BPTJ sediakan angkutan bus alternatif untuk dukung KRL Jabodetabek
Elshinta
Sabtu, 15 Mei 2021 - 23:35 WIB |
BPTJ sediakan angkutan bus alternatif untuk dukung KRL Jabodetabek
Penumpang naik ke dalam rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (6/5/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Elshinta.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyediakan angkutan bus bantuan gratis yang dioperasikan khusus pada pagi dan sore hari pada 15 dan 16 Mei 2021 sebagai bagian dari langkah menjaga pemenuhan ketentuan protokol kesehatan di angkutan umum KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 1442 H.

Kepala BPTJ Polana B Pramesti menyampaikan kebijakan ini dilaksanakan menyusul terjadinya konsentrasi penumpang pada jam-jam tertentu di angkutan umum massal KRL Jabodetabek yang terjadi selama Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Kita tidak bisa pungkiri bahwa meskipun pergerakan di wilayah aglomerasi telah dibatasi selama masa Libur Lebaran 1442 H, masih banyak masyarakat Jabodetabek yang memutuskan untuk melakukan kegiatan berpergian menggunakan angkutan umum massal, " katanya dalam pernyataan pers dikutip di Jakarta, Sabtu.

Polana mengatakan hal ini berdampak pada penumpang KRL yang didominasi oleh rombongan keluarga dan orang-orang yang dalam kesehariannya tidak menggunakan KRL.

"Para penumpang ini masih belum terbiasa terhadap protokol kesehatan di angkutan umum massal terutama pemenuhan ketentuan jaga jarak. Sangat berbeda dengan para komuter yang setiap hari menggunakan angkutan umum massal sehingga kultur bertransportasi seperti disiplin prokes telah terbentuk," ujarnya.

Meski demikian, Polana menegaskan bahwa keberadaan angkutan bus alternatif ini disediakan tidak untuk memberikan kelonggaran terhadap masyarakat untuk leluasa berpergian.

"Di tengah masa pandemi COVID-19, BPTJ terus mengajak masyarakat agar bijak bermobilitas terutama selama libur Lebaran, tidak lengah dalam menegakkan protokol kesehatan, menahan diri untuk berpergian, dan memilih untuk melakukan silaturahmi secara virtual selama masa libur Lebaran 1442 H," katanya.

Menurut Polana, ketersediaan bus sebagai angkutan alternatif yang dipersiapkan untuk mendukung pemenuhan ketentuan jaga jarak hanya akan dioperasionalkan manakala terjadi lonjakan penumpang KRL yang berpotensi terganggunya penegakan protokol kesehatan.

"Sebaliknya, apabila tidak terdapat lonjakan, maka bus yang telah dipersiapkan juga tidak akan dioperasionalkan," katanya.

Lebih lanjut, Polana juga menambahkan meski jadwal bus telah ditentukan, namun demikian dalam implementasinya fleksibel menyelesaikan kebutuhan di lapangan.

Adapun jadwal bus selengkapnya adalah pada Sabtu dan Minggu (16/5/2021) sekitar jam 08.30 WIB, disediakan delapan unit, masing-masing empat bus dari Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang menuju Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda.

Untuk sore harinya, sekitar jam 15.30 WIB disediakan delapan unit, masing-masing satu bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Juanda dengan tujuan Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang.

Lalu, sekitar jam 15.30 WIB disediakan delapan unit masing-masing satu bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Juanda dengan tujuan Stasiun Depok Lama dan Stasiun Bogor.

Lebih lanjut, Polana menambahkan selama masa peniadaan mudik Lebaran 1442 H, layanan transportasi di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek tetap tersedia untuk mengakomodir masyarakat yang masih harus melaksanakan kegiatan esensial dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk itu, pemerintah terus menjalin koordinasi bersama para operator angkutan umum serta para pemangku kepentingan lainnya di Jabodetabek untuk dapat senantiasa menjaga penegakan protokol kesehatan, khususnya selama masa libur Lebaran 1442 H.

"Langkah koordinasi juga telah dilakukan dengan PT MRT Jakarta dan PT  Transjakarta untuk memastikan layanan angkutan umum tetap berlangsung dengan menegakkan protokol kesehatan terutama ketentuan jaga jarak," jelasnya.

Saat ini, pengendalian transportasi di Jabodetabek masih mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transport Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

"Masih ada pembatasan kapasitas baik angkutan jalan maupun angkutan kereta api perkotaan yang masih harus menjadi perhatian kita bersama," tutup Polana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat hingga kebakaran lahan
Kamis, 17 Juni 2021 - 08:35 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai...
Polisi perketat buka-tutup jalan di Bandung karena kasus COVID-19 naik
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:34 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan pihaknya mulai memperketat lagi skem...
Ikan hias Kalteng tembus pasar luar negeri
Kamis, 17 Juni 2021 - 00:07 WIB
Kepala Stasiun Karantina, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Palangkaraya Iromo ...
Satgas bubarkan acara kenaikan kelas di Palabuhanratu Sukabumi
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:29 WIB
Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat membub...
Pokja Genetik UGM: Vaksinasi COVID-19 masih mampu hadapi varian Delta
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:07 WIB
Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Unive...
BPBD Maluku Tengah : Tiga desa terdampak gempa magnitudo 6,1
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:21 WIB
Kepala Satlak BPBD Kabupaten Maluku Tengah Abdulatif Kelly mengatakan gempa magnitudo 6,1 pada pukul...
PLN siaga usai gempa 6,1 SR di Maluku Tengah
Rabu, 16 Juni 2021 - 19:10 WIB
PLN bersiaga usai gempa berkekuatan 6,1 SR yang mengguncang wilayah Maluku Tengah dan sekitar pada R...
 Ratusan keluarga anggota Polres Salatiga jalani vaksinasi Covid- 19
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:55 WIB
Dalam rangka menciptakan herd immunity khususnya di lingkungan keluarga besar Polri, setelah sebelum...
1,18 juta pekerja di Provinsi Sulteng butuh perlindungan BPJAMSOSTEK
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:47 WIB
Sebanyak 1.184.265 pekerja di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini membutuhkan perlindungan j...
Ridwan Kamil: Tak berwisata ke Bandung untuk lindungi masyarakat
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:36 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengutarakan alasan meminta wisatawan luar daerah tidak berkunjun...
Live Streaming Radio Network