Polres Lebak tahan tujuh pegawai RSUD Adjidarmo Rangkasbitung
Elshinta
Selasa, 18 Mei 2021 - 23:50 WIB |
Polres Lebak tahan tujuh pegawai RSUD Adjidarmo Rangkasbitung
Kepolisian Resor (Polres) Lebak menahan tujuh pegawai RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena diduga melakukan pencurian alat kesehatan rumah sakit tersebut.

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Banten, menahan tujuh pegawai RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, karena diduga melakukan pencurian alat kesehatan rumah sakit tersebut.

"Pelaku ketujuh pegawai itu setelah dilaporkan oleh Zulkarnaen sebagai kepala Gudang Farmasi RSUD Adjidarmo Rangkasbitung atas kasus pencurian alat kesehatan," kata Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana saat menggelar jumpa pers di Lebak, Selasa.

Peristiwa tindak pidana yang dilakukan pegawai itu, karena kerapkali kebutuhan peralatan kesehatan RSUD Adjidarmo kekurangan, padahal pendistribusian mencukupinya.

Kekurangan peralatan kesehatan itu, sehingga Zulkarnaen melakukan pengecekan data barang masuk dan keluar Gudang RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Namun, kata dia, ditemukan adanya perbedaan jumlah barang-barang berupa alat-alat kesehatan, seperti cairan inpus, handcone,jarum suntik dan lainya.

Dari temuan itu, kata dia, pihaknya melaporkan kasus tersebut kepada Polres Lebak untuk dilakukan penyelidikan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan itu, sehingga ditetapkan tujuh pegawai RSUD Adjidarmo Rangkasbitung menjadi tersangka," katanya.

Menurut dia, ketujuh pegawai yang ditetapkan tersangka terdiri dari enam pegawai berstatus honorer dan seorang pegawai negeri sipil (PNS) RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Ketujuh tersangka itu antara lain berinisial S berperan sebagai pencokel jendela dan mengambil barang peralatan kesehatan dengan mendapatkan bagian hasil kejahatan Rp6 juta.

Selanjutnya, kata dia, inisial J sebagai petugas Satpam dengan berperan mengawasi gudang dan mengangkat barang curian menerima bagian Rp450 ribu.

Begitu juga tersangka inisial T sebagai karyawan harian mengawasi dari luar dan membawa ke mobil menerima bagian Rp5 juta.

Tersangka lainya, ujar dia, inisial RJ sebagai petugas Satpam berperan mengawasi sekitar gudang dan mengangkut ke mobil dan mendapatkan bagian sebesar Rp2 juta.

Kemudian tersangka AW sebagai karyawan berperan mengangkut barang hasil curian dan menyediakan kendaraan mendapatkan bagian uang Rp4 juta,sedangkan tersangka SU sebagai karyawan cleaning servis peran mengangkut barang ke mobil dengan mendapatkan bagian Rp900 ribu.

Sementara itu, tersangka inisial I sebagai PNS beperan mengangkut kedalam mobil kemudian menghubungi saudara A setelah ada hasil pencurian dan mendapatkan bagian Rp6 juta.

"Diperkirakan kerugian material akibat pencurian peralatan kesehatan itu sekitar Rp85 juta sesuai hasil audit sementara RSUD Adjidarmo Rangkasbitung," kata Kapolres.

Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka inisial A mereka memasarkan melalui media sosial dengan cara memposting dan melakukan transaksi di daerah Tanggerang sebagai penadah.

Saat ini, kata dia, kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan atas kasus kejahatan tersebut,termasuk penadah barang.

"Semua pelaku pencurian peralatan kesehatan dikenakan Pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Petugas ungkap penyelundupan sabu dari luar tembok Lapas Kedungpane
Selasa, 03 Agustus 2021 - 16:58 WIB
Petugas Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah, mengungkap upaya penyelundupan narkotika jen...
Dewan Pengawas KPK gelar sidang etik untuk Lili Pintauli
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:12 WIB
Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menggelar sidang etik terhadap Wakil Ketua K...
Mabes Polri serahkan pemeriksaan donasi Akidi Tio ke Polda Sumsel
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:37 WIB
Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menyerahkan pemeriksaan perkara donasi Rp 2...
Polda Sumsel pulangkan empat keluarga Akidi Tio
Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:51 WIB
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memulangkan empat orang anggota keluarga almarhum Akidi Tio usai ...
Pemkot Depok larang warga gelar lomba 17 Agustus yang undang kerumunan
Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:18 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat mengimbau kepada warga Depok untuk tidak menyelenggarakan ...
KPK jelaskan konstruksi perkara jerat Rudy Hartono I sebagai tersangka
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:10 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Direktur PT Aldira B...
Pemkab Gunung Kidul tidak masukkan Gunung Sewu sebagai `geopark`
Senin, 02 Agustus 2021 - 21:09 WIB
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak akan memasukkan keberadaan stat...
Pelaku pencurian bugil di Cafe Niaga Banjarmasin ditangkap polisi
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:00 WIB
Tim Gabungan yang terdiri dari Ops Jatanras Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, Resmob Polda Kalsel, T...
Berkas perkara kasus selebgram Aceh dilimpahkan ke Kejari Lhokseumawe
Minggu, 01 Agustus 2021 - 20:48 WIB
Selebgram Aceh, Herlin Kenza Bersama Tim  kuasa Hukum  Razman Arif Nasution medatangI Markas Polis...
Puan: Tindak tegas mafia obat COVID-19
Minggu, 01 Agustus 2021 - 11:00 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat Kepolisian menindak tegas mafia obat COVID-19 karena negar...
Live Streaming Radio Network