Kasus COVID India lampaui 24 juta, saat varian virus menyebar ke dunia
Elshinta
Jumat, 14 Mei 2021 - 13:55 WIB |
Kasus COVID India lampaui 24 juta, saat varian virus menyebar ke dunia
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Jumlah infeksi COVID-19 yang tercatat di India naik melampaui 24 juta kasus pada Jumat, di tengah laporan bahwa mutan virus corona yang sangat mudah menular yang pertama kali terdeteksi di negara itu, menyebar ke seluruh dunia.

Varian virus B.1.617 India telah ditemukan pada kasus di delapan negara di Amerika, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, kata Jairo Mendez, seorang ahli penyakit menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Orang yang terinfeksi oleh varian tersebut termasuk pelancong di Panama dan Argentina yang datang dari India atau Eropa. Di Karibia, kasus varian India telah terdeteksi di Aruba, Dutch St Maarten, dan wilayah Guadeloupe milik Prancis. Strain mutan juga telah terdeteksi di Inggris, serta di Singapura.

"Varian ini memiliki kemampuan penularan yang lebih besar, tetapi sejauh ini kami belum menemukan konsekuensi jaminan apa pun. Satu-satunya kekhawatiran adalah mereka menyebar lebih cepat," ujar Mendez.

Badan kesehatan masyarakat Inggris mengatakan jumlah total kasus yang dikonfirmasi dari varian tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir menjadi 1.313 kasus di seluruh Inggris.

"Kami cemas tentang varian itu - itu telah menyebar," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang menambahkan bahwa akan ada pertemuan untuk membahas apa yang harus dilakukan.

"Kami tidak mengesampingkan apa pun," ujar Johnson.

Menurut data kementerian kesehatan, India mencatat 4.000 kematian dan 343.144 kasus dalam 24 jam terakhir. Itu adalah hari ketiga berturut-turut dari 4.000 kematian atau lebih, tetapi infeksi harian tetap di bawah puncak 414.188 minggu lalu.

Sementara jumlah total infeksi yang tercatat melebihi 24 juta kasus, jumlah orang yang dipastikan meninggal dunia karena COVID-19 mencapai 262.317 sejak pandemi pertama kali melanda India lebih dari setahun yang lalu.

Tetapi para ahli mengatakan angka sebenarnya bisa lima hingga sepuluh kali lebih tinggi karena kurangnya pengujian di banyak tempat.

Bhramar Mukherjee, seorang profesor epidemiologi di Universitas Michigan, mengatakan sebagian besar model telah memperkirakan puncaknya infeksi COVID-19 di India terjadi minggu ini dan bahwa negara tersebut dapat melihat tanda-tanda tren tersebut.

Namun, jumlah kasus baru setiap hari cukup besar untuk membanjiri rumah sakit, katanya di Twitter pada Kamis (13/5).

"Kata kuncinya adalah optimisme hati-hati."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PM Australia berikan lebih banyak dosis vaksin COVID ke negara bagian
Senin, 21 Juni 2021 - 12:58 WIB
Negara bagian dan teritori Australia akan segera mendapatkan lebih banyak dosis vaksin COVID-19, uja...
17 Kasus baru COVID-19 muncul di China
Senin, 21 Juni 2021 - 12:36 WIB
Sebanyak 17 kasus baru COVID-19 muncul di China pada 20 Juni, turun dari 23 kasus sehari sebelum, de...
AS tutup perbatasan darat dengan Kanada, Meksiko hingga 21 Juli
Senin, 21 Juni 2021 - 11:57 WIB
Perbatasan darat Amerika Serikat (AS) dengan Kanada dan Meksiko akan tetap ditutup untuk perjalanan ...
Utusan nuklir AS berharap tanggapapan positif ihwal dialog dari Korut
Senin, 21 Juni 2021 - 10:42 WIB
Perwakilan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara, Sung Kim, mengatakan pada Senin bahwa dia mengh...
Dubes Heri siap dukung promosi kesenian Indonesia di Jepang
Minggu, 20 Juni 2021 - 12:11 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan kelomp...
Seniman Rohingya atasi ketakutan COVID saat pengungsi menunggu vaksin
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:45 WIB
Sibuk dengan kuasnya di bawah atap terpal, seniman Rohingya Ansar Ullah mengerjakan mural yang mengg...
Muncul kasus baru COVID, ratusan penerbangan di Shenzhen dibatalkan
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:00 WIB
Sedikitnya 400 jadwal penerbangan domestik dan internasional di Bandar Udara Internasional Bao\'an, ...
Lewati 500.000 kematian COVID, pakar Brazil beri peringatan
Minggu, 20 Juni 2021 - 10:30 WIB
Jumlah kematian di Brazil akibat COVID-19 melampaui 500.000 pada Sabtu (19/6) ketika para ahli mempe...
Delapan orang diamankan pascaledakan pipa gas Tiongkok tewaskan 25 warga
Sabtu, 19 Juni 2021 - 20:35 WIB
Delapan orang dari perusahaan gas di Kota Shiyan, Provinsi Hubei, China, diamankan pihak kepolisian ...
KBRI fasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk merambah pasar Argentina
Sabtu, 19 Juni 2021 - 12:30 WIB
KBRI Buenos Aires menggandeng pengusaha Argentina untuk mendirikan Dewan Bisnis Argentina-Indonesia ...
Live Streaming Radio Network