Peserta vaksinasi COVID-19 demam usai terima AstraZeneca CTMAV 544
Elshinta
Jumat, 21 Mei 2021 - 21:56 WIB |
Peserta vaksinasi COVID-19 demam usai terima AstraZeneca CTMAV 544
Nita Chusnul Yulaikah (39) berpose usai menerima suntikan pertama vaksin AstraZeneca di Mall Taman Anggrek, Jakarta, Rabu (19/5/2021). (ANTARA/HO-Nita).

Elshinta.com - Peserta vaksinasi COVID-19, Nita Chusnul Yulaikah (39), mengalami demam hingga 38,1 derajat celcius yang disertai gejala pusing usai menjalani suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca Batch CTMAV 544 pada Rabu (19/5).

"Saya disuntik vaksin di Mall Taman Anggrek, Jakarta, sesuai dengan arahan kantor, tempat saya bekerja," kata pegawai Trans Mart itu saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (21/5) siang.

Beberapa jam usai disuntik, gejala demam dan pusing mulai dirasakan Nita. Situasi itu berlangsung hingga malam hari. "Hari itu suhu tubuh saya sampai 38,1 derajat celcius. Badan panas dan kepala pusing," katanya.

Nita pun mengonsultasikan gejala yang dialami kepada tenaga medis melalui nomor kontak yang telah diberikan petugas saat vaksinasi di Mall Taman Anggrek.

Warga Depok, Jawa Barat, itu disarankan untuk meminum obat penurun panas jenis paracetamol. "Petugasnya bilang ini gejala umum dan diperkirakan akan hilang dalam tiga hingga tujuh hari," ujarnya.

Gejala tersebut dirasakan Nita hingga Kamis (20/5). Demam yang dia rasakan pun baru berangsur membaik pada Jumat pagi meskipun rasa ngilu di lokasi suntik masih dirasakan.

Nita menceritakan proses saat dia menjalani vaksinasi. "Pada Rabu (19/5) sekitar pukul 12.30 WIB, saya datang bersama seorang teman dari tempat kerja yang sama. Kawan saya setelah vaksin juga sempat mengalami ngilu di sekitar tempat suntikan, tapi tidak sampai demam," ujarnya.

Beberapa saat sebelum menjalani penyuntikan vaksin, petugas di sentra vaksinasi sempat melakukan diagnosa terhadap riwayat penyakit, gejala, alergi obat, hingga alergi makanan.

Selanjutnya dilakukan cek suhu serta tensi darah. Setelah segala sesuatunya dianggap normal, petugas pun memberikan suntikan vaksin sekitar pukul 14.00 WIB. "Saat disuntik pun saya sudah sarapan dan makan siang. Tidak puasa," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ahli Gizi UGM anjurkan pasien isoman konsumsi makanan berkalori tinggi
Rabu, 04 Agustus 2021 - 14:50 WIB
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada Aviria Ermamilia menganjurkan pasien COVID-19 yang sedang menjalan...
Dokter: Anak yang sedang menstruasi boleh divaksin
Senin, 02 Agustus 2021 - 23:45 WIB
Dokter spesialis anak dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A mengatakan bagi anak yang sedang mengala...
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Live Streaming Radio Network