Atasi krisis air bersih di NTT, Kodam Udayana terjunkan prajurit pasang pipa air dan pompa
Elshinta
Sabtu, 22 Mei 2021 - 11:27 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Atasi krisis air bersih di NTT, Kodam Udayana terjunkan prajurit pasang pipa air dan pompa
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Atasi krisis air bersih yang selama ini terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) jajaran Kodam Udayana mencarikan solusi akan hal itu. Ratusan prajurit disebar masuk ke desa-desa untuk memasang ratusan kilometer pipa air dan pompa demi memudahkan warga dalam mendapatkan air bersih. 

Panglima Kodam Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, pembangunan pompa air adalah inisiatif pihaknya dalam rangka memberikan solusi untuk mengatasi krisis air bersih. Pasalnya, selama ini warga sangat membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari. "Sudah puluhan tahun mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Kalau pun ada harganya cukup mahal dan mereka tak bisa membeli," katanya, Sabtu (22/5).

Dikatakan Maruli, tergeraknya ia untuk menyiapkan air bersih bagi masyarakat karena berdasarkan data di tahun 2017 lalu dan hingga saat ini, warga harus menempuh jarak sepanjang enam sampai 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Bahkan, demi mendapatkan air bersih, mereka pun harus merogoh kocek Rp 2500 demi bisa mendapatkan 20 liter air. "Bahkan jika ada mobil tangki keliling kaum perempuan dan anak sekolah harus berebut karena mobil tangki tak dapat maksimal memenuhi permintaan warga," ujarnya.

Akibat sulitnya mendapatkan air bersih itu juga, sambung Maruli, kesehatan masyarakat terus mengalami kendala. Karena sulitnya air warga pun menjadi jarang mandi, pertumbuhan anak menjadi terkendala dan mengalami stunting dan gizi mereka pun buruk. "Jangankan untuk mandi, untuk minum air bersih pun mereka sulit. Makanya berbagai upaya kami lakukan untuk membantu warga," imbuhnya.

Atas masalah itu, kata mantan Komandan Paspampres ini, pihaknya pemerintah melalui jajarannya hadir demi membantu kesulitan warga. Dimana pihaknya membangun pompa dan memasang pipa hingga ke pelosok pemukiman warga. "Kami pun bersyukur saat ini air bersih sudah dirasakan sebagian besar warga NTT yang sebelumnya kesulitan akan hal ini sejak puluhan tahun yang lalu," ungkapnya.

Dari pembangunan yang dilakukan jajarannya, kata Maruli, di tahap pertama ini pompa dan pipa air sudah di pasang di 13 Kabupaten dan Kota. Saat ini pemasangan masih terus dikejar pihaknya agar 22 kabupaten dan kota yang ada di NTT, NTB hingga Bali, bisa dengan mudah mendapatkan air bersih. "Target kami Agustus besok semua pembangunan pompa dan pipa, rampung dikerjakan oleh prajurit yang kini terus berjuang untuk masyarakat," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (22/5). 

Maruli menambahkan, dalam membuat pompa dan pemasangan pipa itu, pihaknya bersama jajaran melakukannya sendiri. Dimana pompa yang ditempatkan di sebuah mata air, akan langsung dialirkan ke pipa hingga sampai ke rumah-rumah warga. "Biaya yang dikeluarkan pun cukup murah, untuk satu pompa itu hanya berkisar Rp17 juta. Dan semua uang itu didapat dari sumbangan-sumbangan yang didapat dari para donator selama ini," ungkapnya.

Dengan adanya pompa dan air bersih yang sudah mengalir dengan baik, lanjut Jenderal bintang dua ini, diharapkan kehidupan masyarakat bisa berubah. Warga tak lagi kekurangan minum dan gizi dan anak-anak tak lagi mengalami stunting. "Kami masih punya rencana lanjutan dimana nantinya air bisa mengalir ke perkebunan agar masyarakat bisa bercocok tanam dan tak ada lagi yang kekurangan gizi," tukasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jasamarga gencarkan operasi pengendalian Tol Gempol-Pasuruan
Jumat, 23 Juli 2021 - 16:36 WIB
PT Jasamarga Gempol Pasuruan (JGP) menggencarkan operasi pembatasan dan pengendalian lalu lintas di ...
18 Juli 1974: Perumnas, rumah murah untuk rakyat
Minggu, 18 Juli 2021 - 06:00 WIB
Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) adalah Badan Usaha Milik Negara I...
Percepat perbaikan, BBPJN Sumsel tutup Jembatan Ogan 3 selama tiga bulan 
Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:25 WIB
Menjamin kenyamanan masyarakat di Kota Palembang, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumat...
16 Juli 1896: Pengoperasian tahap pertama proyek rel lokomotif uap Hindia Belanda
Jumat, 16 Juli 2021 - 06:00 WIB
Rute perjalanan kereta api dari Semarang menuju Tanggung, Jawa Tengah, yang berjarak 26 kilometer me...
TMMD Sengkuyung II Dayeuhluhur Tahun 2021 Kodim 0703 Cilacap resmi ditutup
Rabu, 14 Juli 2021 - 20:24 WIB
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2021 Kodim 0703 Cilacap yang b...
Ini empat ruas tol baru bakal dibangun di Kabupaten Tangerang
Jumat, 09 Juli 2021 - 15:48 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten merencanakan pembangunan empat jalan tol ba...
Tim Wasev Korem 071/WK tinjau hasil pembangunan TMMD di Desa Dayeuhluhur Cilacap
Jumat, 02 Juli 2021 - 18:05 WIB
Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Korem 071 Wijayakusuma yang dipimpin Pasi Bakti TNI Mayor Arm Aris...
Program Sejuta Rumah 2021 hingga Mei capai 312.290 unit
Minggu, 27 Juni 2021 - 16:46 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan program Sejuta Rumah pada 2021 ini...
Bupati Cirebon sebut banyak proyek infrastruktur tidak sesuai target akibat pandemi
Jumat, 25 Juni 2021 - 16:25 WIB
Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Wahyu Tjiptaningsih dan Dinas PUPR melakukan monitoring p...
 Satgas TMMD Kodim Cilacap kebut sasaran fisik
Jumat, 25 Juni 2021 - 14:07 WIB
Satgas TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0703 Cilacap terus kebut semua sasaran fisik yang ada dalam pr...
Live Streaming Radio Network