Dukung ketahanan pangan, KWT Kartini Magelang tanam sayur organik
Elshinta
Kamis, 27 Mei 2021 - 19:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Dukung ketahanan pangan, KWT Kartini Magelang tanam sayur organik
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Kelompok Wanita Tani (KWT) Kartini dari kampung Pinggirrejo kelurahan Wates Kota Magelang Jateng, giat menanam sayur untuk ketahanan pangan di musim pandemi covid-19 saat ini. Kegiatan menanam sayur di lahan yang terbatas ini, sekaligus untuk ajang interaksi dan silaturahmi warga kota yang cenderung individualistik.

Penasehat KWT Kartini, Berdiyanto mengatakan, KWT Kartini sudah sering panen sayuran organik. Apalagi di musim pandemi Covid-19 saat ini. Berbagai jenis  sayuran ditanam seperti sawi putih, selada, kembang kol, cabe, buncis, sawi pagoda, loncang maupun sawi cebol. Dengan menanam sayur secara bersamaan sekaligus panen, maka akan terjadi interaksi antar warga. Hasil tanaman ini, selain untuk dikonsumsi sendiri juga dijual kepada warga lainnya. Kemudian hasil dari penjualan digunakan untuk pembibitan juga untuk menambah keuangan keluarga. Karena lahan yang terbatas, setiap warga diberi polibag sekaligus bibit sayuran untuk dipelihara. Bahkan untuk pemupukan, menggunakan pupuk organik yang dibuat sendiri oleh kelompok wanita tani. Sementara untuk kaum laki-laki atau bapak-bapak, mereka lebih cenderung untuk membudidayakan berbagai ikan, seperti lele, nila dan semacamnya.

Sementara itu,  Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz berkesempatan untuk melakukan panen di kampung organik Pinggirejo Wates, hari ini. Dalam kesempatan itu, walikota berpesan kepada warganya untuk mulai meninggalkan ”mental gratisan”.

"Sebab, apapun hasil yang didapat dari usaha sendiri jauh lebih baik, ketimbang menanti uluran tangan orang lain," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Kamis (27/5). 

Menurutnya, pemerintah itu punya tugas mengurus masyarakat dengan kategori paling lemah saja. Sedangkan kalangan menengah, sebaiknya mulai sekarang berusaha mandiri.

Pada kesempatan itu, Walikota mengingatkan KWT Kartini agar tidak menggratiskan hasil panen tanaman organik ini kepada warga. Sebab jika gratis, maka akan menimbulkan kesan bahwa hasil usaha KWT tidak ada harganya. Sebaiknya hasil panen tetap dijual meski dengan harga yang lebih murah. Iapun berkomitmen menjadikan kota Magelang menjadi daerah yang mandiri pangan. 

Sementara itu, Fauziah Asriningsih dari LPM Wates sangat mengapresiasi kegiatan KWT Kartini. Usaha ini sangat menginspirasi karena dilakukan dilahan terbatas. Apalagi melihat kekompakan ibu-ibu yang di dampingi para suami untuk menanam sayur organik. "Ini kolaborasi yang bagus, apalagi di musim pandemi saat ini bisa untuk ketahanan pangan. Juga menjadi inspirasi bagi warga lain untuk bisa meniru," ujar Fauziah.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
OJK: Jumlah investor di pasar modal meningkat hingga 96 persen
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:24 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor di pasar modal meningkat luar biasa, yaitu seb...
 IHSG menguat ke 6.134 pada sesi I hari ini 
Selasa, 03 Agustus 2021 - 14:34 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tampil perkasa hingga akhir perdagangan sesi pertama hari i...
Mentan harap penyuluh bantu petani tingkatkan kualitas produksi
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:57 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap seluruh Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Pe...
Mensos minta pemda aktif verifikasi-validasi data penerima bantuan sosial
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:45 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini pada Selasa meminta pemerintah daerah aktif melakukan verifikasi dan...
Surati Jokowi, serikat pekerja nilai privatisasi dan IPO PLN berpotensi langgar konstitusi
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Serikat Pekerja di sektor ketenagalistrikan yang terdiri dari Serikat Pekerja PT. PLN (PERSERO) atau...
Wali Kota Bandung ajak pelaku ekonomi terus berinovasi dan berkreasi di masa pandemi
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:05 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak seluruh elemen masyarakat terutama pelaku ekonomi unt...
Bupati Temanggung minta pabrik beli hasil panen tembakau petani
Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:47 WIB
Bupati juga meminta industri rokok jangan berpolitik dengan pandemi, jangan memanfaatkan situasi cov...
Pemkab Cirebon hapuskan sanksi denda administrasi pembayaran pajak
Selasa, 03 Agustus 2021 - 12:18 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Jawa Barat, memberikan penghapusan sanksi denda administrasi ...
Rupiah Selasa pagi menguat 53 poin
Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:47 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 53 poin
IHSG Selasa dibuka menguat 11,45 poin
Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa dibuka menguat 11,45 poin
Live Streaming Radio Network