal harian COVID-19 Taiwan pada Senin untuk pertama kalinya dalam sebulan lebih berada di ba...
PM Australia berikan lebih banyak dosis vaksin COVID ke negara bagian
Senin, 21 Juni 2021 - 12:58 WIB
Negara bagian dan teritori Australia akan segera mendapatkan lebih banyak dosis vaksin COVID-19, uja...
17 Kasus baru COVID-19 muncul di China
Senin, 21 Juni 2021 - 12:36 WIB
Sebanyak 17 kasus baru COVID-19 muncul di China pada 20 Juni, turun dari 23 kasus sehari sebelum, de...
AS tutup perbatasan darat dengan Kanada, Meksiko hingga 21 Juli
Senin, 21 Juni 2021 - 11:57 WIB
Perbatasan darat Amerika Serikat (AS) dengan Kanada dan Meksiko akan tetap ditutup untuk perjalanan ...
Utusan nuklir AS berharap tanggapapan positif ihwal dialog dari Korut
Senin, 21 Juni 2021 - 10:42 WIB
Perwakilan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara, Sung Kim, mengatakan pada Senin bahwa dia mengh...
Dubes Heri siap dukung promosi kesenian Indonesia di Jepang
Minggu, 20 Juni 2021 - 12:11 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan kelomp...
Seniman Rohingya atasi ketakutan COVID saat pengungsi menunggu vaksin
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:45 WIB
Sibuk dengan kuasnya di bawah atap terpal, seniman Rohingya Ansar Ullah mengerjakan mural yang mengg...
Muncul kasus baru COVID, ratusan penerbangan di Shenzhen dibatalkan
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:00 WIB
Sedikitnya 400 jadwal penerbangan domestik dan internasional di Bandar Udara Internasional Bao\'an, ...
Lewati 500.000 kematian COVID, pakar Brazil beri peringatan
Minggu, 20 Juni 2021 - 10:30 WIB
Jumlah kematian di Brazil akibat COVID-19 melampaui 500.000 pada Sabtu (19/6) ketika para ahli mempe...
Delapan orang diamankan pascaledakan pipa gas Tiongkok tewaskan 25 warga
Sabtu, 19 Juni 2021 - 20:35 WIB
Delapan orang dari perusahaan gas di Kota Shiyan, Provinsi Hubei, China, diamankan pihak kepolisian ...
Live Streaming Radio Network