KHLK hibahkan mesin insinerator, wisatawan aman ke Labuan Bajo
Elshinta
Sabtu, 22 Mei 2021 - 15:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 KHLK hibahkan mesin insinerator, wisatawan aman ke Labuan Bajo
Sumber foto: Yos Syukur/elshinta.com.

Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) menghibahkan satu unit mesin Insinerator untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jum'at, (21/5).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang diwawancarai usai meninjau Insinerator di kawasan hutan di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, mengatakan, kehadiran Insinerator pertama di Labuan Bajo itu memberikan pesan positif bagi Wisatawan dan tidak perlu ragu lagi dengan sistem pengelolaan dan manajemen limbah B3 di Labuan Bajo. 

"Lantaran, sudah ada Mesin Insinerator yang akan mengolah limbah B3 secara baik," ujarnya seperti yang dilaporkan oleh Kontributor Elshinta, Yos Syukur, Sabtu (22/5).

"Insinerator ini memberikan pesan bahwa limbah B3 kita itu harus diolah secara baik agar memberikan pesan positif kepada wisatawan dan komponen pembangunan lainya bahwa limbah B3 kita di Labuan Bajo itu dimanajemen secara baik sehingga tidak boleh takut ke Labuan Bajo dan Flores pada umumnya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ondy Christian Siagian mengatakan, pada tahun 2020  KLHK melalui  Ditjen PSLB3  melakukan kesepakatan tentang Pengelolaan LB3 yang dituangkan dalam MoU dengan Pemerintah Provinsi NTT.

"Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, KLHK melalui APBN Ditjen PSLB3 memfasilitasi penyiapan sarana prasarana (sarpras) berupa rumah pelindung/Shalter satu unit, Mesin insinerator, kapasitas bakar 150 kg per jam satu unit, Cold Storage/tempat penyimpan LB3  satu unit, Mesin Genset  satu unit, Truck Box roda 6 satu unit, dan Kendaraan box roda 3 lima unit," pungkas Siagian.

Dikatakan, pembangunan tempat pembakaran Limbah Bakar medis tersebut dibangun diatas lahan seluas 2,65 hektar pada kawasan hutan Nggorang Bowosie dengan fungsi produksi melalui skema izin pinjam pakai kawasan yang terletak di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

"Sarpras tersebut dibangun dengan dana APBN kurang lebih Rp 7 miliar ini akan dihibahkan oleh KLHK kepada Pemerintah Pronvinsi NTT. Pengelolaan dan pendapatannya masuk PAD Pemerintah Provinsi NTT," ungkapnya.

Menurutnya, sasaran pembakaran LB3 ini diarahkan untuk semua limbah medis dari fasyankes sedaratan Flores dan Lembata. Data volume LB3 medis tahun 2020 sebanyak kurang lebih 1.104,31 kg per hari berasal dari 15 Rumah Sakit sedaratan Flores dan Lembata. 

"Mesin ini akan melayani pembakaran LB3 di seluruh pulau Flores khususnya Labuan Bajo. Sesuai Pergub NTT maka biaya pembakaran limbah itu Rp 27,000/kg. Mesin Insinerator ini dalam proses uji coba, dan akan dioperasikan dengan sistem digital sehingga mudah kami pantau aktivitasnya," jelasnya.

Ia menambahkan,  LB3 fasyankes merupakan limbah yang bersifat infeksius sehingga perlu dilakukan penanganan dengan baik dan benar. Mengingat dampak infeksius yang berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup maka pengelolaan LB3 dimaksud menjadi bagian dari Program Strategis Nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gubernur Riau : Warga buka lahan dengan membakar bisa dijerat hukum
Minggu, 25 Juli 2021 - 21:38 WIB
Gubernur Riau Syamsuar mengingatkan kepada warganya untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, ...
CSO surati 8 CEO e-commerce minta tidak gunakan plastik sekali pakai
Jumat, 23 Juli 2021 - 14:30 WIB
Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO) dan kolaborator gerakan Pawai Bebas Plastik 2021 menyurat...
Balai Besar KSDA Papua terima translokasi 51 satwa dilindungi dari KSDA Sulut 
Kamis, 15 Juli 2021 - 15:06 WIB
Balai Besar KSDA Papua kembali menerima translokasi satwa sejumlah 51 ekor jenis aves dan mamalia. T...
BKSDA Aceh lepas satwa liar jenis Kukang Sumatera
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:57 WIB
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui Resor Konservasi Wilayah 11 Aceh Utara Seksi ...
Danrem 101/Ant: Penanaman satu juta pohon untuk pelestarian lingkungan
Sabtu, 10 Juli 2021 - 12:12 WIB
Revolusi hijau atau penanaman pohon merupakan sebuah upaya untuk pelestarian lingkungan dan juga unt...
KKP siapkan klaim kerugian terkait rusaknya terumbu karang Raja Ampat
Jumat, 09 Juli 2021 - 10:00 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan skema klaim kerugian atas kerusakan ekosistem te...
KKP serahkan bantuan Rp199,57 juta untuk konservasi di Serang
Kamis, 08 Juli 2021 - 11:58 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan bantuan kepada dua kelompok masyarakat di Seran...
 Tekan penyebaran Covid-19, Kelurahan Burengan gelar lomba kebersihan berhadiah Rp25 juta
Sabtu, 03 Juli 2021 - 15:04 WIB
Penularan Covid-19 di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur kian hari semakin masif. Melihat kondisi sepe...
Hindari plastik wadah makanan dan solusi berkelanjutan
Sabtu, 03 Juli 2021 - 12:55 WIB
Masalah sampah plastik menjadi perhatian masyarakat seluruh dunia, untuk berkontribusi dalam mengura...
Balai Gakkum KLHK tetapkan tersangka pemilik kayu olahan ilegal
Jumat, 02 Juli 2021 - 10:34 WIB
Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (GAKKUM KLHK) Kalimantan Seksi Wil...
Live Streaming Radio Network