Pemprov NTT dorong terbitnya inpres percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana
Elshinta
Kamis, 20 Mei 2021 - 15:55 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Pemprov NTT dorong terbitnya inpres percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana
Sumber foto: Yos Syukur/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pemerintah untuk menerbitkan inpres percepatan  rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana siklon tropis Seroja.

Hal itu disampaikan oleh wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Josef Nae Soi (JNS) ketika beraudiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT,  I Nyoman Ariawan Atmaja di ruang kerja Wagub, Selasa (18/5).

Josef mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Seroja dapat berjalan dengan cepat dan tepat. 

"Kita akan terus mendorong Pemerintah Pusat untuk menerbitkan Inpres (Instruksi Presiden) terkait upaya Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana Seroja di NTT," katanya seperti yang dilaporkan Kontributor Elshinta, Yos Syukur, Kamis (20/5). 

"Tentunya Inpres ini sangat penting  Kita sudah menghubungi pak Pramono (Sektretaris Kabinet, red) untuk hal ini, " jelasnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut I Nyoman Ariawan Atmaja memaparkan hasil  penilaian dan analisis Bank Indonesia Perwakilan NTT terhadap Dampak Bencana Seroja bagi Perekonomian NTT. 

Wagub Nae Soi memberikan apresiasi atas upaya BI perwakilan NTT tersebut.  Bahan tersebut dapat menjadi rujukan bagi pemerintah Provinsi dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk pemulihan ekonomi NTT pasca Bencana Seroja. 

"Kita juga sedang mengupayakan pinjaman dana dari  PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur, red) sebesar Rp. 1,5  triliun untuk pembangunan infrastruktur, sektor pertanian,  peternakan dan perikanan. Terima kasih untuk hasil analisa dari BI NTT," jelas Wagub Nae Soi. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan, Badai Seroja memiliki dampak besar dari sisi ekonomi. Pada sektor pertanian,  kerusakan lahan padi mencapai 23.517 ha dan 13.960 ha lahan jagung.  Atau setara luas panen 325.469 ha padi dan 366.740 ha jagung pada tahun 2021. Kalau dipersentasekan, kerusakan padi mencapai 7,23 persen  untuk tahun 2021 dan 12,94 persen untuk triwulan kedua. Sementara untuk jagung mencapai 4,35 persen untuk tahun 2021.

"Belum lagi kerusakan infrastruktur pertanian seperti bendungan dan irigasi.  Ada sekitar 8.179 anggota kelompok tani yang terdampak bencana.  Sementara  untuk sub sektor peternakan, jumlah ternak yang hilang atau hanyut dan mati yakni sapi 4.410 ekor,  kerbau 65 ekor,  babi 5.202 ekor,  kambing 4.261 ekor, kuda 108 ekor dan ayam 31.103 ekor.  Untuk sub sektor perikanan,  ada 602 kapal nelayan rusak berat yang menyebabkan sekitar 4.868 ton ikan yang tidak bisa ditangkap," jelas Nyoman. 

Lebih lanjut Nyoman Atmaja menjelaskan, bencana ini berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2021 secara akumulatif dari awalnya diproyeksikan 3, 97 persen turun jadi 3,68 persen. Untuk triwulan kedua tahun 2021 diproyeksikan turun dari 5,66 persen turun jadi 5,21 persen,  triwulan ketiga dari 4,32 persen ke 3,98 persen dan triwulan keempat dari 5,67 persen ke 5,30 persen. 

"Penurunan pertumbuhan ekonomi ini tanpa intervensi kebijakan. Jika ada intervensi kebijakan di bidang pertanian,  ekonomi NTT diperkirakan tumbuh 3,78 persen. Sementara kalau ada intervensi pertanian disertai upaya di sektor konstruksi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi NTT bisa mencapai 4,085 persen," jelas I Nyoman. 

Nyoman Atmaja menambahkan,  inflasi  NTT secara tahunan pada April 2021 mencapai 1,54 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional. Bencana badai siklon seroja diperkirakan meningkatkan tekanan inflasi dua (2) sampai dengan tiga (3) bulan ke depan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,  juga mengakibatkan tekanan inflasi di akhir tahun 2021. Namun inflasi NTT sepanjang tahun 2021 diperkirakan masih terkendali dan berada pada rentang 2,10 sampai dengan 3,10 persen (yoy). 

"Karenanya kami merekomendasikan agar Pemerintah Provinsi menyampaikan surat kepada Pemerintah Pusat untuk penerbitan Inpres tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana terutama kepada Kementerian Pertanian,  Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian PUPR," ungkapnya.

Dikatakan, kalau melihat beberapa daerah bencana lainnya seperti di Palu, Sulawesi Tengah dan NTB,  sebulan setelah bencana Inpresnya langsung keluar dan sangat membantu proses rekonstruksi fisik dan ekonomi pasca bencana. 

"Kami juga rekomendasikan perluasan Program TJPS, Food Estate,  akselerasi tindak lanjut Pinjaman PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)  PT SMI 2021, perluasan penggunaan brigade alsintan dan percepatan vaksinasi untuk dorong mobilitas. Kami juga menghimbau agar Pemprov surati Dewan Komisioner OJK untuk meminta relaksasi kredit bagi debitur terdampak bencana di NTT," jelas I Nyoman.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jasamarga gencarkan operasi pengendalian Tol Gempol-Pasuruan
Jumat, 23 Juli 2021 - 16:36 WIB
PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) menggencarkan operasi pembatasan dan pengendalian lalu lintas di ...
18 Juli 1974: Perumnas, rumah murah untuk rakyat
Minggu, 18 Juli 2021 - 06:00 WIB
Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) adalah Badan Usaha Milik Negara I...
Percepat perbaikan, BBPJN Sumsel tutup Jembatan Ogan 3 selama tiga bulan 
Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:25 WIB
Menjamin kenyamanan masyarakat di Kota Palembang, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumat...
16 Juli 1896: Pengoperasian tahap pertama proyek rel lokomotif uap Hindia Belanda
Jumat, 16 Juli 2021 - 06:00 WIB
Rute perjalanan kereta api dari Semarang menuju Tanggung, Jawa Tengah, yang berjarak 26 kilometer me...
TMMD Sengkuyung II Dayeuhluhur Tahun 2021 Kodim 0703 Cilacap resmi ditutup
Rabu, 14 Juli 2021 - 20:24 WIB
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 Kodim 0703 Cilacap yang b...
Ini empat ruas tol baru bakal dibangun di Kabupaten Tangerang
Jumat, 09 Juli 2021 - 15:48 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten merencanakan pembangunan empat jalan tol ba...
Tim Wasev Korem 071/WK tinjau hasil pembangunan TMMD di Desa Dayeuhluhur Cilacap
Jumat, 02 Juli 2021 - 18:05 WIB
Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Korem 071 Wijayakusuma yang dipimpin Pasi Bakti TNI Mayor Arm Aris...
Program Sejuta Rumah 2021 hingga Mei capai 312.290 unit
Minggu, 27 Juni 2021 - 16:46 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan program Sejuta Rumah pada 2021 ini...
Bupati Cirebon sebut banyak proyek infrastruktur tidak sesuai target akibat pandemi
Jumat, 25 Juni 2021 - 16:25 WIB
Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Wahyu Tjiptaningsih dan Dinas PUPR melakukan monitoring p...
 Satgas TMMD Kodim Cilacap kebut sasaran fisik
Jumat, 25 Juni 2021 - 14:07 WIB
Satgas TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0703 Cilacap terus kebut semua sasaran fisik yang ada dalam pr...
Live Streaming Radio Network