Xiaomi China sebut AS telah secara resmi cabut larangan sekuritas
Elshinta
Rabu, 26 Mei 2021 - 13:18 WIB |
Xiaomi China sebut AS telah secara resmi cabut larangan sekuritas
Foto dokumen: Logo Xiaomi terlihat di toko Xiaomi, di Shanghai, China 12 Mei 2021. ANTARA/REUTERS/Aly Song

Elshinta.com - Xiaomi Corp China mengatakan pada Rabu bahwa pengadilan AS telah mencabut penunjukan perusahaan sebagai Perusahaan Militer China Komunis (CCMC) dan mencabut semua pembatasan pada warga AS yang membeli atau memiliki sahamnya.

"Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia mengeluarkan perintah akhir yang mencabut penunjukan oleh Departemen Pertahanan AS atas perusahaan tersebut sebagai CCMC," kata pembuat ponsel pintar itu dalam laporannya kepada bursa Hong Kong. Dikatakan bahwa perintah itu dibuat pada Selasa (25/5/2021).

"Perusahaan menegaskan kembali bahwa itu adalah perusahaan yang terbuka, transparan, diperdagangkan secara publik, dioperasikan dan dikelola secara independen," kata ketua Xiaomi Lei Jun dalam pernyataannya.

Laporan pengadilan menunjukkan sebelumnya pada Mei bahwa Departemen Pertahanan AS akan menghapus Xiaomi dari daftar hitam pemerintah, menandai pembalikan oleh pemerintahan Biden dari salah satu pukulan terakhir Donald Trump pada Beijing sebelum ia lengser.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
14 tewas akibat gudang di Changchun terbakar
Minggu, 25 Juli 2021 - 12:51 WIB
Sedikitnya 14 orang tewas terpanggang akibat salah satu gudang di Kota Changchung, Provinsi Jilin, C...
Korsel kembali kirim konsentrator oksigen, ventilator untuk Indonesia
Sabtu, 24 Juli 2021 - 21:53 WIB
Pemerintah Korea Selatan mengirim bantuan darurat penanganan COVID-19 tahap kedua untuk Indonesia, y...
China punya kereta maglev 600 km per jam, tercepat di dunia
Selasa, 20 Juli 2021 - 23:48 WIB
China memiliki kereta levitasi magnetik (maglev) yang mampu melaju hingga 600 kilometer per jam, dik...
65 Kasus baru COVID-19 muncul di China
Selasa, 20 Juli 2021 - 10:58 WIB
Sebanyak 65 kasus baru COVID-19 muncul di China daratan pada Senin (19/7), naik dua kali ljpat diban...
Korsel kirim konsentrator oksigen, ventilator ke Indonesia
Minggu, 18 Juli 2021 - 18:00 WIB
Pemerintah Korea Selatan memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dengan mengirimkan 350 konse...
China catat 30 kasus baru COVID, sebagian besar impor
Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:56 WIB
China melaporkan 30 kasus baru COVID-19 pada Jumat (16/7), turun dibanding 36 kasus pada hari sebelu...
14 orang terjebak di terowongan di China selatan
Jumat, 16 Juli 2021 - 07:18 WIB
Sedikitnya 14 orang terjebak di lokasi terowongan jalan bebas hambatan di Kota Zhuhai, di China bagi...
China beri bantuan medis dan vaksin senilai 7,8 juta dolar
Kamis, 15 Juli 2021 - 23:36 WIB
Pemerintah China memberikan bantuan medis dan vaksin kepada Indonesia senilai 7,8 juta dolar AS meny...
Taliban di Afghanistan rebut perbatasan utama dengan Pakistan
Kamis, 15 Juli 2021 - 09:35 WIB
Kelompok militan Taliban di Afghanistan menguasai perbatasan utama dengan Pakistan pada Rabu (14/7),...
PBB: Afghanistan di ambang krisis kemanusiaan
Selasa, 13 Juli 2021 - 23:10 WIB
Lebih banyak warga Afghanistan kemungkinan akan meninggalkan rumah mereka akibat meningkatnya keker...
Live Streaming Radio Network